Tentang Bahan Kimia dalam Makanan

bahan kimia

bahan kimia

Bahan-bahan kimia yang ditemukan di dalam makanan adalah zat-zat yang tidak pernah di duga.

Bahan-bahan kimia tersebut muncul begitu saja, tetapi sesungguhnya tidak dapat kita biarkan, karena dapat menciptakan malapetaka terhadap kesehatan.

Sayangnya, kebutuhan untuk menambahkan bahan-bahan kimia pada makanan semula mungkin merupakan tuntutan para konsumen.

Kita ambil contoh, ayam tandoori, bebek panggang atau babi panggang. Mengapa kita perlu membuatnya menjadi berwarna merah? Sebab konsumen menginginkannya demikian!

Demikian juga, konsumen menuntut sayur-sayuran yang tidak berlubang-lubang serta tanpa cela. Sungguh tidak mungkin menanam sayuran semacam ini tanpa harus menyemprotkan pestisida yang beracun!

bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari

bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari

Jadi jika itu yang diinginkan konsumen, petani harus memastikan bahwa mereka menyemprotkan pestisida yang cukup pada tanaman sebelum panen. Tidak ada cara lain untuk menyediakan sayur-sayuran semacam ini!

Tampaknya, kita melemparkan kesalahan pada pihak konsumen atas bahan-bahan kimia yang terdapat dalam makanan. Sesungguhnya tidak demikian, para petani juga harus bertanggungjawab.

Ada satu aspek dalam produksi makanan yang belum kita bicarakan atau bahkan belum kita sadari. Aspek ini adalah tentang bahan-bahan kimia yang dicampurkan kedalam makanan selama pembersihan serta pengolahan. Agaknya kita semua terperangkap dalam dunia perdagangan dan tampaknya tidak ada jalan keluar terhadap dilema ini.

Kita hanya menerima segala sesuatu sebagaimana adanya dan belajar bagaimana caranya mengarahkan cara kita dengan makan secara cerdas.

Ada sekitar 70.00 hingga 100.000 senyawa kimia buatan manusia di dalam lingkungan. Lebih dari 200 dari bahan-bahan kimia ini yang diketahui dapat dapat menyebabkan kanker pada binatang serta sekitar 30 diantaranya diakui sebagai agen penyebab kanker pada manusia.

bahan kimia dalam makanan sehari-hari

bahan kimia dalam makanan sehari-hari

Dewasa ini ada lebih dari 3.000 bahan kimia yang ditambahkan pada makanan yang kita makan.bahan-bahan kimia tersebut digunakan sebagai pengawet, pewarna, pemberi rasa dan lain sebagainya.

Di samping itu, bahkan tempat makanan ataupun peralatan masak tidak terbebas dari bahan-bahan kimia yang beracun.

Misalnya, es krim. Makanan ini mengandung bahan-bahan sebagai berikut:

  • Benzyl aseta, bahan tambahan yang memberikan rasa strawberri.
  • Di-ethyl glycol, pembuat emulsi pengganti telur. Bahan kimia ini juga merupakan unsur dalam agen anti beku serta penghilang cat.
  • Butyl-aldehida, pemberi rasa tiruan yang juga digunakan dalam perekat karet.
  • Amyl-asetat, bahan tambahan yang juga digunakan dalam produk-produk seperti pelarut cat minyak.

Di Amerika Serikat sendiri, sekitar 30.000 bahan kimia baru diproduksi setiap tahunnya. Memang, kita hidup dalam era baru yaitu bahan-bahan kimia organik. Sebagian dari bahan-bahan kimia ini sudah tidak asing lagi bagi kita.

Namun sebagian belum kita kenal yang belum pernah ada sebelumnya diatas bumi; dengan demikian, tidak ada mahluk hidup yang akan tahu bagaimana caranya untuk beradaptasi dengannya.

