Perbedaan Antara Pengapuran Dengan Pengeroposan Tulang

osteoarthritis

osteoarthritis

Masih banyak masyarakat di Indonesia yang masih belum paham betul tentang perbedaan pengapuran dengan pengeroposan tulang. Pengapuran tulang sering disebut dengan osteoarthritis, sedangkan pengeroposan tulang sering disebut osteoporosis.

Hal seperti ini masih bisa dimaklumi karena dampak dari pengapuran dengan pengeroposan tulang memiliki kesamaan, yaitu rapuhnya tulang sehingga tulang menjadi mudah patah. Selain itu, pengapuran dengan pengeroposan tulang suja sama-sama terjadi pada orang-orang yang lanjut usia.

Sebenarnya, perbedaan antara pengapuran dengan pengeroposan tulang terletak pada bagian tubuh yang diserang penyakit tersebut. Pengapuran sering menyerang bagian persendian, sedangkan pengeroposan lebih menyerang tulang pada tubuh seseorang.

Gangguan tulang, baik itu pengapuran maupun pengeroposan tulang lebih sering terjadi pada wanita, jika dibandingan dengan pria. Ada sebuah survei terhadap pasien yang menjalani warat inap di poli orthopedi yang menunjukkan bahwa angka perbandingan keluhan tulang pada wanita dan pria sebesar 4:1.

pengapuran pada persendian lutut

pengapuran pada persendian lutut

Menurut Dr Franky Hartono, seorang dokter orthopedi di Siloam Hospitals, menyebutkan bahwa fenomena seperti ini disebabkan oleh adanya pengaruh hormonal serta resiko dari kelebihan berat badan yang banyak dialami oleh wanita.

Semua itu dikarenakan oleh lemahnya otot pada tubuh wanita. Pengapuran serta pengeroposan tulang akan menjadi semakin parah ketika kaum wanita memasuki masa menopause dimana tulang-tulangnya mulai rapuh. Dalam kondisi menopause, kinerja tulang rawan maupun persendian pada wanita menjadi semakin lemah. Maka dari itu, wanita lebih mudah mengalami pengapuran serta pengeroposan tulang.

Pengapuran tulang atau osteoarthritis bisa disembuhkan dengan berbagai macam cara, tergantung dari tingkat kerusakan yang terjadi. Pada tingkatan ringan, pengidap pengapuran atau osteoarthritis dapat mengatasi penyakit yang dialaminya dengan memperbanyak istirahat serta mengubah pola makan dan tidak lupa menjaga posisi tubuhnya saat melakukan aktivitas.

Pengapuran pada tingkat menengah maupun berat, mengharuskan dokter untuk melakukan beberapa tindakan seperti memberikan obat anti inflamasi atau rematik, penyuntikan pada bagian persendian seperti lutut, maupun melakukan tindakan operasi.

Ada baiknya bagi anda untuk segera berkonsultasi pada dokter spesialis tulang bila anda mulai merasakan gejala-gejala adanya pengapuran maupun pengeroposan tulang. Sebab, kebanyakan pasien yang datang untuk berkonsultasi pada dokter ahli tulang yang kondisi tulang rawannya mengalami kerusakan berat pada bagian persendiannya.

Tulang rawan pada bagian persendian tidak sama dengan tulang maupun kulit yang dapat menyambung maupun melekat kembali jika mengalami patah maupun robek.

gambaran osteoporosis

gambaran osteoporosis

WHO mendefinisikan osteoporosis sebagai penyakit tulang keropos. Sebab, manyoritas pengidap osteoporosis mengalami pengurangan massa tulang atau dapat dikatakan mengalami penyusutan tulang. Massa tulang terdiri dari kalsium dan senyawa kolagen yang fungsinya hampir sama dengan semen bagi tulang yang ada di dalam tubuh kita.

