Berbagai Komplikasi Yang Ditimbulkan Oleh Penyakit Gondongan

penyakit gondongan

penyakit gondongan

Kebanyakan masyarakat menyamakan penyakit gondongan dengan penyakit gondok. Sebenarnya penyakit gondongan sangat berbeda dengan penyakit gondok, meskipun pada kenyataannya gejala dari kedua penyakit ini sama, yaitu adanya pembesaran atau pembengkakan pada kelenjar di bagian leher.

Penyakit gondok lebih disebabkan oleh adanya gangguan pada hormone thyroid pada bagian leher. Sedangkan penyakit gondongan timbul karena adanya serangan virus khususnya Paramyxovirus yang menyebabkan terjadinya pembengkakan yang disertai dengan rasa nyeri pada bagian kelenjar parotis atau kelenjar ludah.

Jaman dulu pengidap penyakit gondongan sering diberi blau atau bulau yang berwarna biru yang biasa dipakai untuk mencuci pakaian. Sebenarnya penggunaan bulau atau blau tidak ada hubungan secara klinis dengan penyakit gondongan.

Kemungkinan anak-anak yang mengalami gondongan di beri blau atau bulau agar malu untuk bermain di luar, sehingga si anak mau istirahat total di rumah untuk membantu mempercepat proses penyembuhannya.

gambaran parotis

gambaran parotis

Selain adanya pembengkakan pada kelenjar leher, penyakit gondong juga menyebabkan rahang terasa kaku, serta rasa nyeri yang timbul pada saat mengunyah maupun menelan makanan. Gejala lain dari penyakit gondongan juga tidak jauh berbeda dengan penyakit flu, seperti nyeri otot, demam, sakit kepala, menggigil serta tidak nafsu makan.

Adanya kontak secara langsung seseorang yang mengidap penyakit gondongan dapat menyebabkan terjadinya penularan. Khususnya ketika daya tahan tubuh seseorang mulai melemah serta menghirup udara yang telah terkontaminasi dengan percikan air liur ketika pengidap gondongan sedang batuk maupun bersin.

Meskipun berbagai gejala dari penyakit gondongan dapat hilang dengan sendirinya, namun tanpa kita sadari penyakit ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang berbahaya bagi kesehatan kita.

Hampir semua anak yang mengidap penyakit gondongan akan sembuh total, namun gejalanya kembali memburuk setelah sekitar 2 minggu. Kondisi seperti ini umumnya akan menimbulkan komplikasi, karena virusnya telah menyebar serta menyerang berbagai organ lain dalam tubuh selain kelenjar air liur. Hal seperti ini kemungkinan terjadi khususnya bila infeksi telah terjadi setelah anak mencapai masa pubertas.

Bila tidak segera ditangani dan diobati, maka virus penyakit gondongan akan menyebar ke seluruh bagian tubuh. Berbagai komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit gondongan, meliputi:

  • Ovoritis, yaitu suatu peradangan pada salah satu atau kedua bagian indung telur. Gejala yang ditimbulkan adalah adanya rasa nyeri ringan di bagian perut. Namun jarang sekali dapat menyebabkan kemandulan.
  • Orkitis, yaitu suatu peradangan pada salah satu atau kedua bagian testis. Setelah sembuh, kemungkinan testis yang terserang akan mengecil. Jarang sekali terjadi kerusakan testis secara permanen sehingga tidak akan sampai menyebabkan kemandulan.
  • Ensefalitis, yaitu suatu peradangan pada bagian otak. Kondisi ini ditandai dengan adanya sakit kepala, rasa kantuk yang sangat, kejang-kejang bahkan koma. Ensefalitis disebabkan oleh adanya serangan virus penyebab gondongan yang menjalar ke otak. Pengidap ensefalitis karena gondongan bisa saja mengalami kerusakan otak maupun saraf pada otak secara permanen sehingga menyebabkan terjadinya ketulian maupun lumpuh pada otot wajah. Namun kasusnya sangat jarang terjadi.
  • Meningitis, yaitu suatu peradangan pada bagian selaput otak atau meninges. Karena menyernag selaput otak, maka menyebabkan gejala seperti leher kaku, sakit kepala serta kejang-kejang. Orang yang mengidap meningitis karena penyebaran virus gondongan kebanyakan akan sembuh total.
  • organ pankreas

    organ pankreas

    Pankreatitis, yaitu suatu peradangan yang terjadi di bagian pancreas. Kondisi seperti ini bisa terjadi di akhir minggu pertama setelah terserang virus gondongan. Pengidap pankreatitis akan merasakan mual dan muntah yang disertai dengan nyeri perut. Gejala seperti ini akan hilang dalam waktu 1 minggu dan si pengidap akan sembuh total.

  • Nefritis, yaitu peradangan pada organ ginjal. Peradangan pada ginjal akan menyebabkan si pengidap mengeluarkan urin yang lebih kental dari biasanya serta dalam volume yang lebih banyak dari biasanya.
  • Polineuritis, yaitu suatu peradangan yang terjadi pada beberapa maupun banyak saraf secara sekaligus.
  • Peradangan pada salah satu atau bahkan semua bagian persendian yang nantinya akan menyebabkan adanya rasa nyeri pada satu atau beberapa sendi sekaligus.
  • Thrombocytopenia purpura, suatu kondisi adanya kelainan darah langka yang ditandai dengan pembekuan pada pembuluh darah kecil dari tubuh atau trombosis, sehingga jumlah trombosit yang rendah.
  • Gangguan pada saraf sensorik teliga serta gangguan pendengaran secara permanen pada salah satu atau kedua bagian telinga.
  • Infeksi pada paru-paru atau pneumonia juga pernah dilaporkan sebagai salah satu komplikasi pada pengidap penyakit gondongan.

Sebenarnya, penyakit gondongan termasuk dalam kategori penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya meskipun tanpa diobati. Sebaiknya pengidap penyakit gondongan menghindari konsumsi makanan maupun minuman yang bersifat asam agar rasa nyeri yang muncul tidak semakin bertambah parah, serta konsumsi makanan yang lunak.