Mitos Tentang Rematik

rematik pada lutut

Banyak orang yang mengatakan berbagai macam mitos tentang rematik. Namun apakah semua itu benar atau hanya pikiran-pikiran yang salah.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya rematik merupakan suatu penyakit yang menyerang persendian, otot, serta jaringan pada tubuh manusia.

Mau tahu apa saja mitos tentang rematik serta apakah semua asumsi itu memang benar?

Mitos: Penyakit rematik hanya ada satu.

Jawab: Siapa yang bilang? Ada sekitar 100 jenis penyakit rematik dan ini fakta. Beberapa jenis penyakit persendian yang banyak dikenal seperti Osteoarthitis akibat kerusakan atau menipisnya bantalan sendi serta tulang rawan, Rheumatoid Arthritis, asam urat atau Gout, Non Particular Arthritis akibat kebiasaan posisi yang salah sehingga tendon menjadi tegang, serta Body Posture Disturbance akibat bentuk tubuh yang tidak simetris sehingga otot menjadi tegang dengan mudah, dan masih banyak lagi.

Mitos: Mandi malam bisa meningkatkan resiko terserang rematik.

mandi air dingin

Jawab: Kemunculan rematik karena mandi malam, AC serta cuaca dingin sering sekali terdengar. Namun itu hanya mitos belaka. Tidak ada hubungan antara rematik dengan mandi malam yang sering. Namun, jika anda memang terserang rematik memang tidak dianjurkan untuk mandi pada malam hari. Sebab, setiap kali tubuh terkena air yang dingin atau suhu dingin, maka kapsul sendi akan menjadi mengkerut. Dengan adanya hal ini tentu saja akan menambah rasa nyeri pada bagian sendi yang sakit.

Faktor pemicu munculnya rematik sebenarnya adalah obesitas, usia yang bertambah, serta pola makan yang tidak sehat. Usia yang bertambah membuat lapisan pelindung pada sendi menjadi menipis serta minyak pelumas akan semakin mengental. Akibatnya sendi menjadi kaku serta nyeri saat digerakkan. Selain itu, berat badan yang berlebihan dapat merubah metabolisme tubuh serta memberikan beban yang berlebihan pada sendi yang dapat menyebabkan rematik. Pola makan yang tidak sehat juga sangat berkaitan dengan rematik. Makanan yang banyak mengandung lemak hewani nantinya akan diubah menjadi  eicosanoid, yaitu zat yang dapat menyebabkan peradangan pada sendi.

Mitos: Rematik hanya menyerang wanita.

Jawab: Pria juga bisa terserang rematik. Jenis rematik yang sering menyerang pria adalah asam urat. Namun demikian resiko rematik pada wanita 3 kali lebih besar dibandingkan dengan pria pada usia diatas 45 tahun. Sedangkan pria lebih beresiko rematik sebelum berusia 45 tahun.

Mitos: Rematik hanya penyakit orang tua

Jawab: umur memang berpengaruh terhadap kemunculan penyakit rematik. Memang, resiko terserang rematik akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Sebab karena menipisnya lapisan pelindung sendi serta mulai mengentalnya cairan minya pelumas tulang di atas usia 45 tahun. Namun, hal ini bukan berarti bahwa penyakit ini hanya diderita oleh orang yang berusia lanjut saja.  Sekitar 1 dari 6 orang penderita rematik merupakan orang yang masih berusia muda. Bahkan salah satu jenis rematik yaitu Juvenille Reumatoid Artritis diderita oleh anak-anak.

Mitos: Rematik merupakan penyakit yang tidak berbahaya.

Jawab: umumnya masyarakat cenderung tidak perduli terhadap gejala-hekala berupa nyeri pada persendian lutut, siku, pergelangan tangan serta kaki. Kebanyakan mereka hanya mengira hal itu hanyalah rasa pegal yang biasa serta bisa hilang setelah dipijat. Padahal, justru gejala-gejala seperti itu perlu diperhatikan serta diwaspadai. Jika tidak segera ditangani, rematik dapat mengurangi harapan hidup serta dapat menyebabkan kecacatan yang serius hanya dalam waktu sekitar dua tahun sejak terserang rematik.

Mitos: Rematik hanya menyerang persendian.

Jawab: Rematik bisa menyerang beberapa bagian tubuh, termasuk sendi serta otot. Masyarakat kebanyakan hanya mengenal rematik yang persendian atau disebut artritis. Padahal, sebenarnya rematik juga dapat menyerang bagian tubuh yang lain seperti bursiti atau radang bursa, tendinitis atau radang bagian tendon, fascitis atau eradangan bagian fascia, myositis radang bagian otot serta nyeri pada bagian pinggang.

Mitos: Rematik dapat disembuhkan dengan sandal rematik serta pijat relfeksi.

Jawab: Hingga saat ini masih belum ada bukti ilmiah bahwa sandal rematik serta pijat refleksi mampu menyembuhkan penyakit rematik. Malahan, untuk beberapa jenis metode penyembuhan justru dapat memperberat tingkat keparahan penyakit rematik.

Mitos: Pengidap rematik tidak boleh berolahraga.

senam pernafasan

Jawab: Olahraga itu penting untuk kesehatan. Kebanyakan pengidap rematik takut untuk berolahraga.  Padahal justru dengan berolahraga dapat melatih otot serta persendian. Olahraga ringan seperti berjalan kaki, atau aktivitas fisik di dalam rumah justru dapat membantu untuk melatih otot serta persendian agar tidak kaku. Yang tidak diperbolehkan adalah olahraga yang terlalu berat karena nantinya dapat menyebabkan cedera.

Mitos: Gejala rematik semuanya sama.

Jawab: Gejala penyakit rematik tidaklah sama pada setiap individu. Sebagian orang merasakan gejala awal seperti nyeri pada sendi di pagi hari atau morning stiffness, atau ketika bergerak setelah duduk dalam waktu yang lama dengan gejala kekakuan pada sendi sehingga sulit untuk digerakkan serta dapat pula menyebabkan perubahan bentuk sendi atau deformitas. Hal ini disebabkan karena setiap individu  memilki tingkatan sensitivitas yang berbeda-beda. Tak jarang ada penderita yang tidak merasakan suatu gejala awal rematik, namun tiba-tiba merasakn sakit yang luar biasa saat menggerakan sendi. Ada juga yyang mengalami gejala rematik dengan adanya peradangan pada sendi berwarna merah, bengkak dan bahkan bisa menyebabkan demam.

Mitos: Persendian yang bengkak bida diobati dengan antibiotika

Jawab: Penggunaan antibiotika hanya untuk jenis rematik yang disebabkan karena adanya infeksi virus atau bakteri. Meskipun persendian tampak bengkak kemerahan, pemberian antibiotika tidak diperlukan. Karena dikhawatirkan justru akan mengganggu bakteri-bakteri yang baik dalam tubuh dan bahkan bisa saja memperparah keadaan penyakit rematik.

Mitos: Kangkung serta bayam sebabkan rematik

Jawab: Hingga saat ini masih belum ada penelitian yang menyebutkan adanya kaitan tentang jenis sayuran dengan penyakit rematik. Yang ada justru kita diharuskan untuk menghindari makanan-makanan yang dapat memicu purin yang nantinya dapat diubah menjadi asam urat seperti seafood, jerohan serta alkohol.

1 comment for “Mitos Tentang Rematik

  1. Pingback: willard

Comments are closed.