Mewaspadai Kandungan Berbahaya Pada Beras Putih

beras

beras

FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menemukan adanya kandungan berbahaya dalam beras serta berbagai produk turunan dari beras. Kandungan berbahaya arsenic ditemukan setelah adanya pengujian terhadap 1.300 contoh produk beras di Amerika.

Seperti yang kita ketahui, padi merupakan satu-satunya tanaman yang tumbuh di tempat yang tergenang air. Masih belum bisa dipastikan apakah karena air yang menyebabkan arsenic anorganik yang secara alami terdapat dalam tanah menjadi lebih mudah untuk terserap ke dalam padi.

Namun, menurut peneliti dan para ahli menyatakan bahwa arsenic yang terkandung di dalam beras sangat ditentukan oleh factor lingkungan di mana padi tersebut tumbuh. Bisa saja sawah yang digunakan untuk menanam padi dulunya adalah tanah bekas tambang atau bisa juga dari pupuk yang digunakan.

Sawah yang berada di dekat atau disekitar sungai maupun pabrik yang penuh limbah dikhawatirkan dapat membuat arsenic maupun kandungan logam-logam berat dapat diserap oleh padi. Namun sampai saat ini masih belum ada laporan tentang adanya logam berat maupun arsenic dalam beras yang ada di Indonesia.

Menurut FDA, kadar arsenic yang terkandung dalam beberapa produk beras di Amerika masih terlalu rendah untuk menimbulkan dampak yang buruk secara langsung pada kesehatan manusia.  Perlu kita ketahui bersama, arsenic merupakan suatu senyawa yang bersifat karsinogen atau pemicu kanker pada manusia. Arsenic sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu organic serta inorganic.

padi di sawah

padi di sawah

Dengan adanya temuan arsenic dalam beras diharapkan agar masyarakat bisa lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi beras. Namun, dengan temuan ini bukan berarti masyarakat harus membuang semua beras yang telah mereka beli.

Sayangnya, FDA menolak untuk menyebutkan secara spesifik dari contoh atau merek beras yang katanya mengandung arsenic. FDA sendiri menyebutkan bahwa jumlah sampel yang diteliti masih belum cukup besar untuk bisa mengevaluasi kandungan berbahaya dalam suatu produk secara spesifik.

Untuk mengurangi paparan arsenic anorganik FDA memeberikan rekomdasi pada masyarakat untuk menerapkan pola makan yang baik serta seimbang guna mencegah berbagai dampak negative dari terlalu sering mengkonsumsi satu jenis makanan.

Jadi dengan adanya temuan ini, FDA berharap agar masyarakat dapat mengkonsumsi jenis pangan yang bervariasi selain beras, contohnya kentang, ubi, maupun jagung.

Dengan begitu banyaknya varietas atau jenis pada yang tumbuh di Indonesia membuat masyarakat bisa memilih sifat serta mutu beras yang sesuai dengan keinginannya dan sesuai dengan daya beli dari masyarakat.

Namun, ada baiknya untuk memilih beras yang tidak asal punel dan putih. Selain kandungan berbahaya yang bisa saja terkandung dalam beras putih, ada salah satu bahaya lain yang perlu kita waspadai juga yaitu pewarna.

Beras yang tampak putih bersih bisa saja terkandung pewarna putih yang bersifat kimia, seperti klorin. Sebenarnya kita bisa membedakan beras yang putihnya alami atau tidak. Cara mengenalinya adalah dari baunya.

Bila beras yang kita beli berbau tajam serta memiliki warna yang putih sekali atau putih pucat, bisa saja mengandung pewarna kimia yang berbahaya. Beras yang bagus kualitasnya adalah beras yang putihnya alami serta tampak mengkilat.

beras putihPemakaian klorin sebagai pewarna agar beras tampak putih umumnya dilakukan oleh para petani atau pedagang yang nakal untuk mengelabui para konsumen. Biasanya beras yang diberi klorin adalah beras yang justru mutunya jelek. Dan mereka mencampurkan klorin ketika beras sedang digiling.

Beras yang baik ditentukan oleh dua hal, yaitu kualitas dari beras tersebut; meliputi bentuk fisik dari beras, serta kualitas dari gilingannya. Beras yang bagus biasanya jarang sekali terdapat beras yang patah-patah serta jarang ada kotoran.

Selain itu kualitas dari beras juga bisa kita lihat dari bentuk dan rasanya setelah dimasak menjadi nasi. Beras yang bagus akan menjadi nasi yang enak saat sudah dimasak. Orang-orang di pulau jawa kebanyakan suka dnegan beras yang pulen, sedangkan di Sumatera lebih suka beras yang pera atau agak kasar.

Anehnya, banyak orang yang menginginkan beras yang pulen dan bagus namun tidak memperhatikan kualitasnya. Sebab, banyak ibu-ibu yang kurang memikirkan kualitas dari beras dan justru lebih memperhatikan kuaitas dari air saat memasak beras.

1 comment for “Mewaspadai Kandungan Berbahaya Pada Beras Putih

  1. Pingback: terrance

Comments are closed.