Berbagai Anggapan Yang Salah Tentang Asma

asma

asma

Penyakit pernapasan seperti asma sering sekali ditemukan di hampir semua golongan masyarakat. Dalam upaya menyembuhkan penyakit asma pada masyarakat, terkadang banyak bermunculan berbagai anggapan yang tidak semuanya benar serta tidak sesuai dengan kenyataannya pada penelitian ilmiah tentang asma.

Dengan cara membandingkan anggapan serta fakta tetang asma pada masyarakat, diharapkan agar para masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar tentang penyakit asma.

  • Asma adalah penyakit keturunan

Anggapan seperti ini salah. Seorang ibu yang mengalami penyakit asma belum tentu bila anaknya nanti juga akan mengalami penyakit asma. Penyakit asma termasuk dalam kelompok penyakit yang disebabkan oleh alergi atau penyakit atopi. Bila dalam suatu keluarga ada yang mengalami penyakit atopi, maka bisa saja menular pada anggota keluarga yang lain seperti terkena alergi maupun mengidap asma. Jadi, bila seorang ibu mengidap penyakit asma, maka anaknya nanti akan memiliki resiko terserang asma, urtikaria maupun pilek yang lebih besar bila dibandingkan dengan anak yang dilahirkan oleh ibu yang tidak mengidap penyakit asma. Namun, kasus seperti ini biasanya juga jarang sekali.

  • Serangan asma mudah terjadi pada udara yang lembab

Faktanya, udara yang lembab justru mampu mengurangi resiko serangan asma pada seorang pengidap asma. Maka dari itu, seseorang yang mengidap asma akan merasa lebih baik berada di tempat yang lembab daripada tempat seperti di pantai. Udara di tempat seperti pantai mengandung banyak uap air. Saluran pernapasan pengidap asma akan mudah sekali terangsang pada udara yang kering serta memiliki kelembaban yang rendah. Misalnya, bila seorang pengidap asma yang sedang melaksanakan ibadah haji, orang tersebut akan merasa udara kering yang dihirupnya dapat merangsang munculnya batuk maupun asma.

  • Serangan asma bisa terjadi karena emosi

asmaAnggapan seperti ini ada benarnya. Faktor emosi memegang peranan dalam terjadinya serangan asma. Para peneliti beranggapan bahwa pengidap asma yang sedang mengalami emosi bisa mendapat serangan asma yang lebih hebat dari biasanya. Maka dari itu, pengidap asma perlu untuk belajar agar lebih tenang dalam menghadapi serangan asma.

  • Pengidap asma harus diawasi dokter

Pengidap penyakit asma tidak harus diawasi oleh seorang perawat maupun dokter secara terus menerus. Pengidap penyakit asma harus dapat memahami berbagai faktor yang dapat memicu asma seperti flu, kegiatan jasmani yang berlebihan, alergi maupun pemakaian obat-obatan tertentu. Dengan memahami berbagai faktor tersebut, maka pengidap asma dapat menghindari faktor penyebab serangan asma. Pengidap penyakit asma juga harus mengetahui tentang obat asma, obat untuk pencegahan serta obat yang dapat menghilangkan gejala serangan asma. Sehingga pengidap asma bisa secara mandiri mengetahui obat mana yang dipakai serta dapat menilai apakah setelah menggunakan obat tersebut asmanya mulai berkurang atau tidak.

  • Penderita asma tidak boleh hamil

Pengaruh kehamilan terhadap penderita asma sangat berbeda-beda. Beberapa pengidap asma keadaan asmanya bisa memburuk selama masa kehamila. Namun sebagain lainnya juga ada yang justru kondisi penyakit asmanya membaik. Ada juga penderita penyakit asma yang hamil dan tidak berpengaruh apa-apa pada kondisi penyakit asma yang dideritanya. Asma bukanlah suatu hal yang menghalangi seorang wanita untuk hamil.

  • Penderita asma tidak boleh olahraga

Olahraga sangat penting bagi kesehatan tubuh kita termasuk pada orang yang mengidap asma. Hanya saja, pengidap asma sebaiknya memilih jenis olahraga yang tidak terlalu berat serta tidak melakukan olahraga secara berlebihan. Hal ini sangat penting sekali untuk dipahami oleh para orang tua yang memiliki anak yang mengidap penyakit asma. Jangan larang anak anda untuk melakukan olahraga. Larangan hanya akan membuat anak anda merasa berbeda dengan anak-anak yang lainnya. Beri anak kesempatan untuk bermain seperti anak yang lainnya serta selalu mengingatkan agar jangan terlalu lelah. Orang tua juga bisa memberikan obat semprot untuk melebarkan pipa saluran pernapasan pada anak sebelum anak melakukan aktifitas.

  • Asma adalah penyakit yang ringan
gejala asma

gejala asma

Penyakit asma memiliki tingkat keparah yang berbeda-beda. Pengidap asma tingkat ringan, serangannya memang tampak ringan-ringan saja. Penderita penyakit asma tingkat berat perlu berhati-hati agar tidak masuk ke dalam golongan asma akut berat. Biasanya pengidap asma tingkat berat akan masuk dalam golongan asma akut berat karena lupa minum obat maupun terpapar pemicu serangan asma. Beberapa bentuk serangan asma tingkat berat terkadang sangat membutuhkan perawatan yang intensif, bahkan tidak jarang sampai ada yang dirawat dalam ruang intensif. Asma golongan berat bisa menyebabkan kematian bila idak diobati dengan baik.

  • Pengidap asma tidak boleh merokok

Hal ini memang benar. Saluran pernapasan pada penderita penyakit asma sangatlah peka. Maka dari mudah sekali terangsang oleh berbagai macam asap seperti asap rokok. Pengidap asma bahkan tidak boleh berada di sekitar orang yang sedang merokok. Hal seperti ini juga perlu diperhatikan oleh para pekerja yang bekerja dalam ruangan ber pendingin. Bila anda merokok dalam ruangan tertutup, maka tidak saja mengganggu kesehatan anda sendiri tapi juga mengganggu kesehatan orang lain, terlebih penderita asma.

  • Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan asma

Penderita asma memiliki saluran pernapasan yang terlalu peka. Bila timbul rangsangan maka serangan asma akan muncul secara tiba-tiba. Bila rangsangannya dapat dihilangkan dan penyempitan saluran napas dapat diperbaiki dengan pemakaian obat pelebar saluran pernapasan, maka penderita akan sembu. Gejala-gejala penyakit asma akan hilang dengan sendirinya. Namun, bila terpapar sesuatu seperti debu, maka serangan tersebut akan datang kembali. Hal ini terjadi, karena masih belum ditemukan cara untuk mengurangi maupun untuk menghilangkan kepekaan berlebih pada saluran pernapasan penderita asma. Kepekaan hanya bisa dikurangi dengan pemakaian obat steroid topikal yang merupakan obat yang umumnya dipakai untuk mencegah serangan asma. Namun obat seperti ini harus dipakai secara terus menerus.