Pengobatan Kanker Liver

 

  • Definisi kanker liver

Kanker liver bukanlah jenis kanker yang berasal dari keganasan sel kanker dari organ lain yang menyebar ke hati karena kanker ini memang berasal dari hati.

Kanker liver merupakan jenis kanker nomor lima yang paling umum di dunia. Kanker liver merupakan suatu jenis kanker yang mematikan dimana penyakit ini bisa membunuh seseorang yang menderita kanker liver dalam jangka waktu 1 tahun.

Gejala yang bisa ditemukan pada penderita kanker hati adalah pembesaran hati atau hepatomegali, perubahan sclera mata atau warna kulit menjadi kuning (ikterus), sakit perut dan gangguan-gangguan pada hati yang lain.

Saat hati sudah terserang sel kanker, maka hati akan kehilangan fungsi utamanya yaitu menyaring racun dalam darah.

Kanker liver adalah tumor ganas yang tumbuh pada organ liver. Kanker liver terdiri dari dua jenis, yaitu kanker liver primer (karsinoma hepatoseluler) dan metastase.

Kanker liver primer cenderung terjadi pada organ hati yang mengalami kerusakan sejak lahir (cacat lahir), terlalu sering mengkonsumsi minuman alkohol, ataupun infeksi kronis akibat penyakit seperti hepatitis B dan C,  sirosis, dan terlalu banyak mengandung kadar besi (hemochromatosis).

Sekitar 50% dari orang yang didiagnosa memiliki kanker hati primer akan cenderung mengalami sirosis hati. Sirosis adalah kondisi di mana jaringan hati yang normal digantikan oleh fibrosis (jaringan parut).

Seseorang yang mengalami kerusakan gen yang bisa menyebabkan tubuh menyimpan zat besi dengan berlebihan (hemochromatosis) memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena jenis kanker ini.

 

Jenis kanker liver

1. Hepatocellular carcinoma (HCC)

Hepatocellular carcinoma merupakan jenis kanker liver yang berawal dari hepatosit, sel utama liver. Jenis kanker ini bisa menyerang orang dewasa hingga anak-anak. Jenis kanker ini biasanya dialami oleh pasien hepatitis C kronis.

 

2. Cholangiocarcinoma (Kanker saluran empedu )

Kanker saluran empedu merupakan jenis kanker yang berawal dari saluran kecil menyerupai ductus pada liver.

­­­­­­­­

 

3. Hepatoblastoma

Hepatoblastoma merupakan sebuah kondisi dimana sel-sel kanker tumbuh dengan ganas  di dalam organ liver tumbuh secara tidak terkendali hingga membentuk tumor.

Jenis kanker ini sangat jarang ditemukan, kalaupun ada biasanya penderitanya adalah anak-anak yang masih berusia di bawah 4 tahun. Pengobatan untuk jenis kanker ini dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi.

Jika penyakit ini ditemukan dalam stadium awal maka pasien bisa memiliki kemungkinan hidup hingga 90%. Anak-anak penderita jenis kanker ini memiliki resiko sembuh yang lebih besar jika sebelumnya pernah mengalami hepatoblasma.

 

4. Angiosarcoma or hemangiosarcoma

Angiosarcoma or hemangiosarcoma merupakan jenis kanker langka yang berawal dari pembuluh darah liver. Pertumbuhan tumor ini sangat cepat dimana biasanya tidak bisa diangkat karena tumor sudah  menyebar sebelum berhasil ditemukan.

Biasanya setelah kanker ini ditemukan pasien tidak akan bisa hidup lama (sekitar 1 tahun). Pengobatan yang dilakukan hanya bisa memperlambat penyakit, bukan menyembuhkan.

 

5. Kanker Liver Metastase (kanker liver sekunder)

Kanker Liver Metastase merupakan jenis  kanker yang berasal dari organ liver lalu menyebar ke organ tubuh lain yang berdekatan dengan liver seperti payudara, paru-paru, lambung, pankreas, usus besar, dan kelenjar getah bening.

