Berbagai Faktor Yang Dapat Menunjang Kecerdasan Anak

anak sehatKecerdasan anak ditentukan oleh berbagai macam hal, seperti nutrisi serta stimulasi yang diberikan oleh orang tua kepada anak tersebut. Namun, masih ada lagi factor lain yang tidak kalah penting dalam hal pembentukan otak anak yang nantinya dapat menentukan kecerdasan si anak itu sendiri.

Menurut beberapa dokter spesialis anak, kesehatan pada saluran cerna juga ikut mempengaruhi perkembangan otak anak. Maka dari itu, jika anda menginginkan agar pertumbuhan serta perkembangan otak anak berjalan dengan lebih optimal, maka anda perlu juga untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan anak anda.

Saluran pencernaan yang sehat akan membuat penyerapan nutrisi lebih optimal sehingga nantinya akan dapat menunjang pertumbuhan serta perkembangan otak anak dan membuat anak menjadi semakin cerdas.

Beberapa dokter spesialis anak percaya bahwa saluran pencernaan juga dapat mempengaruhi otak dari berbagai segi, seperti segi sel saraf, sel imunitas tubuh serta hormonal pada anak. Yang sangat menentukan pertumbuhan serta perkembangan otak anak adalah dari segi sel saraf. Sebab, saluran pencernaan berkaitan dengan sel saraf vagus, tepatnya pada sel ke 10 dari 13 sel yang ada pada sel saraf vagus.

Sel saraf ke 10 ini bertugas untuk mengatur otak, jantung, paru-paru, system pencernaan serta system untuk berkemih. Ketika terjadi stimulasi yang membuat terganggunya sel saraf vagus, maka berbagai organ yang dipengaruhinya juga akan mengalami gangguan.

Contohnya, ketika seseorang merasa gugup setelah dibentak, maka akan mengalami susah untuk bernapas, jantungnya akan berdebar-debar, perutnya akan terasa mulas disertai dengan rasa ingin buang air besar. Pada orang dewasa kondisi seperti ini tidak terlalu berpengaruh pada organ otaknya, namun pada anak-anak yang organ otaknya masih dalam tahap berkembang, maka kondisi seperti ini dapat menghambat pembentukan kecerdasan pada anak itu sendiri.

Selain itu, segi hormonal juga harus dijaga. Segi hormonal berkaitan dengan hormone kortisol yang merupakan hormone yang diproduksi ketika kita mengalami stress. Saluran pencernaan yang tidak sehat juga dapat merangsang produksi hormone kortisol pada otak. Maka dari itu, ketika kita mengalami stress, terkadang saluran pencernaan juga ikut terganggu.

Kaitan antara pengaruh hormone kortisol pada kecerdasan anak juga meliputi sel imunitas tubuh yang erat sekali kaitannya dengan reaksi alergi. Jadi, saluran pencernaan yang tidak sehat juga dapat memicu munculnya gejala-gejala alergi.

Factor lain yang juga dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan anak adalah dari si ibu. Apapun yang terjadi pada ibu yang sedang dalam masa kehamilan nantinya juga akan berdampak pada janin yang ada dalam kandungannya.

Semua kejadian termasuk stress yang terjadi di masa kehamilan juga dapat memberikan dampak pada janin. Bahkan, stress berpotensi untuk mengganggu perkembangan serta pertumbuhan otak pada janin dalam kandungannya.

bayi dalam kandungan

bayi dalam kandungan

Ketika kita mengalami stress, maka hormone kortisol dalam jumlah yang tinggi akan mengalir pada darah dalam tubuh. Maka dari itu, darah janin juga ikut berpotensi mengandung hormone kortisol karena adanya hormone kortisol pada darah si ibu.

Darah pada si ibu juga berfungsi untuk mengantarkan berbagai zat bergizi serta nutrisi yang penting bagi janin melalui plasenta. Jika si ibu mengalami stress, maka ada kemungkinan hormone kortisol yang terkandung dalam darah si ibu ikut masuk ke janin.

Tumbuh kembang anak terjadi sejak berada di dalam kandungan sampai pada 1000 hari pertama dalam kehidupan anak tersebut. Waktu 1000 hari pertama tersebut juga dikenal dengan istilah periode emas perkembangan otak anak. Adanya kerusakan maupun kurang optimalnya tumbuh kembang otak anak pada masa tersebut akan berdampak buruk dalam jangka panjang serta bersifat permanen.

Kurang optimalnya tumbuh kembang otak janin karena stress pada ibu sangat erat sekali kaitannya dengan hubungan antara saluran pencernaan serta otak anak tersebut nantinya.

Saluran pencernaan yang sehat akan mampu mengoptimalkan 80 % pertumbuhan otak anak pada saat anak berumur 0 sampai 6 tahun.

Stress tidak hanya terjadi pada orang dewasa maupun pada anak yang masih sekolah saja. Bayi juga bisa mengalami stress. Stress pada bayi akan mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan otak yang nantinya juga akan berpengaruh pada kecerdasan bayi tersebut.

Bila saluran pencernaan tetap dalam kondisi sehat, maka pertumbuhan otak juga akan berjalan secara optimal. Adanya gangguan pada kesehatan saluran pencernaan nantinya akan menyebabkan bayi mengalami stress sehingga pertumbuhan otaknya juga ikut terganggu.

Selain itu, stress pada bayi juga bisa disebabkan karena adanya perubahan lingkungan yang terlalu ekstem dari rahim sang ibu ke udara bebas. Ketika bayi masih berada di dalam kandungan, maka segala kebutuhannya masih dapat terpenuhi. Sedangkan ketika berada di luar kandungan, maka bayi diharuskan untuk mengandalkan refleksnya sendiri untuk dapat bertahan hidup.

Kondisi seperti inilah yang bisa membuat bayi terkadang mengalami stress. Akibatnya, kesehatan pada saluran pencernaannya bisa saja mengalami gangguan. Untuk menghindari stress pada bayi, adalah dengan mengasuh bayi dengan cara mengasuh yang baik.

ibu dan anak

ibu dan anak

Selain mengasuh juga dengan cara menyusui bayi. Menyusui bayi akan memberikan stimulasi yang baik untuk menghindari stress pada bayi serta dapat menyehatkan saluran pencernaan bayi itu sendiri.

Ketika sang ibu menyusui bayinya, maka akan terjalin hubungan yang baik antara sang ibu dengan bayinya. Sentuhan, bau serta suara sang ibu akan memberikan rasa nyaman pada bayi sehingga nantinya akan mengurangi kadar stress yang dialami oleh bayinya.

Selain itu, dengan menyusui akan membuat bayi memperoleh nutrisi penting untuk menunjang tumbuh kembangnya, termasuk probiotik yang nantinya akan menyehatkan saluran pencernaan bayi itu sendiri.

Maka dari itu, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan ASI umumnya lebih cerdas daripada bayi yang tidak mendapatkan ASI.