Mitos Tentang Kecerdasan Anak

anak sehatBanyak sekali mitos tentang kecerdasan pada anak. Seperti, ada mitos yang menyebutkan bahwa kecerdasan seorang anak sering dihubungkan dengan tinggi badannya. Sehingga seorang anak yang tubuhnya tinggi sering dianggap memiliki otak yang cerdas.Entahlah, siapa yang pertama kali menciptakan mitos tersebut.

Namun anda jangan salah, masih banyak tokoh-tokoh yang dikenal cerdas yang memiliki tubuh yang relative pendek. Contohnya, Jusuf Kalla serta B J Habibie. Bahkan seorang Albert Einstein yang terkenal sangat jenius, memiliki tinggi badan 166 cm.

Menurut banyak pakar maupun ahli gizi, sebagian orang yang bertubuh pendek memang ada yang memiliki kelebihan seperti kecerdasan diatas normal, namun jumlahnya tidak begitu banyak.

Rata-rata orang yang masa kecilnya kekurangan gizi mengalami proses pertumbuhan yang tidak optimal sehingga sering dikatakan kurang cerdas bila dibandingkan dengan orang yang waktu kecilnya memiliki gizi yang cukup.

Orang-orang cerdas yang bertubuh pendek sering dijadikan alasan agar tidak terlalu mempermasalahkan tinggi badan, padahal kondisi seperti itu hanyalah pengecualian karena jumlahnya sedikit sekali.

Kebanyakan anak-anak yang mengalami kondisi stunting atau bertubuh pendek perkembangan otaknya tidak begitu optimal. Stunting merupakan suatu istilah untuk tubuh yang pendek. Stunting umumnya terjadi apabila seseorang mengalami kurang gizi, terutama pada 1000 hari pertama setelah proses kelahirannya.

mengukur tinggi badan anak

mengukur tinggi badan anak

Kekurangan gizi pada awal-awal kehidupan seorang anak akan menyebabkan pertumbuhan serta perkembangan fisik si anak menjadi terganggu, termasuk pertumbuhan serta perkembangan organ otak serta jantung. Sehingga apabila si anak tidak terpenuhi gizinya selama 1000 hari pertama setelah dilahirkan akan berdampak buruk pada kecerdasannya.

Selain itu, anak dengan kondisi stunting atau bertubuh pendek juga mengalami kesulitan dalam hal berpikir, bahkan sangat beresiko mengalami berbagai penyakit kronik ketika dia beranjak dewasa.

Di awal kehidupannya, bayi akan tumbuh serta berkembang dengan sangat cepat. Dari mulai bayi tersebut dilahirkan sampai berusia dua tahun, pertumbuhan serta perkembangan otaknya sudah mencapai 80% dari otak orang yang sudah dewasa. Jika tumbuh kembang bayi tersebut tidka berjalan secara optimal, maka akan sulit sekali untuk mengejar segala kekurangannya.

Selain karena factor kekurangan gizi yang dapat berdampak pada tinggi badan serta kecerdasan anak, ada juga factor lain yang ikut menentukan tingkat kecerdasan seorang anak. Kemampuan anak dalam berhitung ternyata bukan hanya ditentukan karena rajin belajar maupun tidak, namun faktor hormone selama dalam kandungan juga ikut berperan dalam tingkat kecerdasan berhitung anak.

Ada sebuah penelitian terbaru yang telah menemukan bahwa tingkat hormone wanita selama dalam masa kehamilan juga ikut berpengaruh pada kemampuan berhitung pada anaknya ketika anak berusia lima tahun.

Ternyata hormone tiroksin selama masa kehamilan lah yang ikut berperan dalam kemampuan berhitung pada anak. Seorang ibu yang kadar hormone tiroksinnya rendah selama masa kehamilan, maka anaknya cenderung memiliki kemampuan berhitung yang rendah.

ibu hamil

ibu hamil

Hormone tiroksin ternyata juga memiliki peranan yang penting dalam perkembangan otak janin selama masa kehamilan. Sayangnya tidak banyak ibu hamil yang mengetahui tentang hal ini.

Penelitian tentang pengaruh hormone tiroksin terhadfap kemampuan anak dalam berhitung dilakukan oleh seseorang yang bernama Martijn Finken dari Amsterdam, Belanda.

Dalam penelitian tersebut, Martijn Finken meneliti 1200 anak-anak sejak mereka masih dalam kandungan sampai berusia lima tahun. Beliau mengukur kadar hormone tiroksin pada minggu ke 12 kehamilan para ibu yang mengikuti penelitian tersebut. Lalu membandingkannya dengan nilai matematika dan baha anak-anak mereka pada usia lima tahun.

Hasilnya, 90% anak-anak yang terpapar hormone tiroksin dalam jumlah rendah memiliki nilai matematika yang rendah di sekolahnya. Yang lebih menarik lagi, tingat hormone tiroksin tersebut tidak berpengaruh pada nilai mata pelajaran bahasa.

Menurut beliau, kemampuan anak dalam berbahasa lebih dipengaruhi oleh pembelajaran anak itu sendiri sejak masih kecil. Sedangkan kemampuan dalam hal matematika lebih dipengaruhi oleh perkembangan otaknya.

anak cerdasPenelitian tersebut masih berlanjut sama sekarang, karena beliau ingin terus mengikuti perkembangan anak-anak tersebut demi untuk mengetahui, apakah fenomena seperti ini akan terus berlanjut sampai anak-anak tersebut beranjak dewasa.

Lalu, apakah yang harus para ibu hamil lakukan untuk meningkatkan kadar hormone tiroksinnya untuk menunjang kecerdasan si anak selama masa kehamilan? Caranya adalah dengan suplemen tiroksin pada 4 minggu usia kehamilan

Selain itu, ada cara yang lebih alami lagi untuk meningkatkan kadar tiroksin, yaitu dengan memperbanyak konsumsi senyawa iodin. Senyawa iodin banyak sekali ditemukan pada ikan serta susu. Dengan mengkonsumsi 100 sampai 150 mg iodin selama masa kehamilan akan dapat menunjang kecerdasan si anak.