Beberapa Pekerjaan Yang Berbahaya Bagi Kesehatan

pekerja bahan kimia

pekerja bahan kimia

Setiap pekerjaan memiliki resiko sendiri-sendiri. Namun ada beberapa jenis pekerjaan tertentu yang memiliki resiko yang sangat besar sekali bagi kesehatan orang yang mengerjakannya.

Misalnya, orang-orang yang bekerja dibidang kimia, memiliki resiko yang tinggi untuk terpapar berbagai senyawa kimia yang berbahaya yang nantinya akan semakin meningkatkan resiko terjadinya kanker. Karena banyak bahan kimia yang memang memiliki sifat karsinogenik.

Selain itu ada juga pekerjaan lainnya yang memiliki resiko untuk menyebabkan berbagai jenis penyakit tertentu sehingga relative berbahaya bagi kesehatan para pekerjanya.

Berbagai pekerjaan yang berbahaya bagi kesehatan, meliputi:

  • Bertani

Pekerjaan seperti bertani menuntut seseorang untuk terus bergerak sehingga memiliki resiko rendah untuk terserang penyakit seperti penyakit jantung, kanker paru-paru, kanker ensofagus, kandung kemih serta kanker usus besar, namun tetap saja pekerjaan bertani memiliki resiko untuk membahayakan kesehatan.

Menurut para ahli kesehatan, pekerjaan seperti bertani dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti limfoma non hodgkin, leukemia, sarcoma, myeloma, kanker kulit, kanker otak maupun kanker prostat.

Sebab, pekerjaan bertani umumnya akan terpapar senyawa kimia yang berasal dari pestisida, gas buang dari mesin penggilingan, pupuk, fungisida serta bahan bakar. Selain itu bisa juga terpapar virus dari binatang ternak serta debu.

Maka dari itu, pekerjaan bertani harus lebih waspada terhadap paparan berbagai senyawa kimia dengan menggunakan masker pelindung lengkap sebelum mulai bekerja.

  • Pemadam kebakaran
pemadam kebakaran

pemadam kebakaran

Pekerjaan sebagai pemadam kebakaran merupakan pekerjaan yang sangat serius. Pemadam kebakaran harus menghadapi trauma, paparan asap sereta panasnya api saat terjadi kebakaran. Tidak hanya itu saja, ternyata pemadam kebakaran memiliki resiko tinggi sebesar tujuh kali lipat lebih mungkin untuk meninggal karena penyakit jantung jika dibandingkan dengan terkena paparan asap.

Resiko seperti ini justru lebih besar daripada resiko trauma pada para pekerja pemadam kebakaran. Menurut analisa dari para peneliti di Harvard, kemungkinan lebih disebabkan karena adanya stress fisik serta stress psikologis.

  • Pekerja bangunan

Alat-alat berat serta benda-benda konstruksi bukanlah satu-satunya hal yang berbahaya bagi para pekerja bangunan. Menurut sebuah asosiasi paru-paru di Amerika, di Amerika sendiri sudah ada sekitar 1,3 juta pekerja konstruksi yang terkena paparan asbestos serta serat-serat halus dalam waktu lama sehingga sangat membahayakan organ paru-paru. Kondisi seperti ini akan memicu terjadinya kanker khususnya kanker paru-paru pada para pekerja bangunan.

Maka dari itu, para pekerja bangunan juga perlu waspada dan lebih sering berkonsultasi pada dokter ahli paru-paru untuk mendapatkan langkah pencegahan dari penyakit kanker paru-paru.

  • Pilot

Selain resiko seperti jatuh, pekerjaan sebagai pilot juga memiliki resiko lain yang berbahaya bagi kesehatan. Para peneliti dari University of Iceland menemukan bahwa, pilot beresiko 25 kali lebih tinggi untuk mengalami kanker kulit. Kemungkinan disebabkan oleh adanya paparan sinar kosmik. Namun kebanyakan para ahli menyatakan bahwa hal seperti itu lebih disebabkan oleh faktor gaya hidup.