Salah satu kelompok senyawa-senyawa sintetis semacam ini adalah organo klorin, bahan-bahan kimia ini mengandung karbon, hidrogen, klorin, maupun berbagai halogen lain dan jarang sekali, jika ada, ditemukan dalam alam.Klorin organo berbahaya, sebab:

  • Tidak dapat dilenyapkan atau sangat sulit untuk dilenyapkan.
  • Selalu ada dalam lingkungan serta dalam tubuh manusia.
  • Larut dalam lemak.
  • Berakumulasi serta terkonsentrasi dalam rangkaian makanan.

Berikut ini adalah beberapa contoh bahan kimia yang harus kita waspadai karena berpotensi membahayakan bagi kesehatan, seperti:

  • Vinyl klorida, bahan untuk pembuatan pipa PVC serta sejumlah produk plastik, diketahui bersifat karsinogenik atau penyebab kanker.
  • Vinyl sianida, digunakan dalam botol-botol plastik, beracun dan dapat menyebabkan kanker.
  • Benzene yang ditemukan dalam minyak gas, nylon, pestisida, zat perekat, bahan pelapis, bahan salutan, tinta, cat, serta pernis adalah beracun dan dapat menyebabkan leukemia.
  • Tembakau, baik anda sebagai perokok maupun bukan namun menghirup asap, adalah berbahaya serta dapat menyebabkan kanker.
  • Pewarna dalam makanan serta kosmetik – hindari Red Dyes No: 2 (amaranth)  dan No: 40.
  • Sakarin, yang diketahui berkaitan dengan kanker kandung kemih.
  • Hormon seks wanita seperti estrogen, progestin dan androgen, DES atau diethylstilbestrol digunakan sebagai obat serta bahan tambahan makanan. Bila digunakan bahan-bahan tersebut akan menyebabkan kanker uterus, kanker vagina, kanker payudara serta berbagai kanker lainnya.
  • Tamoxifen adalah obat yang telah diresepkan secara luas pada para wanita  penderita kanker payudara. Terdapat bukti bahwa meskipun obat ini dapat mengurangi kanker payudara pada tikus, kanker-kanker yang lain berkembang sangat ganas. Penggunaannya dapat melipatgandakan resiko terserang kanker uterus, hingga tiga kali lipat pada pasiensekaligus dapat meningkatkan resiko terkena kanker liver, gagal liver, pembekuan darah yang dapat mengancam jiwa serta gejala-gejala menopause yang melumpuhkan.
  • Nitrat yang ditemukan dalam daging panggang asin, ham panggang asin, salami, daging makan siang, bila dikombinasikan dengan berbagai bahan kimia lain yang terdapat secara alami (amino sekunder atau tersier) dapat membentuk nitrosamino yang dapat menyebabkan kanker. Makanan yang tersemar oleh nitrat dapat menyebabkan kanker perut, leukemia, maupun kanker otak.
  • PAH atau polycylic aromatic hydrocarbon bersifat karsibogenik atau dapat menyebabkan kanker. Bahan-bahan kimia ini ditemukan dalam daging yang dipanggang hingga sangat hangus dan lain sebagainya.
  • Aspartame, yang digunakan dalam makanan rendah kaloridan sebagainya, dapat menyebabkan berkembangnya kanker otak.
  • Formaldehida merupakan karsinogen sekaligus neurotoksin.
  • Talc, yang digunakan dalam bedak bayi yang bersifat karsinogenik serta dapat menyebabkan kanker indung telur.

Beberapa zat kimia yang kami sebutkan diatas, hanyalah sebagian contoh untuk memberi anda wawasan tentang keadaan lingkungan kita di jaman sekarang yang berhadapan dengan berbagai pengaruh komersialisasi serta modernisasi.

Kita tidak bisa melarikan diri dari bahan-bahan kimia ini karena mereka telah menjadi bagian dari gaya hidup kita , tentu saja kecuali jika kita mau mengasingkan diri untuk hidup di pegunungan yang terpencil laksana para pertapa!