Upaya Pencegahan Infeksi Serta Sumber Penularan Infeksi

keluarga di dalam rumah

keluarga di dalam rumah

Rumah merupakan tempat bagi keluarga untuk berkumpul, melakukan aktivitas serta mengakhiri berbagai aktivitas dengan cara beristirahat. Maka dari itu, kebanyakan orang-orang menganggap bahwa rumah merupakan lokasi yang paling nyaman serta bersih.

Namun, anggapan seperti itu berbeda dengan kenyataannya. Nyatanya, rumah merupakan lokasi yang sangat memungkinkan munculnya berbagai infeksi. Sayangnya, hanya sedikit saja orang yang sadar akan hal itu. Kebanyakan orang-orang menganggap bahwa tempat umum seperti transportasi maupun pasar, merupakan sumber dari terjadinya infeksi

Rumah yang ada di Indonesia dihuni oleh lebih banyak orang jika dibandingkan dengan rumah yang ada di Eropa. Hal seperti ini akan mengakibatkan cepatnya penularan infeksi pada penghuni rumah yang lain.

Misalnya, bila salah satu anggota keluarga dalam sebuah rumah mengalami flu, maka penghuni yang lain dalam rumah tersebut pasti akan tertular penyakit flu juga. Kondisi seperti ini sebenarnya dapat dicegah, bila semua penghuni yang ada di dalam sebuah rumah selalu menjaga kebersihan dalam rumah.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan di dalam rumah adalah, sebagai berikut:

  • Rajin cuci tangan

cuci tanganAda beberapa jenis kegiatan yang mengharuskan kita untuk mencuci tangan. Contohnya, sebelum serta sesudah makan dan setelah selesai buang air. Cuci tangan sebaiknya dengan menggunakan sabun serta dalam air yang mengalir.

Sabun, akan membersihkan serta meluruhkan dinding sel bakteri yang menempel pada tangan kita, sehingga membuat sel-sel bakteri menjadi lebih mudah untuk bereaksi dengan komponen desinfektan atau pemb uh bakteri yang terkandung di dalam sabun. Air mengalir akan membersihkan tangan dan jari dari berbagai bakteri pengganggu yang masih tersisa atau masih menempel di kulit.

  • Selalu mengganti lap

Lap merupakan sepotong kain yang digunakan untuk membersihkan. Lap yang sering dipakai khususnya yang dipakai di dapur harus selalu diganti dengan yang baru. Sebaiknya lap digunakan untuk sekali pakai dan langsung diganti dengan yang baru.

Setelah diganti dengan lap yang baru, segera cuci lap yang baru dipakai dengan baik. Ada baiknya untuk merebus kain lap yang baru saja dipakai dalam air yang bersuhu 60° C. Kemudian baru dicuci dengan deterjen dalam air yang mengalir.

Merebus kain lap dilakukan untuk membunuh kuman-kuman yang tertinggal di dalam kain lap. Setelah itu dicuci dengan deterjen agar semua bakteri dapat terlepas dari kain lap. Setelah itu kain lap dibilas dengan air mengalir agar sisa bakteri yang masih menempel bisa terlepas dari kain lap.

  • Rajin membersihkan rumah
membersihkan rumah

membersihkan rumah

Rumah harus selalu dibersihkan paling tidak dua kali dalam sehari. Ketika membersihkan rumah, ada baiknya dengan menggunakan cairan pembuh kuman agar semua kuman yang masih menempel bisa dibasmi.

Cairan pembunuh kuman memang tidak dapat membunuh bakteri yang menempel secara sempurna. Namun, cairan pembuh kuman dapat menekan resiko penularan berbagai infeksi yang ada di dalam rumah, sehingga semua penghuni yang ada di dalam rumah bisa tetap sehat. Bila tidak ada cairan pembunuh kuman, anda bisa menggunakan deterjen.

Bila kualitas air dalam rumah anda kurang baik, maka sebaiknya rebuslah air terlebih dahulu sebelum digunakan. Khususnya bila hendak menggunakan air untuk mencuci maupun mandi.

Agar kita aman dari serangan berbagai infeksi, ada baiknya untuk menjauhi berbagai sumber penularan infeksi. Kebanyakan orang beranggapan bahwa penularan infeksi berasal dari benda-benda yang kotor, padahal benda yang bersih juga bisa menyebabkan penularan infeksi.