  • Pekerjaan yang banyak duduk
pekerja kantoran

pekerja kantoran

Pekerjaan yang membutuhkan banyak aktivitas fisik di lapangan kemungkinan terdengar memiliki banyak resiko bagi kesehatan. Namun begitu juga dengan pekerjaan yang banyak duduk. Pekerjaan yang lebih banyak duduk atau tidak aktif ternyata sangat berhubungan dengan 82% peningkatan resiko kematian dari penyakit kardiovaskular daripada pekerjaan yang lebih banyak bergerak.

Pernyataan seperti itu sesuia dengan hasil yang diperoleh dari sebuah penelitian di University of South Carolina. Alasannya, orang-orang bekerja sambil duduk dalam waktu lama akan membuat orang tersebut kurang membakar kalori sehingga cenderung menumpuk lemak yang merupakan salah satu dari factor penyebab terjadinya penyakit kardiovaskular.

  • Pengeboran minyak

Pekerja di pengeboran minyak memiliki resiko tinggi terpapar berbagai bahan kimia serta asap yang juga berbahaya bagi kesehatannya. Berbagai resiko dari pekerjaan pengeboran minyak, seperti kulit terpapar bahan kimia berbahaya serta menghirup asap.

Selain itu, bekerja di pengeboran minyak juga akan menyebabkan penyakit psikologis seperti homesick karena umumnya pengeboran minyak sangat jauh dari rumah bahkan sampai jauh di lepas pantai.

  • Petugas kesehatan

Para petugas kesehatan seperti dokter, perawat maupun tenaga kesehatan lain yang bekerja di rumah sakit, pusat kesehatan maupun panti jompo juga merupakan salah satu pekerjaan yang berbahaya bagi kesehatan. Para petugas kesehatan umumnya rentan terinfeksi berbagai penyakit seperti influenza, TBC bahkan sindrom pernapasan akut parah atau SARS.

Petugas kesehatan diharuskan untuk menjaga status kesehatannya dengan melakukan imunisasi, seperti vaksin flu misalnya, atau imunisasi yang lain yang direkomendasikan bagi para petugas kesehatan. Usaha pencegahan lain juga perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan dari pasien ke petugas kesehatan.

Petugas kesehatan juga rentan terserang asma serta alergi karena pemakaian sarung tangan atau perlengkapan lain yang terbuat dari lateks. Cara pencegahannya adalah mengganti sarung tangan maupun perlengkapan dari lateks dengan perlengkapan yang berbahan sintetis bebas lateks.

  • Pekerja pertambangan
pekerja tambang

pekerja tambang

Pertambangan bawah tanah beresiko besar untuk menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit bagi para pekerja pertambangan. Penyakit yang muncul, seperti bronchitis sampai pneumoconiosis atau disebut juga paru-paru hitam. Pneumokoniosis merupakan suatu kondisi kronis yang disebabkan karena menghirup debu batu bara yang nantinya akan mengendap dalam paru-paru, kemudian mengeras sehingga membuat seseorang sangat kesulitan untuk bernapas.

Pneumokoniosis nantinya akan menyebabkan fibrosis massif progresif atau kerusakan paru-paru secara cepat serta dapat membunuh seseoran dalam waktu yang cepat.Penggunaan alat pelindung pernapasan atau respirator merupakan cara pencegahan untuk membatasi jumlah debu yang terhirup ketika seseorang bekerja di pertambangan.

  • Buruh pabrik

Buruh pabrik rentan terserang penyakit asma . Bila seorang buruh pabrik sebelumnya sudah mengalami asma maka penyakitnya akan semakin parah.

Para buruh pabrik cenderung terpapar berbagai macam zat-zat berbahaya, mulai dari logam yang terhirup saat peleburan silica atau bahkan terhirup pasir halus, yang nantinya dapat menyebabkan terjadinya silicosis, yaitu suatu penyakit yang menyebabkan jaringan parut pada organ paru-paru. Dengan adanya penyakit silicosis maka pekerjaan seperti buruh pabrik akan semakin meningkatkan resiko terjadinya kanker paru-paru.

Ada sebuah gangguan paru-paru yang terbaru disebut popcorn paru-paru dalam istilah kedokteran disebut bronkiolitis obliterans, telah terlihat pada para buruh pabrik yang terpapar bahan kimia dari penyedap yang digunakan untuk membuat popcorn.

Cara untuk mencegah bahaya dari berbagai penyakit paru-paru bagi para buruh pabrik adalah dengan menggunakan respirator.