Puasa Pada Masa Kehamilan

 

puasa dan kehamilan

puasa dan kehamilan

Puasa merupakan ibadah yang diwajibkan bagi para muslim. Namun, demikian ada beberapa golongan yang tidak diwajibkan untuk berpuasa, seperti orang yang sudah tua, orang yang sakit keras serta wanita yang sedang hamil.

Memang, ada berbagai macam resiko yang nantinya akan dihadapi oleh wanita yang sedang hamil jika melewati sekitar 15 jam tanpa asupan makan dan minum yang cukup.

Ada sebuah studi yang dilakukan untuk meneliti efek berpuasa pada wanita yang sedang hamil. Wanita hamil tersebut dibagi menjadi 2 yaitu yang berpuasa dengan yang tidak berpuasa.

Para peneliti tersebut terus memantau kondisi kesehatan para wanita hamil ini hingga melahirkan serta mengukur berapa berat bayi yang dilahirkan. Secara keseluruhan tidak ada perbedaan yang signifikan. Tidak ada kasus tentang kelahiran bayi prematur antara wanita hamil yang puasa dengan yang tidak.

Namun, bayi dari wanita hamil yang berpuasa cenderung berukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan bayi dari wanita hamil yang tidak berpuasa. Rata-rata bayi yang dilahirkan oleh wanita hamil yang berpuasa memiliki berat badan sekitar 3 kg, sedangkan berat badan bayi yang dilahirkan oleh wanita hamil yang tidak berpuasa seberat 3,2 kg.

Dalam penelitian tersebut, ternyata, wanita yang berpuasa ketika masa kehamilan, berpotensi untuk melahirkan anak yang ukurannya lebih kecil, sehingga di khawatirkan nantinya si bayi akan sulit sekali untuk menerima pelajaran pada saat dewasa nanti.

ibu hamil

ibu hamil

Kejadian seperti ini umumnya terjadi pada wanita yang berpuasa pada trimester pertama saat masa kehamilan. Walaupun banyak ilmuwan yang tidak yakin akan hasil penelitian tersebut, namun temuan seperti ini sudah seharusnya menjadi bahan pertimbangan bagi wanita yang sedang dalam masa kehamilan yang ingin berpuasa.

Para ulama dan ahli agama telah sepakat bahwa wanita yang sedang dalam masa kehamilan boleh untuk tidak berpuasa. Untuk menebusnya, ada yang mengatakan bisa diganti dengan cara memberi makan fakir miskin sebanyak hitungan hari saat wanita tersebut tidak berpuasa, ada yang mengatakan bisa di ganti di hari yang lain maupun dengan cara sedekah pada fakir miskin.

Jika ada wanita yang sedang dalam masa kehamilan dan ingin berpuasa, maka sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada para ahli maupun dokter. Hal seperti untuk memastikan agar sang bayu tetap dapat menerima asupan nutrisi yang cukup selama masa kehamilan.

Beberapa cara berpuasa bagi wanita yang sedang dalam masa kehamilan:

Fase Persiapan:

  • Memeriksakan kondisi kesehatan secara keseluruhan, terutama bagi wanita yang mengidap diabetes serta kekurangan zat besi. Berpuasa merupakan suatu hal yang sangat tidak dianjurkan untuk wanita hamil yang mengidap diabetes.
  • Melaporkan pada pimpinan tempat anda bekerja untuk mengatur jadwal yang khusus selama berpuasa untuk mengurangi beban.

Saat Berpuasa:

  • Tetap tenang serta menghindari berbagai macam masalah yang dapat menimbulkan stres.
  • Hindari sinar matahari yang panas untuk mencegah terjadinya dehidrasi.
  • Buatlah semacam jadwal dalam bekerja agar anda memiliki waktu untuk sekedar beristirahat.
  • Jangan berjalan  sambil membawa barang bawaan yang terlalu berat karena dapat menguras stamina anda.

Memilih Makanan:

  • Pilihlah makanan yang dapat melepaskan energi secara perlahan-lahan. Makanan yang memiliki karbohidrat kompleks seperti biji-bijian, gandum, sayur serta buah-buahan kering, dapat membuat tubuh kita menjadi tidak cepat lapar serta mencegah masalah seperti sakit perut.
  • Hindari mengkonsumsi makanan yang manis-manis secara berlebihan. Hal seperti ini akan membuat kadar gula dalam darah menjadi semakin meningkat, tapi setelah itu kadar gula darah akan langsung merosot secara drastis. Hal yang seperti inilah yang dapat menimbulkan rasa pusing.
  • Mencukupi kebutuhan protein bagi tubuh. Protein sangat diperlukan untuk pertumbuhan bayi yang ada di dalam kandungan. Perbanyak asupan seperti daging, telur mapun dari kacang-kacangan.

Batalkan puasa anda, bila:

  • Terjadi penurunan berat badan secara signifikan serta mengalami dehidrasi berat. Tandanya terletak pada air seni. Jika air seni anda berbau menyengat serta warnanya gelap.
  • Sakit kepala, demam, mual serta muntah-muntah.
  • Ada perubahan dari pergerakan janin, seperti janin tiba-tiba tidak menendang.
  • Muncul rasa sakit yang mirip seperti kontraksi.
  • Masih merasa lelah dan pusing, walaupun sudah beristirahat.