Bahkan ada beberapa benda serta tempat yang selalu bersih serta sangat dekat dengan aktivitas kita sehari-hari, seperti:

  • Handphone
Handphone

Handphone

Jaman sekarang hampir semua orang tidak bisa lepas dari handphone. Padahal, handphone merupakan salah satu benda yang bisa menyebarkan infeksi dari bakteri MRSA atau Methicllin-resistant Staphylococcus Aureus. Bakteri ini memiliki kekebalan terhadap hampir semua jenis antibiotik serta sangat mematikan bila sampai masuk ke dalam aliran darah.

Bakteri MRSA memang sering ditemukan di rumah sakit, namun ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa bakteri MRSA juga bisa berkembang pada handphone. Dari 25 handphone yang diteliti, ada 5 buah handphone terdapat bakteri MRSA di dalamnya.

Hal ini terjadi karena hampir semua orang tidak pernah membersihkan handphone yang dimilikinya. Padahal banyak sekali bakteri yang terdapat pada bagian tombol serta bagian mulut. Terdapatnya bakteri MRSA dikarenakan setiap kali menekan atau mengetik dengan tombol, jari-jari kita menyalurkan bakteri ke handphone begitu juga dengan mulut kita.

Ada baiknya untuk membersihkan bakteri pada handphone kita dengan menggunakan cairan antibakteri seminggu sekali. Agar kita terhindar dari bahaya penularan infeksi bakteri MRSA.

  • Shower dalam kamar mandi

Kamar mandi yang memakai shower memang tampak lebih ringkas. Namun, shower terkadang jarang sekali untuk dibersihkan.

Shower yang jarang sekali dibersihkan bisa menularkan infeksi akibat dari bakteri Methylobacter serta Sphingomonas. Selain ditemukan di shower, bakteri tersebut juga banyak ditemukan di gorden plastik yang ada di pinggiran shower. 

Shower serta gorden plastik merupakan tempat yang lembab serta hangat sehingga sangat cocok sebagai tempat bakteri tersebut untuk berkembang biak. Untuk tindakan pencegahan kita bisa mempersingkat waktu mandi, membersihkan shower seminggu sekali dengan cairan pembunuh kuman serta menutup gorden mandi lebih rapat lagi. Akan semakin baik lagi jika kita tidak menggunakan gorden mandi.

  • Pesawat

CoffeeWideRuangan di dalam pesawat memang selalu tampak bersih. Namun, itu bukan berarti aman dari bakteri. Bakteri yang tumbuh dalam euangan pesawat adalah bakteri Norovirus. Pesawat yang memiliki waktu penerbangan lebih lama rentan sekali menjadi tempat menularan infeksi dari norovirus. Bakteri norovirus dapat menyebabkan muntah maupun diare pada para penumpang yang ada di dalam pesawat.

Penyebaran norovirus sangat cepat sekali. Jadi, bila pesawat yang didalamnya terdapat bakteri norovirus terbang dalam waktu yang lama, akan berpotensi menularkan infeksi pada para penumpangnya.

Cara untuk menghindari penularan infeksi bakteri norovirus adalah dengan membersihkan peralatan makan yang digunakan dalam pesawat. Selain itu, sebaiknya minumlah dengan menggunakan sedotan saat minum di dalam pesawat dan tidak lupa untuk mencuci tangan sebelum makan di dalam pesawat.

  • Kamar tidur

Ada juga beberapa bakteri yang dapat hidup dan berkembang biak di dalam kamar tidur. contohnya seperti bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri inilah yang menyebabkan infeksi menular seksual yang dapat menyebabkan penyakit keputihan bahkan hingga menyebabkan kemandulan.

Seorang wanita yang terinfeksi bakteri Chlamydia trachomatis terkadang tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Justru bila seorang pria yang terserang bakteri Chlamydia trachomatis ini akan beresiko mengembangkan bakteri tersebut di dalam saluran kemihnya.

Maka dari itu, pastikan untuk tidak berganti-ganti pasangan saat berhubungan intim serta selalu memakai memproteksi diri dengan menggunakan kondom saat berhubungan intim. Selain itu, ada baiknya juga untuk selalu memeriksakan dari untuk memastikan agar anda tidak terinfeksi bakteri Chlamydia trachomatis.