Bahaya Dari Kurangnya Asupan Karbohidrat

gejala kekurangan karbohidrat

gejala kekurangan karbohidrat

Banyak orang yang percaya bahwa mengurangi asupan karbohidrat dalam pola makan, merupakan cara yang paling baik dalam menurunkan berat badan serta menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Banyak orang yang khawatir bila berat badannya akan naik saat mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Padahal, karbohidrat merupakan sumber energy utama bagi tubuh kita agar tubuh kita bisa tetap bergerak maupun untuk berpikir.

Menurut para pakar gizi maupun ahli kesehatan, paling tidak kita harus tetap mengkonsumsi karbohidrat. Sebab, mengurangi jumlah asupan karbohidrat dalam jumlah yang terlalu banyak justru kan bermasalah bagi kesehatan.

Mengurangi asupan karbohidrat terlalu banyak atau bahkan berhenti mengkonsumsi karbohidrat, akan memberikan efek yang berbeda bagi tubuh kita. Berbagai bahaya dari kurangnya asupan karbohidrat, meliputi:

  • Kekurangan cairan tubuh

Ketika kita mengurangi jumlah asupan karbohidrat, yang pertama kali muncul adalah penurunan berat badan. Berat badan kita menjadi berkurang. Sebenarnya yang menyebabkan berat badan kita berkurang bukan karena jumlah lemak dalam tubuh kita yang menurun, melainkan jumlah cairan tubuh kita. Ketika kita mengkonsumsi karbohidrat, maka nantinya akan disimpan dalam bentuk glikogen. Glikogen sebenarnya berisi air. Ketika glikogen dipecah menjadi energy maka akan semakin banyak air yang hilang dalam tubuh kita. Sehingga anda akan cenderung mengalami dehidrasi.

  • Tidak bisa berkonsentrasi serta mudah lelah
jenis makanan yang mengandung karbohidrat

jenis makanan yang mengandung karbohidrat

Sebenarnya karbohidrat merupakan sumber energy yang paling utama untuk otak. Semakin sedikit konsumsi karbohidrat maka akan memberikan dampak yang buruk bagi otak. Ketika glikogen dalam tubuh kita sudah habis, maka tubuh kita terpaksa memecahkan lemak dan jadilah keton. Keton ini justru berbahaya bagi tubuh kita. Dampaknya kita akan mengalami bau mulut, mudah lelah, lesu, pusing, mual serta mulut kering.

  • Depresi ringan

Asupan karbohidrat juga sangat berkaitan dengan pelepasan hormone serotonin dalam otak. Hormone serotonin merupakan neurotransmitter yang berfungsi sebagai pengatur kepuasan serta kebahagiaan. Asupan karbohidrat yang terlalu rendah akan menurunkan jumlah hormone serotonin, yang nantinya akan menyebabkan munculnya gejala depresi ringan dan emosi menjadi berubah-ubah. Mencukupi jumlah asupan karbohidrat akan memperbanyak jumlah hormone serotonin yang nantinya akan mengurangi gejala depresi serta mampu memperbaiki emosi.

  • Meningkat rasa ingin ngemil

Karbohidrat akan membuat gula darah cepat naik. Namun, gula darah juga dapat turun dengan cepat. Otak membutuhkan karbohidrat yang cukup, sehingga kita jadi merasa ingin ngemil. Biasanya hal seperti terjadi pada orang-orang yang mengkonsumsi karbohidrat sederhana. Hal seperti ini justru akan meningkatkan berat badan anda. Cobalah untuk memperbanyak konsumsi serat maupun karbohidrat komplek, sehingga kadar gula dalam darah tetap stabil.

  • Ketosis

Semakin berkurangnya asupan karbohidrat, maka akan semakin meningkatkan kadar keton dalam tubuh. Penumpukan keton dalam tubuh disebut ketosis. Ketika tubuh anda tidak memiliki cukup glukosa untuk energy, maka lemak akan disimpan dan diubah menjadi keton. Kondisi ketosis ringan akan menyebabkan kelelahan mental, mual, sakit kepala, serta bau mulut. Sedangkan kondisi ketosis parah dapat menyebabkan munculnya pembengkakak pada persendian serta batu ginjal. Untuk mencegahnya, sebaiknya tetap mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang cukup.

  • Dapat meningkatkan resiko penyakit

Konsumsi karbohidrat sederhana, seperti nasi maupun tepung dapat meningkatkan kadar asam lemak serta meningkatkan resiko penyakit jantung maupun diabetes. Konsumsi karbohidrat kompleks seperti beras merah, oatmeal, gandum maupun bekatul, mampu memperbaiki kadar kolesterol, menurunkan resiko penyakit jantung, diabetes, stroke maupun obesitas.

  • Menurunkan energy secara drastic
karbohidrat yang menyehatkan

karbohidrat yang menyehatkan

Mengurangi asupan karbohidrat ikut berdampak pada lever energy dalam tubuh kita. Karbohidrat kompleks merupakan jenis makanan yang juga mengandung magnesium, zat besi, serta vitamin B, yang semuanya itu sangat penting sekali untuk pembentukan energy. Bila kadar karbohidrat dalam tubuh kita terlalu sedikit, maka kita akan kekurangan banyak energy.

  • Hipoglikemia

Hipoglikemia merupakan suatu kondisi yang digambarkan dengan kurangnya gula atau glukosa dalam darah. Kondisi hipoglikemia sering dikaitkan dengan penyakit diabetes bisa disebabkan oleh kurangnya karbohidrat pada orang-orang yang sehat. Gejala dari hipoglikemia, seperti kelelahan, lemah, lesu, merasa selalu lapar serta kebingungan. Karbohidrat adalah sumber utama dari glukosa karena mereka nantinya akan dipecahkan menjadi gula sederhana dan masuk ke dalam sel dengan adanya bantuan insulin. Hal inilah yang menyebabkan karbohidrat menyediakan energy bagi tubuh. Tetap mengkonsumsi karbohidrat meskipun dalam jumlah sedikit mampu mengurangi gejala hipoglikemia.