link10200 link10201 link10202 link10203 link10204 link10205 link10206 link10207 link10208 link10209 link10210 link10211 link10212 link10213 link10214 link10215 link10216 link10217 link10218 link10219 link10220 link10221 link10222 link10223 link10224 link10225 link10226 link10227 link10228 link10229 link10230 link10231 link10232 link10233 link10234 link10235 link10236 link10237 link10238 link10239 link10240 link10241 link10242 link10243 link10244 link10245 link10246 link10247 link10248 link10249 link10250 link10251 link10252 link10253 link10254 link10255 link10256 link10257 link10258 link10259 link10260 link10261 link10262 link10263 link10264 link10265 link10266 link10267 link10268 link10269 link10270 link10271 link10272 link10273 link10274 link10275 link10276 link10277 link10278 link10279 link10280 link10281 link10282 link10283 link10284 link10285 link10286 link10287 link10288 link10289 link10290 link10291 link10292 link10293 link10294 link10295 link10296 link10297 link10298 link10299 link10300 link10301 link10302 link10303 link10304 link10305 link10306 link10307 link10308 link10309 link10310 link10311 link10312 link10313 link10314 link10315 link10316 link10317 link10318 link10319 link10320 link10321 link10322 link10323 link10324 link10325 link10326 link10327 link10328 link10329 link10330 link10331 link10332 link10333 link10334 link10335 link10336 link10337 link10338 link10339 link10340 link10341 link10342 link10343 link10344 link10345 link10346 link10347 link10348 link10349

Beberapa Cara Untuk Mencegah Kegemukan Pada Anak

anak obesitas

anak obesitas

Dalam hal mencegah munculnya kegemukan atau obesitas, yang pertama dalam pikiran orang-orang adalah dengan cara mengurangi asupan makanan. Padahal sebenarnya ada beberapa jenis makanan tertentu yang bisa kita konsumsi untuk mencegah munculnya kegemukan.

Salah satu caranya adalah dengan mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan suhu tubuh yang nantinya dapat meningkatkan proses metabolisme dalam tubuh. Maka dari itu, dengan memperbanyak konsumsi makanan seperti ini maka dapat mempercepat proses penurunan berat badan.

Ada beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi untuk mencegah munculnya kegemukan atau obesitas yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung leptin. Leptin merupakan hormon yang bertugas untuk memerintah tubuh agar membakar lebih banyak kalori, sekaligus sebagai hormon yang dapat menekan nafsu makan.

Dengan banyaknya kadar hormon leptin dalam tubuh kita, nantinya akan memberikan informasi ke organ otak tentang adanya kekurangan energi pada sel-sel tubuh. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya pembakaran energi yang jumlahnya lebih banyak.

Menurut para pakar kesehatan, ketika kadar leptin dalam tubuh lebih banyak, maka otak akan merasa tubuh memerlukan energi yang lebih banyak, sehingga memerintahkan tubuh kita untuk membakar lebih banyak energi.

Dengan adanya kondisi seperti ini, maka ketika kita makan dalam porsi yang normal meski tidak menambah porsi olahraga, maka tubuh kita akan menyimpan kalori dalam jumlah yang sedikit ketika kita memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung leptin. Karena sebelum kalori sempat disimpan dalam tubuh sudah dibakar terlebih dahulu untuk memberikan energi bagi tubuh kita.

Orang-orang yang mengalami kegemukan atau obesitas, tubuhnya cenderung tidak dapat mengirimkan sinyal bahwa tubuhnya sudah kenyang ke organ otak. Hal inilah yang membuat orang-orang yang mengalami kegemukan atau obesitas menjadi selalu makan dalam jumlah banyak walaupun sebenarnya tubuhnya sudah merasa kenyang.

fungsi leptin

fungsi leptin

Karena otak tidak dapat menerima sinyal kenyang, maka otak mengira bahwa tubuh masih dalam keadaan lapar serta membutuhkan energi. Kondisi seperti inilah yang membuat otak untuk mmeningkatkan nafsu makan serta mengeluarkan hormon endorfin dalam jumlah yang lebih banyak sebagai hasil akhir setelah mengkonsumsi makanan berlemak serta makanan yang kaya gula.

