Penyebab, Jenis Dan Gejala Disfagia (Susah Menelan)


Mengenal Susah Menelan Makanan (Disfagia)

Susah menelan atau yang dikenal dengan istilah Disfagia merupakan kondisi dimana tubuh seseorang membutuhkan waktu lebih banyak serta usaha untuk memindahkan cairan atau makanan dari mulut untuk masuk ke dalam lambung.

Pada faring atau tenggorokan terdapat saluran berotot yang tersambung dengan lambung, dan sambungan inilah yang disebut dengan kerongkongan.

Panjang kerongkongan memiliki panjang sekitar 20 cm yang terdapat lapisan dengan mukosa yaitu jaringan yang lembap dengan warna merah muda.

Letak kerongkongan berada pada belakang trakea serta jantung dan berada pada posisi di depan dari tulang belakang.

Kerongkongan melalui diafragma sebelum akhirnya memasuki lambung. Adapun kondisi susah menelan makanan biasanya merupakan pertanda dari kerongkongan atau tenggorokan yang mengalami masalah yang biasanya kondisi tersebut terjadi dikarenakan seseorang hanya mengunyah makanan dengan sedikit kunyahan atau bisa juga terjadi dikarenakan makan dengan cepat atau buru-buru.

Penyebab, Jenis Dan Gejala Disfagia (Susah Menelan)

 

Kondisi mengalami kesulitan makanan yang terjadi pada anak sebenarnya bukan termasuk sesuatu yang berbahaya karena kondisi ini biasanya juga bisa terjadi pada anak-anak yang lain, namun jika kondisi ini dibiarkan dan sering terjadi maka anak bisa saja mengalami resiko kesehatan yang berbahaya dan membutuhkan perawatan yang serius.

Kondisi kesulitan menelan makanan (Disfagia) sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja baik pada anak-anak ataupun orang dewasa dan lanjut usia, serta seseorang yang memiliki masalah pada sistem syaraf atau otak.

Beberapa penderita disfagia biasanya mengalami kesulitan dalam menelan cairan ataupun makanan tertentu, sedangkan sebagian diantaranya bisa saja mengalami mekanisme gangguan yang lebih parah dalam menelan makanan atau minuman.

Untuk mencegah terjadinya faktor-faktor resiko yang lebih parah maka ada baiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter terdekat untuk mendapatkan informasi ataupun penanganan yang cepat dan tepat.

 

Jenis-jenis Disfagia sulit menelan

Kondisi dari kesulitan menelan makanan atau minuman pada seseorang tidaklah sama karena bisa saja kondisi disfagia berbeda sesuai dengan gejala yang dialaminya.

Kondisi dari disfagia yang terjadi pada seorang anak bisa dikategorikan menjadi 3 jenis yaitu ringan, sedang dan berat.

Berikut ini merupakan Jenis-jenis Disfagia, diantaranya :

  • Disfagia Ringan

Dalam kondisi disfagia ringan,Anda tidak akan mengalami kesulitan dalam menelan cairan namun kondisinya bisa jadi berbeda jika Anda menelan makanan apalagi jika makanan tersebut berbentuk padat maka Anda akan membutuhkan waktu yang lebih lama dari biasanya.

 

  • Disfagia Sedang

Untuk kondisi Disfagia sedang, ada kalanya jika menelan beberapa potong makanan maka makanan tersebut akan tersangkut pada bagian tenggorokan.

Ada kalanya penderita disfagia sedang akan mengalami sensasi makanan yang terasa terganjal pada bagian dada atau kerongkongan.

 

  • Disfagia Berat

Untuk kondisi Disfagia sedang maka biasanya penderita sama sekali tidak bisa memasukkan cairan ataupun makanan ke dalam kerongkongan (esofagus).

