Berbagai Jenis Serangga Pembawa Penyakit

macam-macam serangga

macam-macam serangga

Serangga, disebut juga dengan nama insekta, merupakan kelompok utama dari hewan beruas atau Arthropoda yang memiliki enam tungkai atau tiga pasang kaki. Maka dari itu, serangga juga disebut dengan istilah Hexapoda, yang diambil dari bahasa Yunani yang berarti “berkaki enam”

Serangga adalah hewan yang sering kita temui dalam sehari-hari serta bisa kita temuka di hampir semua jenis lingkungan. Ada lebih dari 800.000 jenis serangga di dunia ini, dan beberapa diantaranya sangat merugikan bagi manusia karena dapat menyebabkan penyakit.

Tidak seperti lebah maupun kupu-kupu yang secara tidak langsung ikut berperan dalam memenuhi pangan manusia, beberapa jenis serangga tertentu justru sangat merugikan manusia karena dapat menyebabkan penyakit.

Beberapa jenis serangga pembawa penyakit, meliputi:

  • Kecoa

Banyak orang yang merasa jijik dengan kecoa. Karena, umumnya kecoa tinggal di tempat yang kotor, bau, lembab dan gelap. Kecoa mudah kita temukan di rumah. Kecoa memakan apa saja yang bisa dia temukan untuk tetap hidup. Kecoa menyebabkan bau, kotoran serta kuman, sehingga dengan adanya kecoa di rumah merupakan indicator dari buruknya sanitasi atau kebersihan rumah.

Kecoa mampu beradaptasi dan bisa hidup dimana saja, baik di daerah dingin maupun tropis. Berbagai kuman penyakit menempel di tubuh kecoa karena kecoa cenderung tinggal di tempat yang kotor dan penuh kuman. Ketika kecoa menempel di suatu tempat, maka sudah pasti tempat tersebut akan penuh kuman.

Kecoa dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, mulai dari tipus, toksoplasma, bahkan penyakit SARS. Ada banyak cara untuk mengendalikan kecoa, salah satunya adalah dengan menggunakan insectisida. Bisa juga dengan cara menyiram telur-telur kecoa dengan air panas, agar tidak dapat menetas dan berkembang biak.

Pengendalian kecoa dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan insektisida. Atau dengan menyiramkan air panas pada telur kecoa agar tidak menetas dan berkembang biak.

  • Nyamuk
penyebab demam berdarah

penyebab demam berdarah

Nyamuk merupakan serangga yang memiliki sepasang sayap berbentuk membrane. Sama seperti kecoa, nyamuk juga mudah ditemukan dimana-mana. Nyamuk memiliki tubuh yang kecil dan memiliki enam yang panjang.

Nyamuk memiliki ukuran yang berbeda-beda, namun kebanyakan tidak lebih dari 15 mm dengan berat tubuh sekitar 2 sampai 2,5 mg. Ada sekitar 2700 spesies nyamuk yang tersebar di penjuru dunia. Nyamuk jantan tidak menghisap darah. hanya nyamuk betina saja yang menghisap darah, karena memerlukan protein untuk bertelur.

Penyakit malaria, disebabkan oleh nyamuk Anopheles. Sedangkan penyakit Chikungunya serta demam berdarah disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk Culex dapat menyebabkan radang otak atau sering disebut dengan nama West Nile Virus. Penyakit tersebut banyak terjadi di benua Afrika.

Cara menanggulangi penyakit demam berdarah yang biasa dilakukan adalah dengan melakukan gerakan 3M, yaitu menguras, menutup dan mengubur sarang nyamuk. Bisa juga ditanggulangi dengan melakukan pengasapan. Semua itu bertujuan untuk mencegah perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk.

  • Kumbang barber
kumbang barber

kumbang barber

Kumbang barber berwarna hitam mengkilat dan berukuran tidak lebih dari 3 cm. Kumbang barber merupakan pembawa parasite T.cruzi yang merupakan penyebab dari penyakit chagas melalui kotorannya.

Ketika kumbang barber menghisap darah, maka luka yang ditimbulkan menyebabkan orang untuk menggaruk luka sehingga parasite tersebut masuk ke tubuh melalui luka. Setelah 1 sampai 2 minggu kemudian, orang tersebut akan mengalami demam tinggi serta ada pembengkakan pada bagian tubuh yang terinfeksi.

Parasite ini mampu menetap dalam tubuh pengidapnya sampai 20 tahun lamanya tanpa gejala apapun. Namun, tiba-tiba pengidapnya akan mengalami gangguan saraf atau infeksi otak maupun jaringan dalam tubuh, luka-luka pada saluran pencernaan serta gagal jantung yang dapat menyebabkan kematian secara tiba-tiba.

  • Lalat

Lalat juga serangga yang hidup dan berkembang biak di tempat yang kotor serta berbau. Lalat sangat mengandalkan organ penglihatannya untuk bertahan hidup. Lalat memiliki mata majemuk yang terdiri atas ribuan lensa serta sangat peka terhadap gerakan sekecil apapun. Bahkan beberapa jenis lalat juga memiliki penglihatan tiga dimensi yang sangat baik.

Ada sekitar 100.000 spesies lalat yang ada di penjuru dunia. Beberapa jenis lalat yang perlu diwaspadai, adalah lalat hijau, lalat rumah, lalat biru serta lalat latirine. Lalat rumah merupakan lalat pembawa penyakit yang banyak ditemukan ditempat-tempat yang basah, bau dan kotor, seperti tempat sampah. Lalat mencari makan dan berkembang biak di tempat sampah yang cenderung basah.

Ada begitu banyak mikroorganisme yang menempel di kaki serta rambut halus di sekujur tubuh lalat. Berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh lalat, umumnya sangat berkaitan dengan saluran pencernaan. Karena, lalat dari tempat yang busuk dan kotor sering hinggap pada makanan sehingga makanan yang sudah dihinggapi lalat telah terkontaminasi dengan berbagai macam mikroorganisme berbahaya. Mikroorganisme tersebut ikut masuk ke dalam tubuh ketika manusia mengkonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi.

Berbagai penyakit yang umumnya ditularkan oleh lalat, meliputi diare, kolera, disentri, tipus serta virus penyakit saluran pencernaan. Selain itu, lalat juga dapat menularkan penyakit difteri, membawa virus penyakit polio maupun gatal-gatal pada kulit.

  • Kutu
kutu

kutu

Kutu sering dijadikan inang oleh tularemia, cacing pita, ensefalitis, bahkan pes yang sering dikaitkan dengan adanya penyakit sampar hitam dan telah menewaskan banyak orang di Eropa.

Salah satu jenis kutu yang banyak berkembang di negara beriklim sedang adalah caplak, yang diyakini merupakan pembawa penyakit Lyme yang membuat pengidapnya merasa lemah. Caplak menyebar dan berkembang semakin banyak dengan adanya migrasi kawanan burung.

Kutu akan terus menempel dan menyedot darah hewan peliharaan. Setelah kenyang, mereka akan bersembunyi di celah-celah rumah serta tetap bertahan disitu sampai berbulan-bulan lamanya tanpa makanan. Kutu anjing amerika umumnya mudah ditemukan di sepanjang jalan setapak serta tanah berumput tinggi. Penyakit Lyme disinyalir disebabkan oleh kutu rusa.