Waspadai Zat Kimia Berbahaya Dalam Obat Pelangsing

tubuh yang langsing

tubuh yang langsing

Memiliki tubuh yang langsing dan singset merupakan impian semua wanita. Namun sebaiknya jangan mengkonsumsi obat maupun suplemen pelangsing tubuh secara sembarangan, meskipun produk-produk tersebut dikatakan alami. Sebab, bisa saja obat maupun suplemen pelangsing tubuh tadi justru berdampak buruk pada kesehatan anda.

Belakangan ini banyak sekali obat maupun suplemen pelangsing tubuh yang diklaim mampu membuat anda menjadi lebih langsing hanya dalam waktu singkat dan terbuat dari bahan-bahan yang alami.

Padahal, sebenarnya tidak ada itu yang namanya langsing dan singset dalam waktu yang singkat. Umumnya, obat maupun suplemen pelangsing seperti itu mengandung zat kimia berbahaya seperti sibutramine.

Sibutramine memiliki efek yang sangat berbahaya bila dikonsumsi. Dulu, sibutramine digunakan untuk mengatasi masalah seperti obesitas dan memiliki izin FDA pada tahun 1997. Sebenarnya, sibutramine digunakan untuk mengurangi nafsu makan. Sehingga dengan mengkonsumsi obat ini, nafsu makan seseorang akan berkurang jadi malas makan.

Namun, pemakaian sibutramine dapat menimbulkan efek samping, seperti pusing, konstipasi, mulut kering, cepat lelah, tubuh sering berkeringat serta insomnia.

obat pelangsing

obat pelangsing

Selain itu, sibutramine juga dapat meningkatkan tekanan darah pada seseorang sehingga orang yang mengkonsumsi obat ini perlu melakukan tindakan pengontrolan tekanan darah selama masih menggunakan obat ini.

Jadi, dulunya sibutramine memang digunakan untuk pengendalian masalah obesitas, namun karena efek sampingnya sangat berbahaya, maka obat ini harus ditarik dari peredaran. Efek sampinya sangat berbahaya. Dengan tingginya tensi darah maka akan menyebabkan terjadinya hipertensi yang nantinya akan merembet ke masalah penyakit jantung serta stroke.

Jarang sekali bahkan tidak ada dokter maupun ahli kesehatan yang menyarankan penggunaan sibutramine. Para dokter maupun ahli kesehatan harus mempertimbangkan banyak hal karena pemakaian sibutramine akan sangat berbahaya bagi kesehatan orang yang mengkonsumsinya.

Bila para dokter maupun pakar kesehatan tidak menyarankan penggunaan sibutramine, bagaimana bisa bahan berbahaya seperti ini masuk ke dalam obat pelangsing? Hal ini jelas tidak bisa kita biarkan.

Maka dari itu, sebaiknya anda jangan sembarangan mengkonsumsi obat maupun suplemen pelangsing hanya untuk mendapatkan tubuh yang ideal, sebab bisa saja mengandung sibutramine atau zat-zat lain yang berbaya bagi kesehatan anda.

Ada baiknya untuk berkonsultasi pada dokter tentang obat maupun suplemen pelangsing yang baik dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu ada baiknya untuk memperhatikan apa saja yang terkandung di dalam obat maupun suplemen pelangsing tubuh yang anda gunakan.

Ada banyak bahan atau zat kimia berbahaya selain sibutramine yang bisa saja dimasukkan ke dalam obat-obatan maupun suplemen pelangsing tubuh. Dibawah ini adalah beberapa bahan atau zat kimia yang berbahaya yang bisa saja ikut dimasukkan ke dalam obat maupun suplemen pelangsing tubuh.

  • Amphetamine

Ada beberapa obat pelangsing yang disinyalir terkandung  amphetamine maupun turunan dari amphetamine. Amphetamine merupakan obat golongan psikotropika.

Jika anda mendapati kandungan amphetamine maupun turunannya, sebaiknya konsultasikan pada dokter ahli tentang cara penggunaan yang aman. Amphetamine sebetulnya tidak dapat digunakan tanpa anjuran dan resep dokter.

  • Bumetanide

Bumetanide bersifat diuretic. Konsumsi obat pelangsing yang mengandung bumetanide akan menyebabkan anda lebih cepat mengalami gejala dehidrasi.

Selain itu, bumetanide juga dapat menyebabkan gangguan seperti denyut jantung yang lebih cepat serta dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung maupun stroke.

  • Ekstrak buah  grapefruit

Ekstrak buah grapefruit mengandung vitamin C dosis tinggi. Vitamin C dosis tinggi sendiri dapat menyebabkan gangguan kesehatan bila dikonsumsi terus menerus.

Bila ekstrak grapefruit dikombinasikan dengan obat-obatan kimia seperti atorvastatin, astemizol serta sildenafil akan menyebabkan gangguan yang lebih berbahaya lagi bagi kesehatan. Efek samping yang timbul, seperti kejang-kejang, diare, hipertensi serta masalah pada ginjal.

  • Ephedra

obat-obatanEphedra atau ephedrine juga sangat berbahaya. FDA atau bahan pengawas obat dan makanan di Amerika telah menarik beberapa obat maupun suplemen yang mengandung ephedra.

Epedhra mampu menyebabkan terjadinya peningkatan denyut jantung serta membuat jantung berdebar-debar. Penggunaan ephedra cepat atau lambat akan memicu serangan jantung maupun stroke.

  • Fenilpropanolamin

Fenilpropanolamin atau PPA umumnya digunakan sebagai bahan tambahan dalam obat-obatan seperti flu, batuk maupun obat antialergi. Fenilpropanolamin juga dimasukkan ke dalam obat pelangsing untuk mengurangi nafsu makan. Fenilpropanolamin sangat berbahaya karena dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke hemoragik.

  • Phenytoin

Phenytoin juga menekan nafsu makan. Penggunaan phenytoin dalam dosis tinggi akan memicu reaksi alergi seperti ruam, sembelit, sakit kepala, gangguan saraf di lidah, mual, sakit perut, gangguan motoric, pembengkakan getah being, tremor serta jaundice atau sakit kuning.

  • Fenolftalein

Fenolftalein dikenal sebagai obat penekan nafsu makan. Sayangnya, penggunaan zat ini dapat meningkatkan pertumbuhan sel tumor.

  • Fenproporex

Fenproporex merupakan obat sejenis stimulant yang nantinya akan diubah menjadi amphetamine dalam tubuh. Zat berbahaya ini dapat menyebabkan munculnya rasa nyeri di bagian dada, insomnisa serta sakit kepala yang parah. Efek samping lainnya, meliputi mengantuk serta depresi tingkat tinggi.

  • Rimonabant

Rimonabant tidak disetujui oleh FDA sehingga langsung ditarik dari peredaran. Rimonabant disinyalir mampu mempengaruhi otak dengan meningkatkan kejadian depresi berlebihan serta keinginan untuk bunuh diri.

1 comment for “Waspadai Zat Kimia Berbahaya Dalam Obat Pelangsing

  1. Pingback: Guy

Comments are closed.