Penyebab Anak Mengalami Diare Setelah Minum Susu Sapi

minum susu

minum susu

Susu merupakan minuman yang mengandung banyak nutrisi. Namun, tidak semua andak bisa menerima pemberian susu tambahan, khususnya pemberian susu sapi dengan baik. Sebagian dari anak-anak  akan mengalami berbagai reaksi penolakan seperti mual maupun diare setelah diberi minuman tambahan seperti susu sapi.

Dr. Gregorius Bimantoro menyatakan bahwa, mual atau diare pada anak setelah mengkonsumsi susu sapi kemungkinan disebabkan karena anak tersebut memiliki intoleransi laktosa. Namun, belum tentu setiap anak yang mengalami gejala seperti mual atau diare setelah minum susu sapi dapat dipastikan mengalami intoleransi laktosa.

Bila gejala seperti mual maupun diare setelah minum susu sapi hanya terjadi satu atau dua kali saja belum tentu anak tersebut memiliki intoleransi laktosa.

Menurut Dr. Gregorius Bimantoro, Dalam menentukan seorang anak memiliki intoleransi laktosa atau tidak masih memerlukan observasi yang lebih mendalam lagi. Sebab, gejala seperti diare maupun mual setelah mengkonsumsi susu sapi bisa saja disebabkan oleh faktor-faktor yang lain, seperti kondisi anak tersebut yang memang kurang sehat atau tidak seimbangnya flora normal dalam organ pencernaan si anak sehingga muncullah gejala diare.

Observasi lebih dalam dapat dilakukan dengan cara mengganti merk susu sapi yang kita berikan pada anak kita maupun memberikan susu sapi ketika kondisi si anak benar-benar fit. Bila gejala seperti diare maupun mual masih terus berlangsung, maka besar kemungkinan anak tersebut memang memiliki intoleransi laktosa.

gangguan pencernaan

gangguan pencernaan

Namun, untuk memastikan apakah anak tersebut memang memiliki intoleransi laktosa atau tidak sebaiknya harus diperiksakan terlebih dahulu ke dokter ahli. Sebab dikhawatirkan bila si ibu langsung mengganti susu sapi dengan susu kedelai. Ada beberapa kandungan nutrisi yang hanya terdapat pada susu sapi yang bermanfaat bagi si anak yang nantinya tidak bisa didapatkan oleh si anak bila susunya diganti dengan susu kedelai.

Menurut berbagai situs kesehatan, intoleransi laktosa merupakan suatu kondisi dimana seseorang atau anak memiliki ketidakmampuan dalam mencerna laktosa yang merupakan protein yang terdapat di dalam susu sapi.

Gejala yang ditimbulkan akibat dari intoleransi laktosa umumnya, seperti nyeri maupun kram pada bagian bawah perut, kembung, ada suara di bagian bawah perut, munculnya gas dalam perut serta diare.

Reaksi yang timbul setelah mengkonsumsi makanan tertentu merupakan hal yang wajar. Namun mayoritas disebabkan karena adanya intoleransi makanan daripada karena alergi. Namun sayangnya, gejala dari intoleransi makanan maupun alergi umumnya hampir mirip sehingga sulit sekali untuk diidentifikasi oleh masyarakat awam.

Sebenarnya, alergi terhadap jenis makanan tertentu jarang sekali terjadi daripada yang kita duga sebelumnya. Kir-kira hanya sekitar 0,1 sampai 5% penduduk di dunia ini yang mengidap alergi. Alergi terhadap makanan umumnya terjadi karena adanya reaksi sistem imunitas tubuh yang berpengaruh pada beberapa organ dalam tubuh.

Bila seseorang mengalami alergi terjadap jenis makanan tertentu, meskipun mengkonsumsi makanan tersebut dalam jumlah yang sedikit, maka akan langsung timbul reaksi alergi. Bila yang terpengaruh adalah bagian dari sistem pencernaan maka akan menimbulkan reaksi alergi berupa muntah, mual-mual maupun diare. Bila yang terpengaruh adalah bagian kulit, maka reaksi yang muncul berupa gatal-gatal atau munculnya ruam pada kulit.

Reaksi alergi berlebihan yang dapat mengancam jiwa seseorang umumnya disebut anafilaksis, karena dapat menyebabkan munculnya gangguan pernapasan serta dapat menurunkan tekanan darah secara drastis.

Sedangkan intolerasi terhadap jenis makanan tertentu umumnya akan timbul secara bertahap serta tidak melibatkan sistem imunitas tubuh. Bila seseorang yang mengalami intoleransi terhadap makanan , orang tersebut masih bisa mengkonsumsi makanan tertentu dalam jumlah yang sedikit tanpa menimbulkan reaksi apapun.

Pengidap intoleransi makanan baik dewsa maupun anak-anak juga bisa melakukan berbagai upaya pencegahan reaksi. Contohnya, bila memang mengidap intoleransi alktosa, bisa tetap mengkonsumsi susu yang tidak mengandung laktosa.

Ada beberapa kondisi tertentu yang dapat memicu timbulnya reaksi dari intoleransi terhadap makanan, seperti:

  • Kurangnya atau bahkan tidak adanya enzim tertentu yang sangat diperlukan untuk mencerna suatu makanan secara utuh, seperti laktosa.
  • Adanya iritasi pada bagian pencernaan. Kondisi seperti inilah yang biasanya menyebabkan munculnya kram, sembelit maupun diare.
  • Keracunan makanan. Racn atau toksin seperti bakteri yang terdapat di dalam makanan yang sudah rusak dapat menyebabkan munclnya gangguan pada pencernaan yang parah.
  • Tambahan zat seperti zat pengawet dalam makanan.
  • Faktor psikologis seperti kejadian stres yang berulang.
  • Penyakit celiac. Seseorang yang mengidap penyakit celiac umumnya mengalami gangguan pencernaan yang dicu oleh adanya protein tertentu pada makanan seperti gluten yang banyak terdapat di dalam produk makanan yang terbuat dari tepung.