 

  • Penyebab kanker liver
  1. Terinfeksi Hepatitis B . Jika daya tahan tubuh seseorang yang terkena hepatitis B tidak bisa membunuh virus hepatitis B maka pasien ini memiliki resiko untuk terserang kanker liver.
  2. Terinfeksi hepatitis C. Hepatitis yang sangat berbahaya ini merupakan salah satu penyebab utama dari kanker liver dimana seseorang yang didiagnosa memiliki hepatitis C memiliki resiko kanker liver sekitar 30%.
  3. Sirosis hepatitis. sirosis hepatitis merupakan jaringan liver yang mengalami parut atau fibrosis sehingga jaringan liver yang mengalami parut tidak bisa berfungsi. Sirosis hepatis bisa disebabkan oleh hepatitis B, hepatitis C, infeksi HIV dan alkohol.
  4. Sering mengkonsumsi air yang terkontaminasi
  5. Sering mengkonsumsi makanan yang berjamur
  6. Sering mengkonsumsi makanan yang diasinkan, digoreng dan diasap
  7. Kebiasaan merokok
  8. Kebiasaan minum alkohol. Memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol bisa mengakibatkan sel-sel hati menjadi rusak dan tidak bisa pulih kembali sehingga bisa meningkatkan resiko terkena kanker liver.
  9. Keracunan logam berbahaya seperti seperti jamur aflatoxin, arsenic, anabolic steroids, dan vinyl chloride.
  10. Jenis kelamin pria memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker liver bila dibandingkan dengan wanita.
  11. Memiliki penyakit liver turunan seperti autoimmune hepatitis, penyakit Wilson dan hemochromatosis.
  12. Memiliki penyakit diabetes. Seseorang yang menderita diabetes memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena kanker liver.
  13. Kegemukan atau obesitas. Meskipun sangat jarang dialami oleh penderita kanker liver namun obesitas juga bisa meningkatkan resiko kanker liver.
  • Gejala kanker liver
  1. Nafsu makan turun
  2. Liver mengalami akumulasi cairan
  3. Perut kembung dan pada bagian kanan terasa sakit
  4. Mual, muntah dan mengalami gangguan pencernaan
  5. Adanya rasa nyeri pada perut
  6. Air seni berwarna gelap
  7. Badan menjadi kurus, lemah dan demam (menggigil)
  8. Bagian dalam tubuh mengalami pendarahan
  9. Punggung dan bahu terasa nyeri
  10. Muncul penyakit kuning, kulit menjadi kuning dan mata berwarna putih
  11. Sering mimisan
  12. kulit terasa gatal
  13. Jika posisi tubuh berubah maka rasa sakit bertambah

 

  • Diagnosa kanker liver

Metode diagnosis kanker liver :

  1. Diagnosis USG :

Cara diagnosis USG sangat berguna untuk penyakit tumor bagian hati karena metode ini bisa menunjukkan ukuran dan bentuk dari tumor liver.

Pada umumnya diagnosis USG digunakan untuk mengetahui kelanjutan dari pemeriksaan atau pengobatan suatu penyakit.

Diagnosis USG tipe B bisa mendeteksi dan menemukan tumor dengan ukuran yang kecil sekalipun.

a. Positron Emission Tomography (PET)

Positron Emission Tomography merupakan metode visualisasi metabolisme tubuh menggunakan radioisotop pemancar positron. Maka dari itu citra yang didapatkan adalah citra yang menggambarkan fungsi organ tubuh.

Fungsi utama Positron Emission Tomography adalah untuk mengetahui kejadian di tingkat sel yang tidak bisa dilakukan oleh alat pencitraan konvesional lainnya, seperti CT (computed tomography), MRI (magnetic resonance imaging) dan SPECT (single photon emission computerized tomography).

CT scan atau MRI tidak bisa metabolisme tubuh, sedangkan PET mampu. PET mampu mendeteksi posisi kanker, merambat dimana pun pasti terdeteksi.

PET juga bisa digunakan untuk menganalisa hasil pengobatan kanker yang telah dilakukan, apakah masih ada sel kanker yang tersisa dengan kombinasi antara kemoterapi atau radioterapi.

 

b. Pemeriksaan CT scan

Pemeriksaan CT merupakan suatu metode yang paling sering digunakan untuk mendiagnosa kanker liver karena metode ini mampu menunjukkan bentuk, ukuran dan batas kanker pasien dengan jelas.

Selain itu, melalui spesifikasi dari radiology dapat menghubungkan setiap saluran dalam liver dengan pembuluh darah dalam hati terhadap tumor dengan jelas.

