Beberapa Faktor Penyebab Tingginya Asam Urat

inflamasi karena asam urat

inflamasi karena asam urat

Rasa nyeri yang menyakitkan akibat dari tingginya kadar asam urat dapat menyulitkan kita ketika melakukan aktivitas. Penyakit asam urat sebenarnya merupakan salah satu jenis radang sendi yang lebih disebabkan oleh adanya penumpukan kristal asam urat sehingga menyebabkan munculnya peradangan.

Ada dua factor utama yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit asam urat pada seseorang. Dua factor tersebut adalah factor primer dan factor sekunder. Asam urat factor primer berasal dari dalam tubuh seseorang, sedangkan asam urat factor sekunder kebanyakan berasal dari luar tubuh seseorang.

Asam urat factor primer sangat berkaitan dengan factor dari dalam tubuh seseorang namun belum diketahui secara pasti. Diduga disebabkan oleh adanya factor genetic serta factor ketidak seimbangan hormone dalam tubuh seseorang yang menyebabkan adanya gangguan metabolism yang dapat meningkatkan produksi asam urat dalam tubuhnya. Terjadinya asam urat factor primer bisa juga disebabkan oleh adanya gangguan pada proses pengeluaran asam urat dari tubuh karena adanya masalah pada ginjal.

makanan penyebab asam urat

makanan penyebab asam urat

Asam urat factor sekunder sangat berkaitan dengan asupan makanan yang masuk kedalam tubuh.

Konsumsi makanan yang kaya akan purin merupakan factor utama dari asam urat factor sekunder. Produksi asam urat meningkat karena kita mengkonsumsi makanan yang tinggi purin.Puein merupakan salam satu senyawa organis bersifat basa yang menyusun asam nukleat atau asam inti dari sel. Purin termasuk dalam kelompok asam amino sebagai unsur pembentuk protein.

Produksi asam urat juga bisa meningkat karena adanya penyakit darah, seperti penyakit sumsum tulang atau polisitemia. Bisa juga disebabkan karena konsumsi obat-obatan seperti obat untuk kanker maupun vitamin B12.

Penyebab lain dari tingginya asam urat, meliputi obesitas atau kegemukan, penyakit psoriasis serta tingginya kadar trigliserida. Orang-orang yang mengidap penyakit diabetes yang tidak terkontrol dengan baik umumnya memiliki kadar keton yang tinggi dalam tubuhnya. Keton merupakan hasil buangan metabolism lemak. Kadar keton yang tinggi juga dapat menyebabkan tingginya asam urat.

Dibawah ini adalah beberapa factor yang dapat menyebabkan tingginya asam urat dalam tubuh kita.

  • Umur
asam urat di bagian kaki

asam urat di bagian kaki

Penyakit asam urat banyak ditemukan pada orang-orang yang berumur 45 tahun ke atas. Namun ada juga orang-orang yang berumur 30 tahun sudah mengalami penyakit asam urat. Semakin tua umur seseorang maka resiko mengalami penyakit asam urat akan semakin besar. Sebab, umur yang semakin menua akan diiringi dengan menurunnya fungsi ginjal. Hal ini dapat mengakibatkan kadar asma urat dalam tubuh semakin bertambah. Obat-obatan yang dikonsumsi seiring dengan bertambahnya umur seseorang juga bisa meningkatkan resiko terserang asam urat.

  • Jenis kelamin

Umumnya, pria lebih sering mengalami asam urat. Saat asam urat menyerang di umur yang masih muda, penyakit ini akan terus berlanjut sampai tua. Pria memang memiliki kadar asam urta yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan wanita. Hormon esterogen yang dimiliki oleh wanita cenderung melindungi seorang wanita dari resiko asam urat sejak masih anak-anak. Namun, setelah seorang wanita telah mengalami menopause, maka resiko terserang asam urat juga sama tingginya dengan para pria.

  • Kesehatan

Seseorang yang mengidap penyakit lain cenderung mudah terserang penyakit asam urat, seperti penyakit diabetes serta kondisi seperti obesitas. Bahkan, orang-orang yang mengalami obesitas memiliki resiko 4 kali lebih besar mengalami asam urat jika dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki berat badan normal.

Resistensi insulin serta penyakit diabetes dapat memicu terbentuknya asam urat karena kondisi seperti resistensi insulin serta diabetes dapat mengganggu fungsi dari ginjal. Orang-orang yang mengidap tumor ganas atau kanker juga umumnya memiliki kadar asam urat yang tinggi sehingga cenderung mengalami asam urat.

  • Konsumsi minuman beralkohol
konsumsi minuman beralkohol

konsumsi minuman beralkohol

Konsumsi minuman beralkohol juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit asam urat. Minuman beralkohol khususnya bir, dapat memicu munculnya asam urat. Bila anda telah terdiagnosis memiliki kadar asam urat yang tinggi, sebaiknya hentikan kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol.

Alcohol, dapat menyebabkan pembuangan asam urat lewat urine atau air seni menjadi berkurang, sehingga asam urat akan tetap bertahan dalam darah seseorang.

  • Makanan

Konsumsi makanan yang tinggi purin seperti cumi, kerang, udang, kepiting, jerohan maupun kacang-kacangan juga dapat menyebabkan tingginya kadar asam urat dalam tubuh. Makanan yang kaya akan purin akan diubat oleh tubuh menjadi asam urat.

  • Obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan juga ada yang dapat meningkatkan resiko terserang asam urat. Obat-obatan diuretic, aspirin maupun obat-obatan lain untuk keperluan transplantasi. Beberapa jenis obat tersebut memang penting sehingga harus terus digunakan oleh orang-orang tertentu. Cara yang terbaik adalah dengan mengkonsumsi obat yang dapat menurunkan kadar asam urat dalam tubuh. Sebaiknya konsultasikan hal seperti ini terlebih dahulu pada dokter ahli.

batu ginjal

batu ginjal

Kadar asam urat yang terlalu tinggi dalam darah, tanpa kita sadari akan merusak organ-organ penting dalam tubuh kita, khususnya ginjal.

Ginjal akan rusak karena tingginya asam urat. Saringan dalam ginjal akan rusak karena tingginya kadar asam urat. Tersumbatnya saringan ginjal inilah yang nantinya akan menyebabkan munculnya batu ginjal dan akan semakin meningkat menjadi penyakit gagal ginjal.

Selain itu, asam urat juga salah satu factor resiko terjadinya penyakit jantung coroner. Kristal-kristal asam urat diduga akan merusak endotel atau lapisan bagian dalam dari pembuluh darah coroner. Maka dari itu, bila anda memiliki kadar asam urat yang tinggi sebaiknya segera berupaya untuk menurunkan kadar asam urat dalam tubuhnya agar kerusakan yang terjadi tidak merembet pada organ-organ tubuh yang lain.