Tips Puasa Untuk Ibu Hamil & Menyusui


Dalam setahun sekali umat Islam memiliki kewajiban untuk menunaikan ibadah puasa yang harus dilaksanakan dalam sebulan penuh.

Namun tidak sedikit dari kaum wanita yang beragama Islam yang merasa kebingungan karena dirinya sedang dalam kondisi hamil atau menyusui pada bulan puasa tersebut.

Pertanyaan utama yang paling sering ditanyakan pada diri sendiri bagi mereka adalah, apakah kondisi kesehatan mereka aman ketika menunaikan ibadah puasa?

Dalam hukum Islam, bagi ibu yang berada dalam kondisi hamil dan menyusui sebenarnya ada hukum yang menyatakan bahwa bagi mereka diperbolehkan untuk mengganti ibadah puasa pada hari yang lain yang disertai dengan membayar fidyah (denda).

Dini Hidayat yang merupakan Kepala Divisi Obstetri dan Ginekologi Sosial RSUP Hasan Sadikin Bandung, mengatakan bahwa menurut penelitian ada yang memperbolehkan ibu hamil dan menyusui untuk menunaikan ibadah puasa dan ada pula yang tidak menyarankan untuk menunaikan ibadah puasa.

“Puasa untuk ibu hamil dan menyusui tergantung kesehatan janin dan ibunya. Kalau bagus, sehat, kemungkinan janin tidak kecil diperbolehkan puasa dengan syarat asupan makanan gizi dan nutrisi yang masuk sama dengan ketika tidak berpuasa,” kata Dini saat ditemui Liputan6.com di RSUP Hasan Sadikin, pada hari Jumat, 19 Mei 2018.

Dini Hidayat juga menambahkan bahwa ibu hamil harus mencukupi kebutuhan nutrisinya.

Setidaknya ibu hamil harus memenuhi kebutuhan kalorinya sekitar 2300-2500 kilo kalori dalam sehari.

Sedangkan bagi ibu menyusui harus memenuhi kebutuhan kalorinya sekitar 2700 kilo kalori dalam sehari.

Dari sekian banyak kalori, rinciannya adalah 50% karbohidrat, 30% protein yang berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan serta 20% lemak.

“Selama ibunya sehat dan bayinya sehat tidak ada masalah untuk berpuasa. Tetapi kalau khawatir sakit atau bayinya sakit kan dalam agama diperbolehkan tidak berpuasa karena bisa membayar di luar Ramadan,” kata Dini Hidayat yang juga berprofesi sebagai dokter spesial kandungan itu.

Dini menambahkan bahwa ibu menyusui memiliki kebutuhan nutrisi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan masa sebelum menyusui.

Apalagi pada saat menunaikan ibadah puasa, tubuh cenderung kekurangan cairan dan mengalami dehidrasi.

“Untuk kualitas asinya sebenarnya bisa terpenuhi saat sahur dan berbuka. Kalau ibunya kuat dan sanggup makan dan minum banyak dan tidak ada keluhan silakan berpuasa,” katanya.

Kemudian bagaimana tips supaya ibu hamil dan menyusui agar bisa tetap menunaikan ibadah puasa?

“Dari awal sudah harus dipastikan kondisi ibu dan janin dalam keadaan sehat. Lalu disiplin makan dan minum saat sahur dan berbuka serta minum vitamin. Kurangi juga minuman instan dan sebaiknya diganti jus atau susu. Terakhir, kurangi kegiatan atau perbanyak istirahat,” paparnya.

Akan tetapi Dini mengingatkan  bahwa apabila kondisi tubuh mengalami perubahan pada saat menunaikan ibadah puasa supaya menunda upaya menunaikan ibadah puasa.

“Parameternya adalah berat badan tidak turun. Begitu berat badannya turun, berarti ada gangguan sistemik dan itu harus dihentikan,” ujarnya.

Dini mengatakan, seorang ibu hamil mempunyai 3 bagian masa kandungan.