 

Tanda-tanda (Gejala) Mengalami Kesulitan Menelan gejala disfagia

Berikut ini merupakan tanda-tanda gejala dari kesulitan menelan makanan, yaitu :

  • Penderita mengalami odynophagia, yaitu kondisi dimana penderita mengalami rasa sakit pada saat menelan makanan atau cairan
  • Penderita tidak bisa menelan cairan atau makanan
  • Sering merasa ada makanan yang tersangkut pada daerah tenggorokan atau dada, atau belakang sternum (tulang belakang)
  • Penderita sering mengelurkan air liur
  • Suara penderita terdengar serak dan berbeda dari biasa (dibandingkan pada saat masih sehat)
  • Penderita mengalami regurgitasi (makanan naik kembali ke atas pada saat ditelan)
  • Mengalami kenaikan asam lambung
  • Mengalami penurunan berat badan yang terjadi secara mendadak
  • Pada saat menelan makanan sering mengalami perasaan ingin muntah atau batuk
  • Karena merasa mengalami kesulitan menelan makanan maka biasanya penderita akan lebih memilih untuk memotong makanan hingga berbentuk kecil supaya tidak merasa sakit pada saat menelan makanan
  • Jika Anda mengalami salah satu gejala yang telah disebutkan di atas maka Ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter terdekat untuk mencegah terjadinya kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan.

Dengan demikian gejala utama dari Disfagia adalah sulit menelan, berat badan menurun dan muntah yang terkadang disertai dengan batuk.

 

Penyebab Disfagia sulit menelan makanan

Disfagia adalah kondisi dimana terdapat sensasi makanan yang terasa seperti tersangkut pada dada atau tenggorokan ketika Anda menelan makanan.

Adapun penyebab dari Disfagia biasanya meliputi :

  • Saraf dan otot yang membantu memindahkan makanan melalui kerongkongan dan tenggorokan yang tidak berfungsi dengan benar. Kondisi ini bisa terjadi jika Anda memiliki: Stroke, otak atau saraf tulang belakang mengalami cedera.
  • Memiliki beberapa gangguan pada sistem saraf, seperti post-polio syndrome, muscular dystrophy, multiple sclerosis, atau penyakit Parkinson.
  • Terdapat masalah pada sistem imun yang bisa mengakibatkan terjadinya peradangan atau pembengkakan serta kelemahan, seperti polymyositis atau dermatomyositis.
  • Kerongkongan mengalami kejang dimana otot yang ada pada kerongkongan tiba-tiba berkontraksi. Ada kalanya kondisi ini bahkan bisa mencegah makanan sampai ke lambung.
  • Scleroderma yaitu kondisi dimana jaringan yang ada pada kerongkongan menjadi sempit dan keras. Scleroderma juga bisa menjadikan otot bawah kerongkongan menjadi lebih lemah, yang bisa mengakibatkan makanan dan asam lambung kembali naik menuju ke tenggorokan dan mulut.
  • Adanya sesuatu yang menghalangi kerongkongan atau tenggorokan dimana kondisi ini bisa terjadi jika Anda memiliki asam lambung (GERD) yang jika asam lambung sering naik menuju kerongkongan, bisa mengakibatkan ulcer pada kerongkongan, yang menyebabkan luka-luka dimana luka-luka ini bisa membuat kerongkongan menyempit.
  • Esofagitis yaitu kondisi dimana kerongkongan mengalami peradangan yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi, asam lambung atau adanya pil yang tersangkut pada kerongkongan. Kondisi ini juga saja disebabkan oleh reaksi alergi terhadap makanan atau benda-benda asing yang ada di udara.
  • Divertikula yaitu kantung-kantung kecil yang terdapat pada dinding kerongkongan atau tenggorokan.
  • Tumor kerongkongan yaitu kondisi dimana penderita memiliki tumor yang tumbuh pada kerongkongan, yang dikhawatirkan adalah kondisi ini bisa saja menunjukkan adanya gejala kanker.
  • Adanya benjolan di luar kerongkongan, seperti kelenjar limfa, tumor, bone spurs pada tulang belakang yang menekan kerongkongan.

Faktor-faktor Risiko Disfagia

Berikut ini merupakan faktor resiko disfagia (sulit menelan makanan) yaitu penderita berada dalam usia yang sudah lanjut atau tua.

Sedangkan proses penuaan yang terjadi secara alami bisa saja memicu kondisi penyakit tertentu seperti penyakit parkinson atau stroke.

Tentu saja seseorang yang sudah memasuki usia lanjut memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami kesulitan menelan.

Adapun kondisi kesehatan tertentu yang terjadi pada sistem saraf atau neurologis juga bisa memicu resiko disfagia.