Mewaspadai Zat Berbahaya Pada Jajanan Anak-anak

jajanan anak

jajanan anak

Mencegah kebiasaan jajan pada anak-anak usia sekolah memang bukan perkara yang mudah. Namun tidak selamanya jajan merupakan kebiasaan yang dapat membuat anak menjadi sakit. Asalkan anda bisa memiliki jajanan yang sehat untuk anak-anak anda.

Dari begitu banyaknya jenis jajanan anak-anak, ternyata ada beberapa jenis jajanan tertentu yang perlu kita waspadai, seperti es yang berwarna, snack berwarna, jeli serta bakso.

Sebab, menurut data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM RI, jenis jajanan seperti itu merupakan jajanan yang paling banyak mengandung bahan tambahan yang berbahaya bagi anak-anak serta mudah tercemar mikroba.

Dari hasil temuan BPOM selama melakukan program pengujian sampel jajanan anak-anak sekolah, seperti es, minuman berwarna, makanan berwarna, jeli maupun bakso, merupakan jenis jajanan yang sangat penting untuk diwaspadai.

Dalam jajanan es, ditemukan cemaran mikroba yang dapat menimbulkan penyakit pada anak seperti diare. Sedangkan pada sampel minuman berwarna ditemukan pemakaian bahan pewarna untuk tekstil seperti rodamin B yang memiliki sifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker.

contoh permen jeli

contoh permen jeli

Pada jajanan seperti bakso, ditemukan bahan berbahaya yaitu bahan pengawet seperti formalin serta boraks yang seharusnya tidak digunakan pada makanan. Dan pada jajanan berupa jeli ditemukan adanya bahan berbahaya seperti bahan pengawet serta bahan pewarna yang berbahaya.

Maka dari itu, penting sekali untuk mengadakan kerja sama lintas sektor untuk menghindari anak-anak dari bahaya jajanan yang tidak sehat. Khususnya untuk komunitas sekolah yang terdiri dari orang tua, guru maupun para pengelola kantin di sekolah si anak untuk meningkatkan kemandirian pengawasan pangan jajanan demi kesehatan si anak.

Meskipun masih sering ditemukan adanya pangan jajanan yang berbahaya, namun pihak BPOM menyatakan bahwa prosentasenya mulai terus menurun jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Jadi bisa dikatakan jumlah pangan jajanan yang sehat sudah mulai meningkat prosentasenya dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2008 sampai 2010 jumlah pangan jajanan sekolah yang sehat hanya mencapai 56 sampai 60% saja. Di tahun 2011 mulai meningkat menjadi 65%, di tahun 2012 meningkat lagi menjadi 76% serta pada tahun 2013 semakin meningkat lagi menjadi 80.79%

Dan pihak BPOM menargetkan untuk tahun 2014 jumlah prosentase jajanan anak-anak yang sehat akan meningkat lagi mencapai 90%.

Seperti yang kita ketahui bersama, makanan yang diolah atau diproses terlalu lama seperti berbagai jenis jajanan yang dijual di luar ternyata banyak mengandung zat berbahaya seperti zat pewarna yang terlalu tinggi. Berbagai makaan tersebut, seperti kue, cake, sereal serta permen.

Di Amerika sendiri, setiap produsen makanan serta minuman diwajibkan untuk menyebutkan semua bahan-bahan termasuk zat pewarna buatan yang dipakai dalam proses pembuatan produk yang di jual. Namun sayangnya, jumlah spesifik dari berbagai zat berbahaya seperti zat pewarna  yang digunakan tidak dicantumkan.

permen thumbnailBeberapa penelitian telah menunjukkan bahwa, mayoritas anak-anak sensitif sekali terhadap zat-zat berbahaya seperti zat pewarna maupun zat pengawet pada jajanan maupun makanan. Zat pewarna buatan bahkan berkaitan dengan munculnya masalah gangguan konsentrasi maupun perilaku hiperaktif pada anak-anak.

Penelitian terbaru tentang jumlah zat pewarna ini dilakukan terhadap berbagai jenis produk jajanan seperti makanan maupun minuman di pasaran yang sering dijadikan jajanan favorit bagi anak-anak. Kebanyakan makanan tersebut memang sangat disukai oleh anak-anak karena memiliki warna yang mencolok.

Selain mengandung zat-zat berbahaya seperti zat pewarna, berbagai jajanan tersebut umumnya mengandung gula yang tinggi. Selain sereal, cake dan permen, jajanan seperti cokelat serta biskuit juga banyak mengandung zat pewarna yang berbahaya bagi kesehatan anak-anak.

Semakin mencolok arna dari makanan maupun minuman, maka akan emakin tinggi juga kandungan zat pewarna sintetisnya. Bahkan jajanan yang berwarna putih seperti marsmallow pun juga tidak luput dari penggunaan zat pewarna.

Selain terdapat pada jajanan anak-anak, beberapa jenis produk kesehatan seperti obat kumur maupun pasta gigi untuk anak juga ada yang diberi tambahan zat berbahaya yaitu zat pewarna buatan.

Sebenarnya masih banyak bahan pewarna alami sebagai alternatif, namun zat pewarna alami seperti ini biasanya tidak tahan panas, tidak tahan dalam tahap pemrosesan serta tidak tahan cahaya, sehingga tidak tampak menarik di mata anak-anak.

1 comment for “Mewaspadai Zat Berbahaya Pada Jajanan Anak-anak

  1. Pingback: Bradley

Comments are closed.