Bila massa tulang tulang mulai berkurang, maka tulang menjadi tidak padat. Hal seperti ini akan mengakibatkan tulang menjadi tidak mampu untuk menahan beban yang berat. Benturan ringan saja akan dapat menyebabkan tulang menjadi patah. Maka dari itu, ada baiknya bagi orang-orang yang sudah berusia lanjut untuk berhati-hati saat menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Salah satu tempat aktivitas sehari-hari yang paling berbahaya bagi para pengidap pengeroposan atau osteoporosis adalah kamar mandi. Orang-orang yang sudah lanjut usia sebaiknya berhati-hati bila berada di kamar mandi. Bila sampai terpeleset, maka akan dapat menyebabkan patah tulang, misalnya seperti patah tulang pinggul.

Penanganan pengidap penyakit pengapuran serta pengeroposan tulang juga berbeda. Untuk mengantisipasi terjadinya pengeroposan tulang, ada baiknya untuk menambah jumlah asupan kalsium ketika masih berusia muda. Cara terbaik untuk mendapatkan kalsium adalah dengan mengkonsumsi susu maupun ikan teri. Terkadang suplemen yang mengandung kalsium juga bisa dikonsumsi.

Namun, konsumsi suplemen kalsium dalam dosis tinggi dapat menyebabkan berbaga efek samping yang tidak kalah bahayanya. Bahaya konsumsi suplemen kalsium dosis tinggi dapat menyebabkan terbentuknya batu di saluran kemih serta dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke serta serangan jantung.

Berdasarkan dari penelitian yang diadalah di Selandia Baru, wanita yang mengkonsumsi suplemen kalsium dalam dosisi tinggi secara rutin mengalami penyakit yang berbahaya seperti stroke maupun serangan jantung.

Pengidap osteoporosis masih bisa melakukan berbagai aktivitas fisik, walaupun harus dengan beban yang terkendali atau dengan beban yang tidak terlalu berat. Selain itu, mereka yang mengalami penyakit osteoporosis juga dapat melakukan senam khusus osteoporosisyang bertujuan agar tulang-tulang yang ada dalam tubuh terbiasa untuk menahan beban serta memperkuat otot-otot dalam tubuh.

Selain melakukan olehraga ringan, pengidap osteoporosis juga harus tetap mengkonsumsi vitamin yang cukup. Berbagai vitamin yang diperlukan oleh pengidap osteoporosis adalah vitamin B6, B12, C, D, serta folat. Sedangkan mineral yang sangat dibutuhkan oleh pengidap osteoporosis adalah kalsium serta magnesium.

Penanganan bagi pengidap osteoarthritis dapat dibilang cukup rumit, karena sifatnya lebih simtomatik atau berdasarkan pada gejala yang dirasakan. Terkadang penanganannya juga tergantung dari derajat kerusakan sendi itu sendiri. Untuk mengurangi rasa nyeri yang muncul karena osteoarthritis, perlu dilakukan suntik kostikosteroid lokal pada pengidap penyakit osteoarthritis.

Mengapa dilakukan pemberian suntikan kortikosteroid? Karena pemberian kortikosteroid secara oral pada pengidap osteoarthritis justru membuat tulangnya akan menjadi keropos. Pengidap osteoarthritis juga dapat melakukan pemanasan atau fisioterapi pada bagian permukaan kulit, diatas persendian yang mengalami gangguan seperti dengan gelombang pendek maupun gelombang ultra suara hingga pemanasan melalui media air atau biasa disebut hidrotherapy.

Makanan yang banyak mengandung omega 3 seperti ikan salmon, tuna maupun ikan teri juga bagus untuk dikonsumsi oleh pengidap osteoarthritis. Selain itu, wortel, pisang serta nanas juga dapat dikonsumsi. Nanas dapat dikonsumsi oleh pengidap osteoarthritis karena mengandung enzim bromealin yang dapat mengurangi radang pada persendian.

2 comments for “Perbedaan Antara Pengapuran Dengan Pengeroposan Tulang

  1. Pingback: Wayne
  2. Pingback: craig

Comments are closed.