Penyebab Dan Efek Menguap Pada Tubuh


Penyebab Menguap

Meski hingga pada saat ini masih belum ditemukan penyebab yang pasti kenapa seseorang bisa menguap, namun ada sebuah teori yang cukup menjanjikan dimana teori ini juga telah melewati berbagai penelitian dan hampir tidak ada pendapat yang bertentangan.

Teori tersebut menyatakan bahwa aktifitas menguap pada seseorang terjadi akibat suhu otak mengalami peningkatan dari biasanya.

Namun sekali lagi teori ini hingga saat ini masih belum memiliki bukti yang pasti dan permanen.

Padahal hampir semua orang mengetahui bahwa otak adalah organ tubuh yang membutuhkan energi yang terbanyak jika dibandingkan dengan organ tubuh yang lain.

Otak manusia memiliki ukuran yang jika dibandingkan hampir sama dengan buah jeruk bali, namun meski demikian dalam sehari otak manusia bisa saja menghabiskan 40% energi yang dihasilkan oleh proses metabolisme dalam tubuh.

Di sisi lain para peneliti juga menemukan bahwa dengan menguap maka otak manusia akan mendapatkan efek pendinginan dimana hal ini sangat bermanfaat bagi manusia karena dengan demikian maka otak manusia tidak akan menjadi terlalu panas.

Sedangkan jika suhu otak mengalami kenaikan dan menjadi terlalu panas dari suhu yang seperti biasanya maka hal ini bisa menjadikan kesadaran mengalami penurunan serta tingkat kewaspadaan mengalami penurunan.

Biasanya pada saat tubuh Anda merasa lelah dan capek, apalagi jika hal ini terjadi dalam waktu yang cukup lama maka kondisi ini akan beresiko untuk membuat otak mengalami stimulasi untuk menjadi lebih panas dari suhu biasanya.

Bilamana Anda menderita suatu infeksi penyakit maka resiko tersebut akan menjadi semakin lebih besar, apalagi jika pada saat tersebut Anda berada pada tempat atau lingkungan yang cukup panas.

Ada 3 hal yang bisa menentukan suhu otak, diantaranya :

• Kecepatan aliran darah di dalam pembuluh darah arteri

• Suhu darah dalam tubuh

• Metabolisme di dalam otak yang menghasilkan suhu panas di dalam tubuh

Maka dari itu, bisa saja menguap terjadi dikarenakan kecepatan aliran darah di dalam pembuluh darah arteri mengalami peningkatan dan bisa saja menguap dilakukan untuk menurunkan suhu darah yang masuk ke dalam otak.

 

Efek Menguap Pada Tubuh Penyebab Dan Efek Menguap Pada Tubuh

Anda akan membuka mulut kemudian menarik napas yang panjang lalu napas tersebut dihembuskan dalam waktu yang singkat, itulah tahapan atau gerakan-gerakan yang Anda lakukan pada saat Anda menguap.

Pada gerakan awal ketika sedang menguap biasanya otot-otot pada sekitar tulang tengkorak Anda akan berkontraksi kemudian mengalami peregangan.

Hal inilah yang biasanya membuat kepala Anda terasa menjadi lebih dingin, dikarenakan darah yang lebih dingin dialirkan menuju ke dalam kepala dan bukan hanya itu saja karena darah hangat yang ada di dalam kepala juga akan dikeluarkan atau disebarkan ke seluruh tubuh.

Hal tersebut membuat aliran darah yang menuju ke tulang tengkorak dan dalam otak akan mengalami peningkatan dan pada waktu yang bersamaan akan membuat pembuluh darah vena mengeluarkan darah hangat dari dalam kepala menuju ke seluruh tubuh.

Sirkulasi darah pada daerah tersebut bisa saja mengalami peregangan otot-otot pada sekitar tulang tengkorak.

Pada saat Anda menguap, melakukan gerakan seperti menggoyangkan kepala atau meregangkan lengan juga bisa mendinginkan otak Anda.

Ada sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus dan manusia dimana hasilnya menunjukkan bahwa suhu otak yang mengalami peningkatan bisa memicu resiko untuk menguap, dan setelah selesai melakukan gerakan menguap maka hasilnya suhu otak mengalami penurunan jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Pada saat suhu di sekitar Anda menjadi lebih panas maka Anda akan cenderung lebih sering untuk menguap.

Namun pada saat suhu di sekitar Anda menjadi sangat tinggi bahkan melebihi suhu di dalam otak maka dampaknya Anda justru akan menjadi jarang menguap.

 

Kenapa Menguap Bisa Menular ? kenapa menguap bisa menular

Anda pasti pernah mengalami kejadian yang cukup unik dimana ada seseorang yang sedang menguap, tidak lama kemudian orang lain yang berada di dekatnya ikut menguap dimana kejadian ini jika dilihat oleh orang lain terlihat seperti menular.

Sejak jaman dahulu telah dilakukan berbagai penelitian mengenai kejadian tersebut dimana para peneliti mencari penyebab dari kenapa menguap bisa menular pada orang lain, dan sepertinya kejadian tersebut berkaitan dengan faktor psikologis yaitu rasa empati pribadi masing-masing.

Para peneliti tersebut memiliki dugaan bahwa reaksi seseorang pada saat ikut menguap setelah melihat orang lain menguap, hampir sama dengan seseorang yang melihat film dimana tokoh dalam film tersebut jatuh dari ketinggian maka dirinya akan ikut merasa jatuh dari ketinggian seperti dalam film.

Namun dari penelitian tersebut, ada hal menarik yang patut untuk digarisbawahi bahwasanya seseorang yang memiliki gangguan kepribadian skizotipal atau autisme tidak mudah tertular untuk menguap.

Para peneliti memiliki dugaan bahwa hal tersebut bisa terjadi dikarenakan mereka kurang memiliki rasa empati dan belas kasihan.

 

Janin Bisa Menguap janin bisa menguap

Hingga saat ini masih ada yang belum mengetahui penyebab pasti dan alasan kenapa bayi yang masih ada di dalam kandungan bisa menguap.

Kejadian ini baru ditemukan pada tahun 2012 yang lalu dimana seorang dokter sedang melakukan pemeriksaan dengan USD 4 dimensi pada seorang bayi.

Dilaporkan dari LiveScience bahwa kejadian ini memiliki hubungan yang erat dengan perkembangan otak dan bisa digunakan sebagai penanda masa tumbuh kembang anak.

 

Menguap Bisa Lebih Menular Pada Teman Akrab 

Meski menguap bisa menular pada orang lain, namun tidak semua orang bisa menularkannya dengan mudah pada orang lain.

Pada tahun 2012 yang lalu telah diadakan penelitian yang hasilnya menunjukkan bahwa menguap bisa lebih menular pada kedua orang yang memiliki hubungan yang akrab.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan semakin dekatnya hubungan Anda dengan seseorang baik secara genetis atau emosional, maka akan semakin cepat Anda mudah tertular atau menularkan (menguap),” kata Decker.

Berarti bisa ditarik kesimpulan bahwa menguap bisa terjadi pada saat tubuh seseorang berusaha menurunkan suhu otaknya untuk meningkatkan kewaspadaan, atau bisa jadi menguap tersebut terjadi setelah melihat orang lain menguap.