Agar kadar leptin dalam tubuh kita selalu tercukupi, maka sebaiknya konsumsilah makanan yang kaya akan leptin. Jenis makanan yang kaya akan leptin , meliputi sayuran, buah-buahan serta kacang-kacangan. Umumnya jenis makanan yang kaya akan antioksidan juga kaya akan kandungan leptin. Selain itu kita juga tetap memerlukan istirahat yang cukup.

Kurangnya istirahat atau tidur akan sangat buruk baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa. Umumnya, dampak buruk yang paling sering terjadi adalah rasa kantuk yang besar di siang hari serta kesulitan dalam berpikir dan berkonsentrasi.

Dampak yang paling buruk dari kurangnya istirahat atau tidur dapat menyebabkan gangguan jiwa dan bahkan menyebabkan meningkatnya resiko penyakit jantung. Bahkan ada penelitian yang menemukan bahwa anak-anak yang mengalami kurang tidur dalam jangka panjang akan cenderung mengalami kegemukan atau obesitas.

Padahal, kegemukan atau obesitas merupakan salah satu faktor dari peningkatan resiko penyakit degeneratif seperti hipertensi, aterosklerosis, jantung koroner serta stroke.

Sebuah penelitian yang diadakan di Massachusetts General Hospital fot Children, menganalisa dampak buruk dari kurang tidur pada anak-anak yang berumur 6 bulan sampai umur 7 tahun. Data yang dikumpulkan meliputi tentang kesehatan fisik serta pola tidur dari anak-anak tersebut, termasuk tidur siang.

Semua data tersebut dikumpulkan setiap tahun. Berbagai informasi yang didapat dari data tersebut adalah tentang tinggi badan, lemak perut, massa tubuh serta lingkar pinggang dan pinggul yang diukut saat anak-anak berumur 7 tahun.

Para peneliti memberikan skor 0-13 untuk angka kecukupan tidur anak-anak tersebut. Angka 0 menunjukkan bahwa anak tersebut mengalami kondisi kurang tidur yang parah dan 13 untuk anak yang tidurnya cukup.

Baby-SleepingWaktu kecukupan tidur pada anak-anak didefinisikan sesuai dengan umur si anak tersebut. Untuk andak usia 6 bulan hingga 2 tahun, waktu tidur selama 12 jam sehari dianggap bahwa anak tersebut mengalami kurang tidur. Untuk umur 2 sampai 4 tahun, dikatakan cukup tidur bila waktu tidurnya lebih dari 10 jam per hari. Sedangkan untuk anak umur 5 sampai 7 tahun, waktu tidur yang diperlukantidak kurang dari 9 jam per hari.

Para peneliti menemukan bahwa, anak-anak dengan skor tidur yang paling rendah memiliki lemak perut yang lebih tinggi yang nantinya akan menjadi indikator munculnya kegemukan atau obesitas. Menurut laporan para peneliti, kondisi kurang tidur umumnya terjadi pada anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu serta kurangnya pendidikan pada ibunya.

Dengan adanya penelitian ini, maka kurang tidur juga bisa menjadi faktor penyebab dari meningkatnya kasus kegemukan atau obesitas serta kelebihan lemak pada anak-anak. Pengaruh buruk seperti ini juga terjadi pada anak-anak dimana dan tidak memandang umur.

Para peneliti juga merasa perlu untuk melakukan penelitian yang lebih lanjut untuk dapat membuktikan bahwa dengan cara memperbaiki waktu tidur pada anak-anak maupun orang dewasa juga dapat memperbaiki kondisi kegemukan atau tidak. Memperbaiki waktu tidur dapat dilakukan dengan cara membatasi konsumsi minuman yang mengandung kafein serta mengurangi pemakaian gadget.