Penyebab Dan Cara Mengatasi Kutu Air

Apakah anda pernah mengalami kondisi dimana terdapat bercak berwarna keputihan pada kaki anda ?

Bukan hanya itu karena seringkali pada bagian tersebut terasa gatal dan terlihat adanya bercak seperti jamur.

Kondisi ini bisa terjadi karena kondisi kaki anda lembab dan kondisi air yang kurang baik hingga kemudian akhirnya meningkatkan resiko munculnya jamur pada kaki anda yang berakibat munculnya infeksi.

Jenis jamur yang hinggap pada kaki tersebut merupakan jamur trikofiton (trichophyton) dan dermatofit (dermatophytes).

Meskipun kaki merupakan bagian tubuh yang paling sering terkena infeksi ini namun bukan berarti bagian tubuh yang lain tidak bisa terkena infeksi ini.

Penyebab Dan Cara Mengatasi Kutu Air

Gejala Munculnya Kutu Air

Gejala yang biasanya terjadi ketika seseorang terkena infeksi kutu air adalah kulit terlihat kemerahan dan terasa gatal.

Sebagian diantaranya kulit terlihat menjadi kering dan terkadang muncul sisik yang disertai dengan rasa panas seperti terbakar.

Untuk kondisi yang parah biasanya pada bagian kaki akan terlihat seperti melepuh, pada bawah bagian epidermis kulit jika pecah akan terlihat cairan nanah dan jaringan di bawah kulit akan membengkak.

 

Penyebab Kutu Air

  • Lingkungan Lembab

Kondisi lingkungan sekitar yang lembab cenderung menjadi penyebab utama dari masalah kesehatan yang berhubungan dengan penyakit kutu air.

Dengan kata lain dengan lingkungan yang lembab maka jamur akan mudah tumbuh di lingkungan tersebut.

Lingkungan yang hangat dan lembab merupakan kondisi yang sangat disukai oleh jamur, sehingga tidak mengherankan jika jamur mudah tumbuh di tempat tersebut.

 

  • Menggunakan Sepatu Dalam Waktu Lama

Bilamana anda sering menggunakan sepatu dalam jangka waktu yang lama maka hal ini bisa meningkatkan resiko untuk terkena kutu air karena kondisi di dalam sepatu akan cenderung lembab dan jamur akan tumbuh subur di dalam sepatu.

 

  • Menggunakan Alas Kaki yang Basah

Alas kaki seperti sandal, sepatu dan kaos kaki adalah media yang menjadi tempat kesukaan jamur untuk bisa tumbuh dengan subur karena jamur suka tumbuh di tempat yang gelap dan lembab.

Jadi jika kaos kaki, sepatu atau sandal anda dalam kondisi basah maka wajar saja jika kaki anda mudah terkena kutu air.

 

  • Kaki yang Sering Terkena Air Cucian

Jika anda sering mencuci pakaian dan kaki anda dalam kondisi yang basah akibat terkena air cucian maka wajar saja jika kaki anda mudah terkena kutu air.

Hal ini bisa terjadi karena air bekas cucian biasanya kotor dan banyak mengandung kuman yang jahat.

Maka dari itu ketika membuang air bekas cucian biasanya akan mengenai kaki sehingga kuman yang jahat akan menempel pada kaki anda.

 

  • Terkena Air Banjir

Bila lingkungan anda terkena bencana alam banjir maka anda harus waspada terhadap penyakit kutu air.

Hal ini dikarenakan air yang kotor akan meluap naik dan mau tidak mau kaki anda akan terkena air yang kotor, kecuali jika anda keluar dengan menggunakan sepatu bot atau penutup kaki yang lain.

 

  • Organ yang Terkait

Pada dasarnya kutu air memang cenderung mengenai bagian kaki namun ada juga bagian tubuh lain yang bisa terkena dampaknya, yaitu kuku.

Bila kaki anda terkena kutu air maka kuku anda akan menjadi mudah patah dan rapuh.

Jamur kutu air bisa merusak jaringan epidermis kulit yang bisa membuat kuku pada kaki anda mudah patah.

 

Penularan Kutu Air jamur kutu air

Bagian kulit yang terkena kutu air bisa saja menularkan jamur kutu air hanya melalui kontak kulit langsung walaupun bisa saja ditularkan melalui cairan.

Bisa juga penularan ditularkan melalui perantara yang tidak langsung, misalnya seperti di bawah ini :

  • Menggunakan Handuk Bersama

Dengan menggunakan handuk yang digunakan secara bersama oleh orang yang lebih dari satu maka hal ini bisa menularkan kutu air.

Hal ini bisa terjadi karena jamur kutu air yang menempel pada penderita akan berpindah ke pengguna handuk yang lain.

Tentu saja orang yang menggunakan handuk tersebut tidak akan menyadari perpindahan jamur kutu air.

 

  • Kolam Renang yang Dipakai Bersamaan

Dengan berenang pada kolam yang digunakan oleh orang banyak, jika ada 1 orang yang terkena kutu air maka jamur kutu air tersebut bisa menular ke orang lain.

 

  • Kontak Cairan

Kontak melalui cairan juga bisa menularkan jamur kutu air dan hal ini bukan hanya bisa terjadi pada manusia namun juga pada hewan.

 

  • Bekas Air Mandi

Bekas kuman pada air mandi bisa saja menginfeksi orang lain yang tidak memiliki penyakit kutu air dikarenakan bekas kuman air kemungkinan menjadi mediasi kontak infeksi jamur.

Sebagai medium jamur, orang lain yang tidak terkena kutu air akan terinfeksi. Sebab bekas kuman air mandi tersebut mampu menjadi kontak infeksinya jamur.

 

Pengobatan Kutu Air pengobatan kutu air

Jamur adalah salah satu jenis organisme makhluk hidup yang paling mudah menyerang.

Maka dari itu bila tidak segera diatasi maka infeksi jamur kutu air bisa menyebar kemana-mana.

Area yang terserang bukan hanya pada daerah kaki tapi juga sampai pada paha, pinggul, pinggang, hingga sampai punggung.

Berikut ini merupakan pengobatan kutu air diantaranya :

  • Oral

Vaksinasi yang dilakukan secara oral atau dimasukkan dari mulut bisa digunakan untuk menetralkan jamur dari luar yang masuk ke dalam.

 

  • Krim Anti Jamur

Dengan menggunakan krim anti jamur yang dioleskan pada area yang terkena kutu air maka hal ini bisa mengatasi jamur kutu air.

 

  • Pastikan Untuk Selalu Dalam Keadaan Kering

Usahakan untuk membersihkan sela-sela jari kaki dari air setelah selesai mandi untuk mencegah kemungkinan tumbuhnya jamur kutu air.

 

  • Kebersihan Alas Kaki Harus Dijaga

Anda harus memastikan bahwa alas kaki anda senantiasa bersih dan tidak menggunakannya dalam kondisi basah untuk mencegah resiko terkena jamur kutu air.

 

  • Gunakan Penutup Kaki

Sebaiknya gunakan penutup kaki pada saat anda mencuci karena hal ini bisa mengurangi resiko kemungkinan jari kaki terkenanya jamur.

 

  • Menggunakan Minyak Kelapa

Minyak kelapa bisa anda gunakan untuk menghambat pertumbuhan jamur kutu air.

Bukan hanya itu karena kandungan asam laurat pada minyak kelapa bisa mencegah terjadinya inflamasi.