Pemeriksaan CT memiliki tingkat resolusi yang tinggi dan mampu mendeteksi kanker liver stadium awal dengan ukuran yang sangat kecil hingga 1 cm.

Di luar negeri penggunaan CT scan untuk mendeteksi kanker lver sudah menjadi standar diagnostik karena dengan cara ini bisa menentukan prognosa penyakit dan rencana pengobatan selanjutnya, misalnya kemoterapi, operasi pembedahan, TACE, atau transplantasi hati.

Contohnya adalah jika kanker hanya mengenai satu lobus hatiatau tida klebih dari 4 segmen hati maka masih layak untuk melakukan operasi.

 

c. Magnetic Resonance Imaging (MRI) :

Magnetic Resonance Imaging merupakan suatu metode untuk mendiagnosa kanker liver yang menggunakan magnet dan sangat sesuai untuk penyakit yang agak ringan.

Magnetic Resonance Imaging memiliki tingkat deteksi yang sangat sensitif dalam mendeteksi adanya tumor liver dan bisa mengidentifikasi tingkat keganasan dari suatu tumor liver.

Cara diagnosis ini mirip dengan CT scan, bedanya CT scan menggunakan radiasi. Biasanya metode ini juga sering menggunakan tambahan pemeriksaan CT scan.

 

d. Celiac arteri atau Angiografi arteri liver :

Angiografi arteri liver merupakan terapi melalui tindakan dan intervensi non bedah bedah invasif minimal yang memberikan layanan diagnosa untuk kanker liver.

Tim yang terdiri dari dokter ahli dan perawat khusus intervensi kardiologi yang berpengalaman dan terampil akan melakukan tindakan Trans Arterial Chemo Embolization (TACE) di mana obat bisa langsung ditempatkan ke lokasi tumor melalui mikro kateter yang dilanjutkan dengan penyumbatan (embolisasi) pada feeding artery sehingga tumor mengecil.

Metode ini sangat efektif dalam mencitrakan tumor yang sangat kecil,yaitu ukuran 0.5 mm – 1 mm. Selain itu dapat menentukan perubahan ukuran dan tempat penyakit.

  

Selain itu masih ada metode pemeriksaan yang lain, yaitu melalui pemeriksaan spesimen darah. Pemeriksaan ini mempunyai 3 tahap, yaitu :

a). Liver Function Test (LFT) atau pemeriksaan fungsi liver

Liver Function Test  merupakan suatu kumpulan analisis laboratorium yang berhubungan dengan liver, baik fungsi liver ataupun suatu kondisi liver yang sebenarnya bukan fungsi liver.

Zat atau analit yang diperiksa bisa berupa enzim, hepatosit, (produk metabolisme sel liver), enzim, antigen virus, protein lain, antibodi, RNA ataupun  DNA virus sebagai hasil respons imun humoral tubuh.

Jenis Liver Function Test ada banyak karena fungsi liver juga ada banyak. Selain itu ada uji lain yang sebenarnya tidak untuk menguji fungsi liver tetapi tetap dimasukan kelompok Liver Function Test  karena bisa membantu mendeteksi adanya kelainan pada liver.

 

b). Pemeriksaan alpha-fetoprotein

Pemeriksaan alpha-fetoprotein merupakan  cara diagnosis kanker liver yang efektif, sederhana dan cukup sering digunakan untuk saat ini.

Pasien akan mudah untuk terkena kanker hati jika memiliki radang liver yang bersifat racun. Meskipun kadar alpha-fetoprotein dari penderita kanker biasanya mengalami peningkatan, namun sebagian penderita kanker liver yang lain tidak mengalami peningkatan.

Maka dari itu seorang penderita penyakit liver kronis tidak boleh mengabaikan hal ini meskipun memiliki kadar alpha-fetoprotein yang normal.

Pemeriksaan alpha-fetoprotein sangat berguna untuk mengetahui respons terapi pada Karsinoma Hepatoseluler  (kanker liver).

Kadar normal alpha-fetoprotein biasanya ada di bawah 20 ng/mL. Kadar  alpha-fetoprotein akan mengalami peningkatan pada 2 atau 3 pasien dengan kanker liver yang disertai dengan tumor yang semakin membesar.

Kadar alpha-fetoprotein bisa meningkat hingga lebih dari 500 ng/mL pada  pasien kanker liver. Kadar alpha-fetoprotein juga bisa meningkat pada hepatitis kronis dan akut tetapi biasanya tidak akan mencapai lebih dari 100 ng/mL.

