Penyebab Dan Cara Mengatasi Sariawan

sariawan di bibir

sariawan di bibir

Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi di bulan puasa adalah sariawan. Bahkan terkadang sariawan bisa muncul di beberapa area sekaligus dalam mulut, seperti lidah maupun bibir. Sebenarnya, puasa sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Namun, ada beberapa bagian dalam tubuh kita yang mengalami konsekuensi dari puasa, yaitu mulut.

Puasa baik untuk ginjal serta sistem pencernaan karena saat berpuasa kedua organ tersebut tidak terlalu banyak bekerja, seperti di hari-hari biasanya. Namun, dampak dari puasa tersebut justru menyebabkan kita mudah mengalami sariawan.

Munculnya sariawan di bagian mulut terjadi karena adanya peningkatan populasi bakteri yang ada di dalam mulut. Bakteri tersebut berkembang biak dengan cepat karena mulut tidak mengasup makanan apapun dalam waktu yang lama ketika kita berpuasa.

Ketika perut kita dalam keadaan kosong saat kita menjalankan puasa, maka asam lambung akan naik ke tenggorokan. Naiknya asam lambung ke tenggorokan akan mempengaruhi populasi mikroba yang ada di dalam mulut menjadi semakin meningkat sehingga menyebabkan sariawan.

Berbagai macam bakteri serta mikroba sangat suka dengan kondisi mulut yang asam. Dengan kondisi mulut yang asam, maka bakteri dan mikroba tersebut dapat berkembang biak dengan pesat. Selain itu, ketika kita berpuasa maka kita tidak mengasup makanan serta minuman dalam waktu yang lama, sehingga terjadi penurunan daya tahan tubuh. Maka bakteri dan mikroba tersebut lebih mudah untuk memicu peradangan serta munculnya sariawan di mulut.

Dalam kondisi normal, ada sekitar 200 macam mikroba yang terdapat dalam mulut. Sehingga ketika seseorang menjalankan puasa serta kurang memperhatikan kebersihan mulutnya, maka mikroba yang ada di dalam mulutnya akan semakin bertambah sehingga menyebabkan berbagai masalah seperti peradangan serta sariawan.

sariawan di lidah

sariawan di lidah

Peradangan pun tidak hanya terjadi di dalam mulut saja yang nantinya menyebabkan sariawan, namun juga bisa terjadi di tenggorokan. Maka dari itu, ketika kita berpuasa, tentunya anda pernah mengalami keluhan seperti adanya rasa nyeri tenggorokan.

Hampir semua orang pernah mengalami sariawan, baik itu anak-anak sampai orang-orang lanjut usia. Namun jangka waktu sembuhnya sariawan bisa berbeda-beda antara satu orang dengan orang yang lain. Ada orang yang mengalami sariawan dan cepat sembuh, namun ada juga yang perlu waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu.

Menurut beberapa pakar kesehatan, kesembuhan dari penyakit sariawan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sebab, sariawan juga termasuk suatu penyakit yang bisa disebabkan oleh banyak faktor. Jadi tidak mengherankan bila waktu sembuh dari sariawan bisa sangat berbeda-beda dan tergantung dari penyebab sariawan tersebut.

Bila penyebab dari sariawan masih belum disembuhkan, maka sariawan pun akan sulit untuk disembuhkan. Bahkan bisa muncul lagi dan semakin parah.

Munculnya sariawan sering diartikan dengan kurangnya asupan vitamin C. Sehingga untuk mempercepat kesembuhan dari sariawan, banyak orang yang memperbanyak jumlah asupan vitamin C . Namun terkadang ada beberapa kasus sariawan yang masih belum juga sembuh meskipun kita sudah memperbanyak asupan vitamin C.

Bila sudah seperti itu, berarti sariawan yang anda alami bukan karena kekurangan vitamin C. Bisa jadi karena faktor keturunan, faktor kondisi mulut, masalah hormonal serta faktor stres. Ketika seseorang mengalami stres dan stres yang dialaminya masih belum hilang, maka sariawan yang dialaminya akan susah untuk disembuhkan.

Sariawan yang disebabkan karena faktor genetika, adalah orang-orang tertentu yang mudah sekali mengalami sariawan karena pengaruh dari keturunan. Sedangkan faktor kondisi mulut, terjadinya sariawan lebih disebabkan karena kebersihan mulut yang tidak optimal maupun karena pemakaian kawat gigi.

Sariawan yang disebabkan oleh faktor masalah hormonal umumnya lebih sering terjadi pada wanita serta sangat berhubungan erat dengan siklus haid. Misalnya, sariawan cenderung terjadi sebelum seorang wanita mengalami menstruasi dan sariawan yang dialaminya sembuh sendiri setelah masa menstruasinya selesai.

Aphthe_UnterlippeSariawan bukan salah satu penyakit karena infeksi. Sebab, sariawan tidak didahului dengan demam, tidak disertai dengan peradangan pada kelenjar getah bening regional serta tidak mudah berdarah.

Di mulut, sariawan akan meninggalkan luka berbentuk cekungan dangkal, tepinya jelas dan beraturan, berbentuk bulat maupun oval yang dikelilingi dengan halo atau cincin berwarna kemerahan. Luka karena sariawan di bagian mulut yang selalu dalam kondisi basah seperti ini akan terasa sangat menyakitkan. Sariawan sebetulnya termasuk penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya.

Menurut orang-orang jaman dulu, berkumur dengan air hangat yang dicampur dengan garam akan menyembuhkan sariawan. Berkumurlah dengan air garam selama 1 sampai 2 menit. Biarlah air garam bekerja di dalam mulut.

Selain itu, perlu juga untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. ebab karies akan ikut memperparah keadaan sariawan di mulut. Hindari menggunakan kawat gigi yang tidak cocok khususnya bagi orang-orang yang rentan mengalami sariawan. Dan tidak lupa memilih pasta gigi yang cocok untuk kondisi mulut.

Orang-orang yang mudah mengalami sariawan sebaiknya perlu untuk menjauhi makanan yang mengandung penyedap, pewarna serta berpengawet. Makanan yang tidak alami justru dapat memicu alergi, dan alergi nantinya juga akan memicu munculnya sariawan.

Banyak orang yang rajin mengkonumi buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin C namun masih bisa mengalami sariawan. Seperti sebelumnya, sariawan bukan disebabkan oleh kurangnya vitamin C, namun lebih disebabkan oleh kurangnya asupan vitamin B.

2 comments for “Penyebab Dan Cara Mengatasi Sariawan

  1. Pingback: Jessie
  2. Tan
    December 6, 2015 at 4:43 pm

    namun paling kesal jika sariawannya timbul karena luka. sembuhnya pun lama sekali.

Comments are closed.