Bahaya Makanan Dari Daging Olahan

nugget ayam

nugget ayam

Daging ayam memiliki kolesterol yang lebih rendah dibandingkan dengan daging merah, namun bila dikonsumsi terlalu berlebihan maka daging ayam akan sama efeknya dengan mengkonsumsi daging merah.

Nugget, merupakan makanan olahan cepat saji yang berasal dari daging ayam. Nugget banyak disukai baik tua maupun muda serta memiliki rasa yang gurih dan juga praktis.

Ada sebuah studi yang menyebutkan bahwa ternyata nugget juga cukup berbahaya bagi kesehatan kita. Sebuah studi yang dilakukan oleh para ahli yang berasal dari University of Mississipi Medical Center di Amerika Serikat, menyatakan bahwa nugget ayam sangat berbahaya karena banyak mengandung lemak dari ayam daripada daging ayam.

Dalam studi tersebut ditemukan bawah daging ayam bukanlah komponen utama dari nugget. Komponen utama radi nugget justru berasal dari lemak, kulit, tulang serta jaringan penghubung dari ayam yang memang memiliki cita rasa lebih nikmat dibandingkan daging ayam.

Sekitar 30% dari sepotong nugget terdiri dari lemak. Bahkan bisa jadi kadar lemaknya pada sepotong nugget menjadi lebih dari itu. Namun di lain pihak gerai makanan cepat saji di Amerika mengklaim bahwa nugget buatam mereka benar-benar terbuat dari daging ayam tanpa campuran apapun.

Bagaimanapun juga, makanan olahan perlu dibatasi demi kesehatan kita. Karena makanan dari daging olahan umumnya mengandung garam yang cukup tinggi dan berbagai macam zat kimia lainnya agar makanan tersebut menjadi lebih awet.

Kandungan garam yang tinggi serta berbagai macam pengawet inilah yang sangat berbahaya karena ikut berperan dalam pembentukan berbagai penyakit seperti stroke, hipertensi, penyakit jantung dan bahkan kanker.

Makanan olahan dari daging merah

Makanan olahan dari daging merah

Selain nugget, sosis juga merupakan makanan dari daging olahan yang cukup populer di dunia termasuk di Indonesia sendiri. Selain kaya akan nutrisi, sosis juga mengandung lemak dan kolesterol yang tinggi sehingga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada tubuh kita.

Para ahli kesehatan di Inggris telah mengatakan bahwa mengkonsumsi 1 batang sosis sehari dapat meningkatkan terjadinya kanker usus. Jadi ada baiknya untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi daging olahan sepeti sosis.

Berbagai makanan daging olahan dapat menyebabkan penyakit kanker bila dikonsumsi terlalu sering. Selain sosis, bacon juga sangat berbahaya. Dengan mengkonsumsi 50 gram makanan daging olahan setiap hari maka dapat meningkatkan terjadinya kanker sebanyak 20%.

Daging merah seperti daging sapi, domba maupun babi berkaitan dengan kanker usus. Namun, daging merah masih dibutuhkan oleh tubuh kita karena mengandung nutrisi yang penting termasuk sebagai pembentukan sel darah merah dengan cara konsumsi tidak lebih dari 500 g per hari.

Daging merah yang diolah dan diproses terlebih dahulu sangat berhubungan dengan berbagai penyakit seperti kanker, hipertensi serta penyakit jantung dan bahkan dapat menyebabkan kematian di usia muda.

Sebenarnya, yang perlu diwaspadai dari makanan daging olahan adalah penggunaan garam yang terlalu tinggi serta berbagai macam bahan kimia yang dimasukkan ke dalam daging olahan tersebut agar makanan tersebut dapat tetap awet untuk beberapa waktu lamanya.

daging olahan 2Ada sebuah penelitian yang dilakukan tentang efek dari diet atau pola makan tinggi daging olahan yang diikuti oleh banyak orang dari beberapa negara dan berjalan selama hampir 13 tahun lamanya.

Orang-orang atau para responden yang mengkonsumsi lebih dari 160 gram daging olahan yang sama dengan dua sosis serta seiris daging babi asap setiap hari, resiko kematiannya dalam kurun waktu 13 tahun menjadi 44% lebih besar jika dibandingkan dengan orang yang mengkosumsi daging olahan sebanyak 20 gram setiap hari.

Dan biasanya, orang-orang yang memiliki hobi mengkonsumsi daging khususnya daging olahan cenderung memiliki gaya hidup yang tidak sehat.Karena memang, orang-orang yang terlibat dalam penelitian tersebut selain hobi mengkonsumsi daging olahan mereka juga punya kebiasaan merokok, mengalami obesitas serta kurang gerak atau malas berolahraga.

Berhenti merokok sebetulnya merupakan hal yang paling bijaksana dapirapa mengurangi asupan daging. Namun sebaiknya kurangi atau sebisa mungkin jauhi mengkonsumsi produk makanan dari daging olahan yang juga berbahaya bagi kesehatan.

Daging merah yang dikonsumsi dalam jumlah yang cukup setiap hari dapat bermanfaat untuk kesehatan kita karena di dalam daging merah terkandung protein dan berbagai nutrisi seperti vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Ada baiknya untuk mengkonsumsi makanan yang juga mengandung protein selain daging merah seperti daging uggas, ikan dan juga kacang-kacangan dalam jumlah yang tidak terlalu berlebihan juga tentunya.