 

c). Serum ferritin   

Pemeriksaan serum Ferritin merupakan pemeriksaan yang paling spesifik untuk mendiagnosa Anemia defisiensi besi.

Kadar ferritin yang terlalu rendah bisa mengakibatkan terjadinya anemia defisiensi besi, sedangkan kadar ferritin yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan terjadinya hemokromatosis atau suatu penyakit genetik dimana tubuh akan menyerap terlalu banyak zat besi dari makanan yang dikonsumsinya.

Ferritin adalah protein yang berbentuk glubular dan memiliki 2 lapisan dengan diameter dalam 8nm dan diameter luar yang berukuran 12 nm. Besi tersimpan tepat di tengah dalam protein ferritin.

Kadar ferritin normal untuk seorang pria adalah 30-300 ng/mL sedangkan untuk wanita  15-200 ng/mL.

 

  • Pembagian stadium kanker liver

USA menerapkan pembagian stadium TNM dimana T menandakan besar kecilnya ukuran suatu tumor, sedangkan N menandakan metastase kelenjar getah bening, dan M menandakan ada tidaknya metastase pada organ lain.

Berikut ini adalah penjabaran yang lengkap mengenai pembagian stadium kanker liver, yaitu :

        Stadium I

Ukuran tumor kurang dari 2 cm, namun tumor masih belum invasi pembuluh ke darah dan kelenjar getah bening. Tidak terjadi metastase jarak jauh dan metastase kelenjar getah bening. Kesimpulannya kanker liver masih bersifat lokal dan bisa diangkat atau dioperasi

  Stadium II :

Kanker liver mempunyai satu atau dua titik lokasi di hati tetapi tidak menyebar ke kelenjar getah bening atau pembuluh darah yang berdekatan. Kanker liver masih bersifat lokal dan dapat dioperasi.

  Stadium III :

Ukuran tumor bisa kurang dari 3 cm, namun juga bisa berukuran lebih dari 3 cm. Kanker liver belum menyebar ke organ tubuh lainnya atau kelenjar getah bening.

  Stadium IV :

Kanker liver mempunyai lebih dari satu titik lokasi di hati dan biasanya sudah menyebar ke kelenjar getah bening yang berdekatan, organ lain dan struktur, serta tumbuh ke dalam atau di sekitar pembuluh darah utama.

 

  • Pencegahan kanker liver

Sebaiknya melakukan pemeriksaan status hepatitis B jika ada anggota keluarga yang menderita hepatitis B. Jika belum mendapat perlindungan atau belum terjangkit maka sebaiknya diimunisasi untuk menghindari resiko hepatitis B.

Setelah bayi lahir sangat disarankan untuk segera diimunisasi sebagai bagian dari program nasional pemerintah untuk pencegahan hepatitis B. Untuk saat ini masih belum ada imunisasi untuk hepatitis C.

Hepatitis B dan C dikaitkan dengan mitra seksual lebih dari satu dan promiskuitas seksual terutama dengan pekerja seks atau melakukan hubungan seks tanpa proteksi. Sebabnya adalah karena hepatitis B dan C bisa menyebar melalui cairan tubuh.

Faktor tertinggi untuk penularan hepatitis B dan C adalah penggunaan obat intravena dengan menggunakan jarum suntik yang sudah terkontaminasi.

Mengkonsumsi minuman beralkohol dengan berlebihan bisa mengakibatkan sirosis hati yang dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker liver.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa anda lakukan untuk mencegah resiko kanker liver, diantaranya :

  1. Mengkonsumsi makanan yang hambar
  2. Menghindari makanan dan minuman yang mempunyai kadar lemak tinggi
  3. Menghindari makanan yang berserat kasar
  4. Menghindari minuman beralkohol
  5. Mencegah diri dari obesitas
  6. Menghindari diri dari infeksi Hepatitis B dengan cara vaksinasi. Vaksinasi hepatitis B dapat bertahan selama 6 tahun
  7. Menghindari penekanan berat pada bagian liver
  8. Rutin memeriksakan memeriksakan fungsi liver setiap tahun.
  9. Minum Nectura Juice

 

 

  • Pengobatan / Terapi kanker liver

Jika pengobatan kanker hati tidak tepat waktu atau pengobatan tidak tepat, rata-rata waktu hidup pasien hanya setengah tahun. Kanker hati tahap awal tidak memiliki gejala yang jelas, namun begitu ditemukan sudah merupakan tahap menengah ataupun lanjut, maka dari itu diagnosis yang efektif dan tepat waktu untuk kanker hati sangatlah penting

Jenis pengobatan kanker liver

1. Operasi atau pembedahan 

Pasien yang akan melakukan pembedahan akan memiliki kemungkinan keberhasilan yang tinggi dalam operasi pengangkatan tumor, khususnya jika ukuran tumor di bawah 5 cm.

