Resiko Penyakit Dari Wajah Mati Rasa

Apakah anda pernah merasakan bahwa wajah anda terasa sulit untuk digerakkan atau wajah seperti mati rasa ??

Jika pernah maka sebaiknya anda harus ekstra waspada karena bisa jadi wajah yang seperti mati rasa menunjukkan gejala bahwa anda memiliki berbagai penyakit yang berbahaya seperti stroke, diabetes, Bell’s Palsy dan sebagainya.

Bagian tubuh yang biasa mengalami sensasi kesemutan atau mati rasa bisa terjadi dimana saja seperti tangan, kaki, paha dan juga bisa terjadi pada bagian wajah.

Kondisi mati rasa atau kesemutan bisa terjadi pada 1 sisi tubuh ataupun menyerang pada kedua sisi tubuh secara simetris.

Disebabkan Karena Kerusakan Saraf

Sebenarnya wajah yang terasa mati rasa merupakan kasus yang jarang terjadi namun penyakit ini bisa menyerang siapa saja baik pria ataupun wanita bahkan di usia yang masih muda sekalipun.

Mati rasa terjadi akibat adanya saraf yang mengalami kerusakan, iritasi atau penekanan yang berlebihan.

Bisa saja mati rasa terjadi akibat aliran darah yang tidak lancar, tubuh kekurangan nutrisi, terkena racun, atau akibat adanya penyakit yang ada di dalam tubuh.

Resiko Penyakit Dari Wajah Mati Rasa

Mati Rasa Pertanda Beberapa Penyakit

Wajah yang mengalami mati rasa dan sulit untuk digerakkan bisa saja merupakan gejala dari penyakit tertentu.

Berikut ini merupakan beberapa jenis penyakit yang bisa menjadi pertanda dari mati rasa pada wajah diantaranya :

 

  • Diabetes gejala diabetes

Diabates adalah suatu jenis penyakit dimana glukosa atau kadar gula darah memiliki peranan yang sangat penting terhadap penyakit ini.

Tubuh anda sangat membutuhkan glukosa karena glukosa berfungsi untuk memberikan suplai energi pada sel-sel pembentuk otot dan jaringan.

Selain itu glukosa juga bisa menjadi bahan bakar utama bagi otak anda maka dari itu seseorang yang kekurangan glukosa biasanya akan mengalami pusing atau sulit berpikir.

Penderita penyakit diabetes biasanya memiliki gejala penyakit atau masalah kesehatan seperti sering buang air kecil, mudah mengalami haus dan ingin minum secara terus menerus, tubuh mudah mengalami capek-capek, mudah emosi, daya penglihatan menjadi kabur, berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, dan kulit serta gusi mengalami infeksi.

Ada kalanya seseorang yang memiliki penyakit diabetes akan mengalami mati rasa pada bagian lengan, kaki atau wajah namun hanya pada satu sisi saja.

 

  • Stroke

Dengan kondisi pasokan darah pada bagian otak yang terganggu atau berkurang jika dibiarkan dalam jangka panjang akan bisa menjadi penyebab stroke.

Pasokan darah menuju otak yang terganggu bisa membuat berkurangnya pasokan nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan oleh otak.

Otak yang kekurangan nutrisi dan oksigen beresiko tinggi untuk membunuh sel-sel otak dan hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan otak.

Karena otak merupakan organ tubuh yang sangat penting maka bilamana ada masalah yang berkaitan dengan kesehatan otak maka sebaiknya anda harus mengantisipasinya dengan cepat untuk mencegah terjadinya kerusakan otak dan terjadinya komplikasi.

Gejala penyakit yang berhubungan dengan kerusakan otak biasanya ditandai dengan sulit untuk berkomunikasi (bicara), bagian kaki, lengan dan wajah mengalami mati rasa atau kelumpuhan, cukup sulit untuk berjalan, kepala terasa sakit dan daya penglihatan berkurang baik pada salah satu mata ataupun pada kedua mata.

 

  • Bell’s Palsy gejala bell's palsy

Melemahnya otot-otot pada salah satu sisi wajah yang terasa seperti mengalami kelumpuhan merupakan gejala dari Bell’s Palsy.

Terjadinya peradangan bisa menyebabkan syaraf yang berfungsi untuk mengontrol wajah mengalami gangguan.

Diyakini bahwa penyebab utama dari peradangan tersebut berhubungan erat dengan infeksi virus.

Ciri utama dari gejala yang paling sering terjadi pada penderita Bell’s Palsy adalah otot yang kendur dan lemah.

Karena otot kendur dan lemah maka penderita Bell’s Palsy tidak sanggup untuk menutup salah satu mata dan di saat yang bersamaan otot-otot wajah terasa nyeri.

Yang harus anda ketahui mengenai Bell’s Palsy adalah kondisi ini bisa membuat salah satu sisi wajah mati rasa sedangkan bagian belakang telinga dan yang lain terasa nyeri.

Penderita Bell’s Palsy biasanya akan merasa bahwa rasa makanan yang dikonsumsi tidak terasa seperti biasanya, lebih sensitif terhadap suara padahal sebelumnya biasa-biasa saja dan wajah terasa berat.

Masyarakat awam biasanya beranggapan bahwa penyakit ini disebabkan karena penderita mengalami stres namun sebenarnya stres tidak selalu menjadi pemicu penyakit Bell’s Palsy namun kondisi stres bisa menurunkan imunitas tubuh penderita sehingga rentan terkena infeksi.

Sebenarnya sebagian besar penderita Bell’s Palsy yaitu sekitar 90% biasanya akan bisa sembuh dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu sedangkan 10% diantaranya terancam mengalami kelumpuhan permanen.

Meskipun mengalami kelumpuhan permanen namun penderita penyakit ini bisa sembuh jika menggunakan terapi latihan wajah, menggunakan pengobatan botox dan obat-obatan antiradang kortikosteroid.

Masa sembuh penyakit ini bervariasi yakni berkisar antara 3 sampai 6 bulan bila menggunakan pengobatan selama tidak lebih 2 minggu dari terjadinya gejala awal Bell’s Palsy.

Contoh dari artis internasional penderita penyakit Bell’s Palsy adalah Amy Brenneman, Terrence Howard, Pierce Brosnan dan George Clooney.

 

  • Migrain Hemiplegia

    migrain atau sakit kepala sebelah

    migrain atau sakit kepala sebelah

Penyakit Migrain Hemiplegia adalah salah satu penyakit yang langka namun tergolong ke dalam jenis penyakit yang sangat berbahaya.

Gejala penyakit Migrain Hemiplegia tidak jauh berbeda dengan penyakit stroke seperti hemiplegia yaitu kondisi dimana satu sisi tubuh mengalami kelumpuhan yang terjadi karena penderita mengalami kelemahan otot.

Gejala lain dari Migrain Hemiplegia yaitu salah satu bagian tubuh mengalami mati rasa yaitu pada bagian setengah wajah, lengan dan kaki, kehilangan koordinasi dan keseimbangan, pusing atau vertigo dan sering merasakan mual dan ingin muntah.

Dalam beberapa kasus penderita Migrain Hemiplegia bisa mudah mengalami ling lung atau kehilangan daya konsentrasi.

Bila anda mengalami gejala seperti yang telah disebutkan di atas maka sebaiknya anda segera berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah resiko kesehatan dan jangan menunda-nunda karena makin cepat berkonsultasi maka akan lebih baik untuk meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan.