Terapi Untuk Anak Pengidap Autisme

autisme

autisme

Autisme merupakan gangguan pada perkembangan saraf yang sangat kompleks. Gangguan seperti ini umumnya terjadi sejak lahir. Kebanyakan orang tua baru menyadari anaknya mengidap autism saat anak tersebut berusia dua tahun.

Autism sering digambarkan dengan perilaku social yang tidak biasa, keterampilan berinteraksi yang rendah, sulit untuk berkomunikasi, serta perilaku yang kompulsif pada anak. Ada beberapa ahli kesehatan yang menyatakan bahwa autism terjadi karena factor keturunan, namun ada juga yang menyebutkan bahwa autism juga bisa disebabkan oleh factor lingkungan.

Belum ada obat yang paten untuk mengobati autism. Karena autism bukanlah suatu penyakit. Namun, ada terapi untuk anak-anak pengidap autism. Terapi ini bertujuan untuk mengurangi gangguan yang menyebabkan autism.

Terapi untuk anak-anak pengidap autism umumnya mengkombinasikan berbagai solusi alami yang mampu memperbaiki gangguan pada saraf. berbagai terapi untuk anak yang mengidap autism, meliputi:

  • Magnesium

Pola makan yang seimbang dan bergizi merupakan hal yang penting bagi semua anak. Magnesium ternyata juga sangat baik sekali artinya bagi anak-anak pengidap autism. Kekurangan magnesium mampu menyebabkan berbagai macam gangguan yang kerap muncul pada anak-anak pengidap autism, seperti tidka bisa diam, menggertakkan gigi, depresi serta kurang konsentrasi. Maka dari, sebaiknya berilah asupan makanan yang banyak mengandung magnesium untuk mengurangi berbagai gejala tersebut.

  • Kunyit
manfaat kunyit untuk kesehatan

kunyit

Kunyit merupakan obat herbal yang serbaguna dan telah digunakan sejak zaman dahulu. Kunyit memiliki sifat antimikroba, anti-inflamasi serta antioksidan yang baik sekali bagi anak-anak pengidap autism. Kunyit akan ikut meningkatkan kesehatan system pencernaan serta ikut memastikan asupan nutrisi yang tepat. Dengan begini, maka berbagai gejala dari autism akan menjadi berkurang dan membuat anak-anak menjadi lebih baik.

  • Mengurangi gula dan gluten

Beberapa ahli kesehatan percaya bahwa mengurangi makanan olahan yang banyak mengandung gula dan gluten juga mampu mengurangi gejala autism pada anak. Mengurangi pemberian gula dan gluten bahkan mampu memperbaiki perilaku pengidap autism dan membuat mereka tampak seperti anak normal seusianya.

  • Minyak ikan

Minyak ikan kaya akan asam lemak omega 3. Asam lemak omega 3 sebenarnya sangat dibutuhkan untuk perkembangan tubuh dan saraf anak. Tingginya kadar omega 3 dalam tubuh seorang anak akan meningkatkan kemampuan si anak dalam bersosialisasi serta menenangkan perilakunya yang cenderung hiperaktif, pada anak-anak yang mengidap autism.

  • Vitamin D

Vitamin D termasuk salah satu nutrisi yang penting dalam kehidupan kita. Sayangnya, masih banyak ibu dan anak yang belum memahami seberapa pentingnya vitamin D bagi kesehatan. Rendahnya kadar vitamin D selama masa kehamilan sangat berkaitan dengan tingginya tingkat autism pada janin yang ada dalam kandungannya. Selain itu, kekurangan vitamin D juga berkaitan dengan sindrom usus bocor serta berbagai gangguan pada system pencernaan. Sindrom usus bocor serta gangguan pada system pencernaan pada anak mampu mengembangkan autism. Kurangnya vitamin D juga ikut mempengaruhi fungsi dari neurotransmitter, yang akhirnya menyebabkan gangguan pada system saraf.

  • Memperbaiki kadar melatonin

Salah satu kebiasaan anak-anak yang mengidap autism adalah sulit tidur. Gangguan siklus tidur seperti ini dapat menyebabkan munculnya gangguan, seperti kurangnya focus, gangguan konsentrasi, kecemasan berlebihan serta stress kronis pada anak. Melatonin, merupakan hormone yang mampu menenangkan perasaan pada anak. Melatonin akan diproduksi saat anak-anak tidur pada malam hari. Semakin tingginya kadar melatonin akan meningkatkan ketrampilan social serta komunikasi pada anak-anak pengidap autism.

  • Probiotik
yoghurt buah

yoghurt buah

Banyak peneliti dan pakar kesehatan yang berpendapat bahwa salah satu factor penyebab munculnya autism pada anak adalah makanan. Asupan nutrisi serta kesehatan system pencernaan merupakan dua penyebab utama dibalik tingkat keparahan atau perkembangan dari autism pada anak. Probiotik mampu merangsang pertumbuhan serta perkembangan bakteri yang menguntungkan dalam system pencernaan. Hal ini nantinya akan membantu penyerapan nutrisi secara lebih optimal serta melindungi system pencernaan dari infeksi. Probiotik dapat kita temukan dalam yoghurt. System pencernaan yang sehat mampu mengurangi gejala dari autism pada anak.

  • Vitamin C

Anak-anak pengidap autism juga memiliki kecenderungan untuk mengembangkan penyakit kudis. Hal ini terjadi karena pola makan serta gaya hidup yang salah pada si anak. Hal seperti ini juga bisa terjadi karena tubuh pengidap autism tidak mampu memproses atau bahkan tidak mendapatkan asupan gizi yang baik. Menjaga asupan vitamin C mampu meningkatkan produksi kolagen, meningkatkan kadar antioksidan, memperbaiki fungsi kognitif, serta memperbaiki sel dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Termasuk mengurangi kecenderungan mengembangkan penyakit kudis pada anak-anak pengidap autism.

Autism merupakan gangguan pada saraf dan bukanlah suatu penyakit. Berbagai bahan yang disebut diatas adalah sebagai upaya dari mengurangi gejala autism pada anak.

Ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter ahli, apakah anak anda mengidap autism atau tidak. Ada beberapa jenis gangguan yang bentuknya mirip dengan autism, yang membutuhkan penanganan yang tentunya berbeda dengan autism.