Operasi ini sendiri bisa dilakukan dengan mengangkat tumornya saja (Hepatektomi parsial) atau dengan mengangkat seluruh bagian dari seluruh organ liver.

Namun bila tumor sudah besar atau sudah menyebar ke kelenjar getah bening atau keluar liver maka pembedahan tidak akan bisa bisa efektif untuk mengangkat tumor.

Biasanya dokter bedah akan melakukan transplantasi hati di mana organ hati dari sang pendonor akan ditanamkan ke tubuh penderita kanker hati.

Jenis-jenis pembedahan untuk kanker liver :

  • Hepatektomi parsial. Hepatektomi parsial merupakan pembedahan yang hanya mengangkat tumornya saja dan hanya mengambil sebagian dari hati.
  • Hepatektomi total. Hepatektomi total merupakan pembedahan yang dilakukan secara kompleks dengan mengangkat seluruh organ hati. Prosedur pembedahan ini harus dilakukan dengan transplantasi hati karena pasien tidak akan bisa bertahan hidup jika tidak memiliki hati.
  • Transplantasi hati. Prosedur transplantasi hati melibatkan dua langkah dimana pasien kanker liver akan mendapatkan donor berupa organ hati yang masih sehat yang berasal dari orang yang mati otak.

Organ hati yang masih sehat ini akan ditanam ke dalam tubuh pasien untuk menggantikan organ hatinya yang sudah rusak. Selain memiliki resiko dan biaya yang sangat mahal, metode ini juga memiliki efek samping.

Efek samping utama transplantasi hati termasuk:

  • Memiliki resiko infeksiyang tinggi.
  • Organ liver yang baru tidak mampu memproduksi protein pembekuan darah shingga bisa mengakibatkan perdarahan.
  • Pembuluh darah utama yang mensuplai darah ke hati mengalami pembekuan.
  • Tubuh pasien tidak bisa menerima organ hati transplantasi (menolak).

 

2. Kemoterapi intervensi 

Pengobatan kemoterapi untuk kanker liver menggunakan obat-obatan kimia untuk membunuh sel-sel kanker. Obat kemoterapi bisa berupa pil, intravena infus maupun jarum suntik yang akan disuntikkan langsung menuju ke lokasi tumor (kemo regional).

Manfaat penyuntikan langsung menuju lokasi tumor adalah untuk memperkecil efek samping kemoterapi pada sel-sel yang sehat.

Obat kanker yang dimasukkan ke tubuh mampu memperkecil tumor dengan menghambat asupan makanan tumor yang berasal dari nutrisi pembuluh darah.

Obat kemoterapi yang sering digunakan adalah Gemcitabine, Oxaliplatin, Mitomycin, Bevacizumab Fluororacil, Epirubicin dan Pirarubicin.

Efek samping kemoterapi misalnya :

  • Mudah berdarah
  • Mudah memar
  • Mudah terinfeksi
  • Mengalami keletihan
  • Mengalami kerontokan rambut
  • Gusi berdarah dan sariawan
  • Sering mual dan muntah
  • Nafsu makan turun.

 

Kemoterapi regional terdiri dari :

  • Hepatic Artery Chemoembolization

Perawatan ini bertujuan untuk memblokir aliran darah yang masuk ke organ liver dengan cara menyuntikkan obat antikanker ke dalam arteri hati.

Penyumbatan yang terjadi bisa bersifat permanen atau sementara, dan memungkinkan obat untuk membunuh sel kanker dengan cara menghentikan pasokan kaya nutrisi dan oksigen ke tumor.