Pada trimester pertama atau tiga bulan pertama, janin masih pembentukan organ tubuh, otak, saluran cerna dan ginjal.

Biasanya ibu hamil di masa tersebut akan mengalami keluhan seperti lemas, mual, pusing dan muntah.

“Pada trimester pertama itu tidak disarankan berpuasa. Sebab banyak gangguan sekali dari ibunya sering mual, lemas, letih. Masa krusial kehamilan itu ada di 9 minggu pertama untuk janin,” kata Dini.

Menurutnya, pada trimester kedua dan ketiga ibu hamil diperbolehkan menjalankan puasa.

Akan tetapi sekali lagi dengan syarat memenuhi nutrisi, gizi, dan cairan yang baik.

“Kalau ada keluhan langsung saja konsultasi ke dokter,” ucap dia.

Tips Puasa Untuk Ibu Menyusui

 

Berikut ini adalah Tips Puasa Untuk Ibu Hamil & Menyusui, diantaranya :

1. Pastikan kondisi air putih yang cukup saat sahur

Dengan mencukupi kebutuhan air putih yang cukup pada saat sahur dan berbuka akan mencegah dehidrasi selama berpuasa seharian.

 

2. Perhatikan kandungan karbohidrat kompleks saat sahur

Sebagian orang memang kuat untuk menahan lapar dan haus seharian meski sebelumnya tidak makan sahur.

Meski makan sahur hukumnya sunah, jika berpuasa saat hamil usahakan untuk tetap menyantap sahur dengan kandungan yang baik.

Ibu hamil dan menyusui yang berpuasa memang akan merasa lebih cepat lapar karena gizi yang dibagi ke sang buah hati.

 

3. Jaga kandungan serat saat sahur

Menjaga kebutuhan serat pada saat sahur, misalnya dengan mengonsumsi makanan yang terdiri dari sayuran dan buah-buahan untuk melancarkan BAB selama berpuasa.

Tips Puasa Untuk Ibu Hamil & Menyusui

 

4. Minum madu untuk menjaga metabolisme tubuh

Mengonsumsi madu bisa mempermudah berpuasa saat hamil dan menyusui yang bisa dikonsumsi pada saat berbuka dan juga saat sahur.

Mengonsumsi madu pada saat berbuka diyakini bisa melancarkan BAB dan juga dapat menjaga kelembapan tubuh biar nggak dehidrasi serta menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.

 

5. Susu dapat menambah energi

Mengonsumsi susu pada saat sahur bisa menambah energi supaya tidak mudah lemas pada saat menunaikan ibadah puasa selama seharian.

 

6. Jaga waktu istirahat selama berpuasa

Ibu hamil dan menyusui yang berpuasa biasanya akan cenderung merasa lebih mudah merasa lelah atau capek.

Maka dari itu pastikan bahwa Anda mendapatkan waktu istirahat yang cukup supaya tubuh tidak mudah drop pada saat berpuasa.

Tips Puasa Untuk Ibu Hamil

 

7. Hindari berbuka dengan minuman dingin

Mengonsumsi minuman dingin pada saat berbuka puasa bisa membuat perut menjadi kaget karena hal ini bisa memicu asam lambung karena sebelumnya perut kosong selama seharian.

Untuk mengatasinya Anda bisa mengonsumsi minuman jus buah atau sayur yang manis tanpa menggunakan bahan pemanis buatan.

 

8. Jangan biarkan perut kaget

Menu berbuka puasa biasanya sangat menggoda akan tetapi kandungan menu buka puasa bagi ibu hamil dan menyusui harus tetap diperhatikan.

Usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan dengan terburu-buru pada saat berbuka puasa.

Anda bisa memulai berbuka puasa dengan menu yang terdiri dari kurma dan buah-buahan.

Setelah perut mulai terisi sedikit demi sedikit maka Anda bisa mengonsumsi menu makanan utama supaya perut Anda tidak merasa kaget.