Penyebab Dan Gejala Radang Gusi

penyebab radang gusi

penyebab radang gusi

Penyakit radang gusi bisa terjadi pada siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Radang gusi atau gingivitis merupakan suatu kondisi berubahnya struktur gusi yang juga ditandai dengan adanya perubahan warna pada gusi.

Radang gusi umumnya lebih disebabkan karena kurangnya kebersihan mulut. Radang gusi yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan infeksi yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Maka dari itu, bila anda merasa bahwa anda mengalami radang gusi sebaiknya segera konsultasikan ke dokter gigi. Menurut para ahli kesehatan, radang gusi disebabkan karena kurangnya kebersihan rongga mulut. Misalnya, lupa menggosok gigi sehingga menyebabkan tumbuhnya karang gigi serta penumpukan sisa-sisa makanan di gigi.

Karang gigi dan sisa makanan yang membusuk menyebabkan iritasi pada gusi sehingga gusi menjadi bengkak. Selain karena kurangnya kebersihan rongga mulut, radang gusi juga bisa terjadi karena anda kekurangan vitamin C.

Radang gusi juga bisa terjadi karena factor lain, seperti stress, kebiasaan merokok, factor keturunan serta karena adanya lubang pada gigi. Radang gusi juga berkaitan dengan penggunaan pil KB, penyakit diabetes, penyakit gangguan darah serta reaksi alergi.

Gusi yang sering sekali berdarah juga harus diwaspadai karena gusi berdarah merupakan salah satu gejala dari leukemia. Penyakit radang gusi akan berdampak lebih buruk lagi jika terjadi pada ibu-ibu yang sedang hamil, yang telah menopause maupun ibu-ibu yang menggunakan pil KB.

Tanpa kita sadari, radang gusi dapat menyebabkan tumor, rubor atau munculnya warna kemerahan pada gusi, serta dollor atau rasa sakit yang luar biasa pada gusi.

Berbagai gejala dari radang gusi, meliputi:

  • radang gusi

    radang gusi

    Gusi yang tampak merah

  • Pembengkakan pada gusi
  • Napas berbau
  • Gigi yang mudah goyah
  • Gusi mengeluarkan darah
  • Adanya nanah pada gusi
  • Gigi mudah lepas dengan sendirinya

Radang gusi menimbulkan dua macam gejala, yaitu gejala primer dan gejala sekunder. Gejala primer ditandai dengan adanya pembengkakan pada bagian gusi. Pembengkakan gusi disertai dengan demam dan kepala terasa pusing. Sedangkan gejala sekunder dari radang gusi, ditandai dengan rasa sakit ketika gusi disentuh atau ketika menyikat gigi. Rasa sakit yang timbul bisa menyebabkan sakit kepala sebelah atau biasa disebut migraine.

Radang gusi bisa sangat berbahaya, karena infeksi yang terjadi pada gusi bisa masuk ke dalam tubuh melalui pembuluh darah serta mampu merusak organ tubuh yang vital, seperti paru-paru, jantung, mata serta otak.

Bila infeksi sampai masuk ke jantung maka akan menyebabkan suatu kondisi yang disebut percarlitis atau peradangan pada selaput jantung. Bila infeksi yang menyebabkan radang gusi sampai masuk ke paru-paru, maka akan menyebabkan penyakit TBC. Bila sampai masuk ke mata akan menyebabkan gangguan pada penglihatan. Jika sampai masuk ke otak maka akan menyebabkan penyakit meningitis.

Penyakit radang gusi pada anak-anak umumnya lebih disebabkan karena kebiasaan menyikat gigi yang salah. Bila menyikat gigi dilakukan dengan benar, maka anak-anak tidak akan sampai mengalami radang gusi. Cara untuk mencegah penyakit radang gusi adalah dengan mencegah terjadinya pembusukan gigi.

Satu-satunya cara untuk mencegah pembusukan gigi adalah dengan menyikat gigi secara teratur. Cara seperti ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penimbunan plak serta sisa-sisa makanan di gigi. Perbanyak konsumsi makanan maupun minuman yang sehat dan tidak akan mengganggu kesehatan gigi dan gusi.

kebiasaan menyikat gigi

kebiasaan menyikat gigi

Periksalah kesehatan gigi dan gusi secara teratur paling tidak setiap 6 bulan sekali. Ketika menyikat gigi, maka sikatlah gigi di bagian sekitar gusi. Cara seperti ini bertujuan untuk membersihkan semua plak dan sisa makanan yang menumpuk pada celah-celah gigi.

Selain karena infeksi bakteri, radang gusi juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur maupun serangan virus tertenu. Bila anda memiliki masalah kesehatan tertentu, misalnya herpes; juga bisa menyebabkan munculnya radang gusi. Penyakit herpes bisa menjadi semakin parah dan akan memunculkan suatu kondisi yang disebut herpes akut gingivostomatitis yang dapat mengakibatkan terjadinya pembengkakan pada bagian gusi.

Oral thrush merupakan salah satu bentuk dari pertumbuhan jamur alami yang ada di dalam mulut secara berlebihan. Pertumbuhan jamur yang terjadi secara berlebihan akan menyebabkan terjadinya pembengkakan pada gusi serta dapat menyebabkan gusi berdarah.

Radang gusi maupun pendarahan pada gusi bisa juga merupakan indikasi dari adanya penyakit tertentu, seperti diabetes. Kadar gula darah yang tinggi mampu memicu pertumbuhan kuman serta penumpukan plak pada gigi. Nantinya akan meningkatkan perkembangan bateri maupun kuman dalam rongga mulut. Maka dari itu, pengidap diabetes lebih rentan mengalami gangguan pada rongga mulutnya.

Peradangan serta pendarahan pada gusi seringkali menyebabkan orang menjadi malas untuk menyikat gigi karena akan menyebabkan rasa sakit. Hal ini justru akan menyebabkan plak serta sisa makanan semakin menumpuk sehingga semakin memperburuk kondisi radang gusi.