Berbagai Pemicu Terjadinya Aritmia

organ jantung

organ jantung

Aritmia merupakan salah satu dari beberapa jenis gangguan jantung. Kata aritmia berasal dari kata “thymos” dalam bahasa Yunani yang artinya “irama”. Awalan “a” berarti “kehilangan”. Jadi kata aritmia adalah gambaran kondisi jantung yang kehilangan irama denyutnya.

Ada begitu banyak penyebab dari terjadinya aritmia. Aritmia adalah denyut jantung yang tidak teratur. Denyut jantung yang normal adalah 50 sampai 100 denyut per menit.

Aritmia serta denyut jantung yang tidak normal tidak selalu terjadi secara bersamaan. Aritmia terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

  • Aritmia dengan denyut jantung yang lambat yang disebut bradiaritmia dimana denyut jantung kurang 50 denyut per menit
  • Aritmia dengan denyut jantung yang cepat, disebut takiaritmia dimana denyut jantung lebih dari 100 denyut per menit.
  • Aritmia dengan denyut jantung yang tidak beraturan, disebut fibrilasi dimana denyut jantung terkadang lambat terkadang lebih cepat dari normal.

Aritmia merupakan masalah pada irama denyut jantung. Umumnya aritmia terjadi saat impuls listrik di jantung tidak mampu mengkoordinasi detak jantung agar dapat bekerja dengan baik, sehingga membuat denyut jantung cenderung tidak beraturan. Di Amerika Serikat,ada lebih dari 850.000 orang yang dirawat di rumah sakit karena mengidap aritmia setiap tahun.

Banyak kasus aritmia jantung yang tidak berbahaya. Kita semua pasti pernah mengalami detak jantung yang tidak beraturan. Dikatakan sebagai aritmia apabila denyut jantung terjadi terlalu jauh dari kisaran denyut jantung normal. Aritmia bisa juga terjadi karena jantung mengalami kerusakan atau dalam kondisi lemah, sehingga kerja jantung mengalami gangguan.

Ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya aritmia. Berbagai pemicu terjadinya aritmia, meliputi:

  • Penyakit pada arteri coroner

Berbagai penyakit atau gangguan yang terjadi pada arteri coroner, seperti penyempitan arteri coroner, serangan jantung, katup jantung yang tidak normal, maupun kardiomiopati dapat menyebabkan artimia jantung. Kerusakan pada organ jantung juga dapat menyebabkanterjadinya aritmia.

  • Hipertensi

Hipertensi mampu meningkatkan resiko terjadinya penyakit arteri coroner. Hipertensi juga mampu menyebabkan dinding ventrikel kiri mengalami penebalan dan menjadi kaku, sehingga mampu mengubah jalur impuls elektrik pada organ jantung.

  • Obesitas
obesitas

obesitas

Obesitas mampu menyebabkan berbagai macam masalah pada kesehatan tubuh kita. Obesitas tidak hanya merupakan factor resiko terjadinya penyakit jantung coroner saja. Obesitas juga mampu meningkatkan resiko terjadinya aritmia jantung.

  • Penyakit jantung bawaan

Orang-orang yang mengidap penyakit jantung atau kelainan jantung bawaan yang terjadi sejak ia masih bayi, dapat mempengaruhi irama denyut jantung.

  • Masalah pada kelenjar tiroid

Masalah pada kelenjar tiroid akan mempengaruhi kinerja dari hormone tiroid. Jika kelenjar tiroid melepas hormone tiroid dalam jumlah berlebihan, maka metabolsime tubuh akan semakin cepat. Dengan kondisi seperti ini, maka organ jantung ikut mengimbanginya dengan mempercepat denyut jantung. Begitu pula sebaliknya, apabila kelenjar tiroid melepas hormone tiroid terlalu sedikit, maka organ jantung akan menjadi lebih lambat.

  • Diabetes

Penyakit berbahaya, seperti diabetes mampu meningkatkan resiko terserang jantung coroner. Kandungan gula dalam darah membuat darah menjadi lebih kental, sehingga dapat memicu terjadinya artimia. Selain itu, gula darah yang terlalu rendah juga mampu memicu terjadinya aritmia.

  • Obat-obatan tertentu
macam-macam obat

macam-macam obat

Beberapa obat-obatan tertentu juga dapat mempengaruihi irama denyut jantung. Beberapa jenis obat batuk, obat flu maupun obat-obatan lainnya yang mengandung pseudoephedrine mampu memicu terjadinya aritmia. Obat-obatan illegal, seperti amfetamin; maupun narkotika, seperti kokain juga mampu mempengaruhi jantung dan menyebabkan terjadinya aritmia bahkan kematian secara mendadak.

  • Gangguan pernapasan saat tidur

Gangguan pernapasan saat tidur yang parah atau obstructive sleep apnea juga mampu menyebabkan aritmia. System pernapasna yang terganggu saat tidur, seperti napas berhenti secara mendadak akan menyebabkan denyut jantung menjadi terganggu. Bila kondisi seperti ini terus menerus terjadi, maka akan menyebabkan aritmia.

  • Konsumsi alcohol secara berlebihan

Mengkonsumsi alcohol secara berlebihan juga dapat mempengaruhi impuls elektrik dalam organ jantung. Kondisi seperti ini mampu menyebabkan detak jantung jadi tidak efektif bahkan mampu menyebabkan terjadinya cardiomyopathy atau kematian otot jantung.

  • Elektrolit tidak seimbang

Berbagai mineral dalam tubuh, seperti kalium, magnesium dan natrium akan membentuk elekrolit alami dalam tubuh. Elektrolit ini nantinya akan ikut membantu memicu serta mengatur impulse elektrik organ jantung. Kadar elektrolit yang terlalu rendah atau bahkan terlalu tinggi akan mempengaruhi impuls elektrik organ jantung, sehingga akan menyebabkan terjadinya aritmia.

  • Kafein serta nikotin

Kafein serta nikotin bersifat stimulant atau merangsang organ jantung untuk berdenyut lebih cepat, yang nantinya akan menyebabkan terjadinya artimia jantung yang sangat fatal.