Pengertian Inflamasi Serta Jenis Makanan Pereda Inflamasi

inflamasi karena asam urat

inflamasi karena asam urat

Tubuh kita memiliki sistem pertahanan tubuh yang alami saat ada benda asing yang bersifat merugikan berusaha untuk masuk ke dalam tubuh. Inflamasi atau peradangan merupakan sebuah respon awal dari tubuh dalam usahanya untuk melawan masuknya benda asing ke dalam tubuh.

Inflamasi merupakan sebuah respon dari suatu organisme terhadap masuknya patogen atau penyakit serta alterasi mekanis dalam jaringan, berupa rangkaian reaksi yang terjadi pada tempat jaringan yang mengalami cedera, seperti karena terbakar maupun karena infeksi.

Inflamasi atau peradangan merupakan salah satu dari respon utama dari sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi maupun iritasi. Inflamasi bisa terjadi karena faktor kimia; seperti histamin, brakidin, serotonin, leukotrien serta prostaglandin, yang dilepaskan oleh sel yang berperan sebagai mediator radang di dalam sistem kekebalan untuk melindungi jaringan yang ada disekitarnya dari penyebaran infeksi.

Inflamasi memiliki tiga peranan yang utama dalam melawan berbagai infeksi, yaitu:

  • Memungkinkan penambahan molekul serta sel efektor ke lokasi yang terinfeksi untuk meningkatkan performa makrofaga
  • Menghalangi atau menghambat laju penyebaran infeksi
  • Menciptakan proses perbaikan untuk jaringan yang mengalami kerusakan

Respon dari inflamasi mudah sekali dikenali dari munculnya rasa sakit, lebam pada kulit, demam, dan lain sebagainya yang disebabkan karena terjadinya perubahan pada pembuluh darah di sekitar area yang terinfeksi.

inflamasi tanganPembesaran diameter pembuluh darah disertai dengan meningkatnya aliran darah ke daerah yang mengalami infeksi. Hal inilah yang menyebabkan munculnya lebam pada kulit yang berwarna kemerahan serta menurunkan tekanan darah khususnya pada pembuluh darah kecil.

Dengan adanya pembesaran diameter pembuluh darah, maka terjadi peningkatan aktivasi molekul adhesi untuk merekatkan endotelia dengan pembuluh darah.

Inflamasi bisa juga terjadi karena kombinasi dari turunnya tekanan darah serta aktivasi molekul adhesi yang nantinya memungkinkan sel darah putih untuk bermigrasi ke endotelium lalu masuk ke dalam jaringan. Proses seperti ini disebut juga sebagai proses ekstravasasi.

Bagian-bagian tubuh yang mengalami inflamasi atau peradangan memiliki tanda-tanda sebagai berikut:

  • Adanya pembengkakan
  • Adanya rasa hangat atau calor
  • Rasa nyeri atau dolor
  • Munculnya warna kemerahan atau rubor
  • Penurunan daya gerak atau functio laesa
  • Kemungkina disertai disfungsi organ maupun jaringan

Namun, terkadang terjadi respon tubuh yang berlebihan sehingga menyebabkan munculnya kerusakan pada jaringan tubuh yang mengalami infeksi. Perwujudan dari respon tubuh yang berlebihan, seperti alergi, gangguan autoimun serta gangguan kurangnya imun tubuh. Ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa inflamasi atau peradangan dalam tubuh dapat memicu munculnya kanker.

Inflamasi atau peradangan dapat dicegah serta diperbaiki melalui konsumsi makanan tertentu. Beberapa jenis makanan yang baik sekali untuk memperbaiki munculnya inflamasi dalam tubuh, meliputi:

  • Minyak ikan

Minyak ikan mengandung DHA yang memiliki kemampuan sebagai antiinflamasi yang alami. Menurut seorang peneliti dari Harvard, sel darah putih atau makrofaga menggunakan DHA untuk memproduksi maresin yang berfungsi untuk menghentikan inflamasi.

Daging merah sudah dicap buruk karena suatu alasan yang pasti. Daging merah mengandung kolesterol  serta garam yang dapat memicu inflamasi. Jadi, sebaknya kurangi konsumsi daging merah dan perbanyak konsumsi ikan, seperti kakap, lamon, tuna maupun cod yang kaya akan lemak omega 3.

  • Sayuran hijau
semangkuk bayam

semangkuk bayam

Sayuran hijau seperti bayam maupun kale dapat membantu untuk melawan inflamasi karena mengandung senyawa fitokimia. Berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Food Composition, senyawa fitokimia ini dapat menghalangi inflamasi serta menghambat laju pertumbuhan kanker.

  • Cabai

Semua jenis cabai mengandung senyawa capsaicinoid. Senyawa capsaicinoid tidak hanya bersifat sebagai antiinflamasi, namun ternyata juga dapat menyehatkan organ jantung serta merupakan antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh kita.

  • Kunyit

Kunyit telah dipercaya sejak jaman dahulu sebagai jenis remah-rempah  yang bersifat antiinflamasi. Peneliti dari University of Maryland Medical Center telah menemukan bajwa, kandungan curcumin yang merupakan senyawa utama dalam kunyit, memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar berbagai enzim dalam tubuh kita yang ikut berperan dalam munculnya inflamasi.

  • Bawang putih

Bawang putih juga merupakan jenis tanaman yang dipercaya dapat memperkuat tubuh. Selain itu, bawang putih juga memiliki senyawa yang bersifat antiinflamasi. Namun, dalam sebuah studi juga telah menunjukkan bahwa memasak bawang putih akan menurunkan senyawa yang bersifat antiinflamasi tersebut.

  • Kacang

Kacang-kacangan memiliki banyak serat, kalsium serta vitamin E. berbagai nutrisi tersebtut juga memiliki sifat antiinflamasi. Kacang walnut mengandung asam alfa linoleat yang dapat membantu tubuh kita untuk melawan adanya kerusakan yang disebabkan oleh munculnya inflamasi.

  • Teh hijau

seduh teh hijauSelain dapat mengurangi munculnya penyakit jantung maupun kanker, teh hijau juga mampu melindungi tubuh kita dari munculnya inflamasi. Teh hijau yang disajikan dalam bentuk panas maupun dingin dan ditambah dengan sedikit perasan lemon akan memberikan manfaat yang baik sekali bagi tubuh kita.

  • Jahe

Jahe juga telah dipercaya mampu melawan munculnya inflamasi. Dengan mengkonsumsi jahe secara rutin maka akan dapat mengurangi dan bahkan menyembuhkan inflamasi yang terjadi baik di dalam tubuh maupun diluar tubuh. Menurut sebuah penelitian, jahe mampu mengatasi inflamasi pada bagian usus yang dapat memicu munculnya kanker usus. Kandungan gingerol pada jahe merupakan senyawa aktif yang menyebabkan aroma alami jahe yang juga bersifat antiinflamasi.