Mewaspadai Diet Bebas Gluten

gandum dan tepung gandum

gandum dan tepung gandum

Gluten merupakan campuran dari protein yang tidak beraturan yang terkandung bersama pati serta tepung yang terbuat dari jenis makanan serealia dan biji-bijian. Gluten banyak terdapat dalam jenis makanan, seperti gandum, gandum hitam serta jelai.

Gandum memiliki kandungan gluten paling tinggi. Kandungan gluten dalam gandum bisa mencapai 80% dari total protein yang ada dalam tepung gandum, serta terdiri dari protein gliadin dan glutenin.

Gluten sendiri akan membuat adonan tepung gandum menjadi lebih kenyal serta dapat mengembang dengan sempurna karena memiliki sifat kedap udara.

Gluten juga bisa digunakan sebagai bahan tambahan dalam proses pembuatan daging imitasi, khususnya daging bebek imitasi untuk hidangan para penganut vegetarian serta vegan.

Tepung roti banyak mengandung gluten, sedangkan tepung untuk kue mengandung lebih sedikit gluten. Ada beberapa orang yang tidak dapat mengkonsumsi gluten karena reaksi daya tahan tubuhnya akan merusak dinding usus halus.

Cara yang bisa dilakukan untuk menangani kasus penyakit yang disebabkan oleh gluten hanyalah dengan cara menghindari makanan yang mengandung gluten seumur hidup. Gluten, memang harus dihindari oleh orang-orang tertentu yang memiliki alergi gandum atau mengidap penyakit celiac, yaitu gangguan autoimun yang dapat merusak usus halus.

protein gliadin glutenin

protein gliadin glutenin

Di Indonesia sendiri, diet bebas gluten umumnya disarankan bagi para pengidap autisme. Namun, belakangan ini sudah banyak metode diet yang dapat menghindari semua jenis makanan yang mengandung gluten.

Diet bebas gluten umumnya dilakukan setelah seseorang mengalami berbagai gejala seperti cepat lelah, kembung serta depresi secara tiba-tiba setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten.

Diet bebas gluten kebanyakan dilakukan berdasarkan pada diagnosis pribadi dan bukan atas pertimbangan dari dokter ahli. Padahal, menurut beberapa pakar kesehatan, diet bebas gluten tidak perlu dilakukan oleh semua orang.

Dari seluruh populasi manusia yang ada di penjuru dunia ini, hanya sekitar 1% orang aja yang berresiko mengidap penyakit celiac sehingga diharuskan untuk menjauhi makanan yang mengandung gluten. Bagi sebagian orang, konsumsi gluten justru sangat dianjurkan.

Para pakar kesehatan beralasan baha, banyak orang yang setelah melakukan diet bebas gluten merasa tubuhnya lebih baik atau merasa berat badannya mulai menurun. Padahal, sesungguhnya perasaan seperti itu muncul karena mereka telah mengurangi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuhnya dengan cara mengurangi makanan olahan yang mengandung gluten. Jadi, dalam hal ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan gluten.

Ada seorang pakar kesehatan yang menyatakan bahwa, orang-orang yang melakukan diet bebas gluten, meskipun mereka tidak mengidap penyakit celiac, akan mengalami kekurangan berbagai nutrisi yang penting bagi tubuhnya, seperti zat besi, niacin atau vitamin B3, asam folat, riboflavin, thiamin, kalium, vitamin B1, fosfor serta zinc.

Maka dari itu, diet bebas gluten sebaiknya hanya dilakukan setelah mendapat anjuran dari dokter apabila dokter anda menemukan adanya gejala dari alergi gandum. Jika dokter tidak menemukan gejala alergi gandum dan tidak ada anjuran dari dokter untuk menjauhi makanan yang mengandung gluten, maka konsumsi gluten tetap dianjurkan. Namun tetap dalam jumlah yang wajar.

makanan yang mengandung gluten

makanan yang mengandung gluten

Belakangan ini memang banyak sekali orang yang berusaha untuk menghindari makanan yang mengandung gluten. Dengan cara menghindari makanan yang mengandung gluten, mereka percaya bahwa cara seperti ini dapat menurunkan berat badan, mengatasi masalah ketidaksuburan serta menstabilkan kondisi penyakit diabetes. Namun, apakah itu semua benar?

Berbagai produk makanan khususnya roti yang diberi label bebas gluten mulai banyak dijumpai di Amerika dan bahkan di Jakarta. Gluten yang banyak ditemukan dalam tepung ini hampir memiliki nasib yang sama dengan lemak di era 80 ampai 90 an sehingga harus dijauhi dan ditakuti.

Seolah-olah, gluten harus dihindari sejauh mungkin demi kesehatan tubuh. Dan informasi seperti ini akan menyebar dengan cepat sekali pada mayarakat yang asam atau bahkan tidak tahu sama sekali tentang gizi.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, gluten memang tidak baik bagi orang-orang tertentu aja. alah satunya adalah bagi orang-orang yang mengidap penyakit celiac atau alergi gandum. Penyakit seperti ini akan menyebabkan munculnya gejala sebagai reaksi kekebalan tubuh terhadap masuknya gluten ke dalam tubuh yang dapat menyebabkan rusaknya usus halus. Penyakit ini dialami oleh dua sampai tiga juta orang penduduk di Amerika.

Sedangkan penyakit yang lebih serius yang memang tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi gluten dinamakan gluten ataxia. Penyakit gluten ataxia merupakan penyakit yang sangat serius yang dapat menyerang otak sehingga dapat menyebabkan masalah kontrol otot.

Selain karena dua penyakit tersebut, ada sekitar 18 juta penduduk di Amerika yang agak sensitif terhadap gluten. Senitivita yang agak berlebihan setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten hanya akan menyebabkan munculnya rasa tidak nyaman pada bagian pencernaan aja dan tidak menyebabkan penyakit yang parah.

Dari itu kita bisa mengira-ngira sendiri bukan. Total hanya sekitar 1% orang saja di dunia ini yang perlu mengkonsumsi makanan yang bebas gluten. Dan hanya sekitar 5,7% orang yang perlu berhati-hati untuk mengkonsumsi gluten. Sianya masih diperbolehkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten.

Namun, yang terjadi di Amerika sekarang ini, jutru makanan yang memiliki label bebas gluten menjadi makanan yang paling diminati dan lebih banyak memberikan keuntungan yang berlipat-lipat dari segi bisnis.

makanan berlabel bebas gluten

makanan berlabel bebas gluten

Bayangkan, penjualan makanan dengan label bebas gluten semakin meningkat dari 11,5 milyar menjadi 23 milyar dolar Amerika hanya dalam kurun aktu 4 tahun saja.

Produsen makanan yang memasang label bebas gluten mendapatkan banyak keuntungan, namun bagaimana dengan nasib orang yang mengkonsumsinya. Orang yang tidak mengidap penyakit seperti celiac dan gluten ataxia tentu saja akan rugi besar.

Makanan yang menggunakan label bebas gluten kebanyakan kandungan serat serta proteinnya sedikit sekali dan yang menghaatirkan lagi adalah kandungan garam serta gulanya tinggi sekali. Padahal, seharunya produk yang memakai label bebas gluten haruslah lebih sehat dari produk-produk biasa tanpa label bebas gluten.

Memang, produk makanan bebas gluten mulai merajalela karena tidak hanya roti saja yang diberi label bebas gluten. Bahkan semua makanan junkfood banyak yang diberi label bebas gluten. Mekipun burger diberi label bebas gluten, namun burger tetaplah burger yang merupakan makanan olahan yang kebanyakan tidak menyehatkan.