Tetapi pendekatan ini tidak merusak bagian hati lainnya yang terus menerima darah dari vena portal. Efek samping yang biasa terjadi pada metode ini adalah adalah muntah, mual, sakit perut, demam, infeksi, kelelahan, atau masalah dengan perangkat pompa yang digunakan.

Terapi ini tidak memakan waktu yang lama dan pasien hanya perlu beristirahat selama 1 hari setelah melakukan terapi ini.

  • Selective Internal Radiation Therapy (SIRT)

SIRT tidak sama dengan radioterapi konvesional yang ain karena terapi ini menggunakan radiasi yang diarahkan langsung ke lokasi tumor dan hanya membakar bagian tumor saja .

Tentunya dengan terapi ini dokter tidak akan mengalami kesulitan untuk menjangkau lokasi tumor sebagaimana radioterapi eksternal yang lain.

Selain itu SIRT juga memiliki kemampuan radiasi 40 kali lipat yang lebih efektif terhadap tumor jika dibandingkan dengan  metode konvesional biasa.

  • Hepatic Arterial Infusion

Perawatan ini merupakan pilihan pengobatan di mana agen-agen kemoterapi diinfuskan dalam arteri hati. Obat dimasukkan melalui kateter secara periodik.

 

  • Isolated Liver Perfusion

Metode ini masih belum final dan masih dalam uji klinis. Tujuan dari metode ini adalah untuk mengekspos hati dengan kemoterapi dosis tinggi dengan menghentikan pasokan darah ke hati untuk sementara.

Perawatan ini memerlukan operasi kompleks dimana kateter dimasukkan ke dalam arteri hati, portal vena dan dan vena hati.

 

  • Percutaneous Ethanol Ablation (PEA)

Perawatan yang sangat sederhana ini dilakukan dengan menginjeksi etanol  langsung menuju ke tumor untuk membunuh kanker hati.  Etanol ini akan mendehidrasi sel kanker yang pada akhirnya bisa menghancurkan tumor lalu mengubah struktur protein selular.

Efek samping yang paling umum dari perawatan ini adalah demam dan rasa sakit yang disebabkan oleh kebocoran alkohol pada permukaan hati dan ke rongga perut.

Metode yang tergolong baru dalam pengobatan tumor ini sangat cocok untuk digunakan pada kasus kanker hati dengan tumor yang berkantung (mirip kapsul) dengan ukuran tumor dibawah 3 cm.

Metode pengobatan ini juga bisa dipertimbangkan untuk mengatasi kasus kanker kambuhan yang sebelumnya telah diobati dengan metode minimal invasive lainnya.

 

  • Embolisasi Portal Vena

Embolisasi Portal Vena merupakan pendekatan perawatan di mana pasokan portal vena darah tersumbat.

Perawatan ini biasanya dilakukan sebelum dilakukan operasi untuk pasien yang memiliki ukuran tumor yang sangat besar dan sulit diangkat.

Embolisasi Portal Vena memiliki dua manfaat, yaitu :

1) secara substansial mengurangi satu bagian dari hati (di mana biasanya tumor terletak) dan

2) menyebabkan organ hati yang tersisa untuk tumbuh.

 

3. Terapi Radiofrekuensi Ablasi (RFA)

Terapi Radiofrekuensi Ablasi merupakan suatu metode invasif minimal lain yang mampu mengangkat kanker liver dengan tingkat kesuksesan yang tinggi.

Metode pengobatan ini bekerja dengan cara memasukkan RFA probe (alat seperti jarum) lalu menggunakan gelombang radio untuk memasak tumor.

Metode yang biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi lokal ini juga bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada kasus-kasus kanker paliaf care (tahap lanjut).

 

4. Pengobatan tradisional China 

Pengobatan ini menitikberatkan pada peningkatan fungsi anti kanker dengan memperbaiki gejala yang timbul. Misalnya rasa nyeri pada liver, asites, radang dan lain-lain. Selain itu pengobatan ini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya.

 

5. Cryosurgery 

Metode pengobatan ini merupakan prosedur invasif minimal yang mengatasi kanker hati dengan membekukan sel kanker.

Terapi ini tidak menimbulkan rasa sakit yang berlebihan dan bekas luka pasca operasi sehingga pasien lebih cepat pulih.

Namun terapi pengobatan ini memiliki beberapa resiko seperti kerusakan jaringan syaraf dan jaringan sehat di dekatnya.

 

6. Terapi menggunakan NecturaJuice

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *