Berbagai Penyebab Dari Muntah

mual dan muntah

mual dan muntah

Sebenarnya, muntah merupakan suatu gejala dan bukanlah penyakit. Muntah adalah suatu kondisi dimana keluarnya isi lambung serta usus melalui mulut dengan atau tanpa paksaan. Muntah merupakan suatu reflek protektif dari tubuh yang bertujuan untuk melawan racun atau toksin yang tertelan secara tidak sengaja.

Selain bertujuan untuk mengeluarkan racun, muntah juga bertujuan untuk mengurangi tekanan akibat adanya sumbatan maupun pembesaran organ yang menyebabkan munculnya penekanan pada saluran pencernaan.

Muntah, bisa berupa cairan yang bercampur dnegan makanan maupun cairan lambung saja. Ketika terjadi muntah, terkadang juga disertai dengan cairan berwarna kuning bahkan ada yang disertai darah. Pada gangguan kesehatan yang berat seperti tersumbatnya saluran pencernaan, bisa menyebabkan muntah yang disertai dengan cairan berwarna kehijauan.

Muntah pada anak-anak sering menyebabkan kecemasan pada orang tua. Hal seperti ini bisa dikatakan wajar karena muntah yang terjadi secara terus-menerus akan menyebabkan kekurangan cairan atau dehidrasi yang sangat berbahaya bagi anak-anak.

Terjadinya muntah dikendalikan di pusat muntah yang ada di susunan saraf pusat otak. Muntah terjadi apabila terdapat suatu kondisi tertentu yang merangsang pusat muntah. Rangsangan pusat muntah akan dilanjutkan ke diafragma yaitu sekat antara dada dengan perut serta otot-otot lambung.

Rangsangan ini akan menyebabkan penurunan diafragma serta otot-otot lambung menjadi mengerut. Kondisi seperti ini akan menyebabkan tekanan dalam perut khususnya lambung menjadi semakin meningkat, sehingga keluarlah isi dari lambung ke mulut.

Hal tersebut selanjutnya mengakibatkan peningkatan tekanan di dalam perut khususnya lambung dan mengakibatkan keluarnya isi lambung sampai ke mulut. Beberapa kondisi yang dapat merangsang pusat muntah di antaranya berbagai gangguan di saluran pencernaan baik infeksi termasuk gastroenteritis karena rotavirus dan non infeksi seperti obstruksi saluran pencernaan, toksin (racun) di saluran pencernaan, gangguan keseimbangan, dan kelainan metabolik.

Berbagai penyebab terjadinya muntah, meliputi:

  • Infeksi virus
anak muntah

anak muntah

Penyebab muntah yang paling sering terjadi adalah adanya infeksi virus, yaitu rotavirus. Diare yang terjadi pada anak juga disebabkan oleh infeksi rotavirus. Infeksi rotavirus sering disebut dengan istilah muntaber.

Gejala infeksi rotavirus maupun virus lainnya, meliputi demam ringan, sering muntah serta diare. Terkadang juga disertai dengan nyeri perut. Muntah serta diare merupakan gejala utama dari infeksi rotavirus dan dapat berlangsung selama 3 sampai 7 hari.

Gejala lain dari infeksi rotavirus adalah kurangnya nafsu makan serta mudah dehidrasi. Infeksi rotavirus dapat menyebabkan dehidrasi ringan smapai berat bahkan dapat menyebabkan kematian. Infeksi virus lain selain rotavirus umumnya hanya menampakkan gejala sering muntah tanpa disertai dengan diare.

  • Pengidap alergi maupun hipersensitif saluran pencernaan

Anak-anak yang mengidap alergi, terutama yang memiliki masalah Gastroesephageal Refluks, umumnya sering mengalami muntah sejak usia dibawah 6 sampai 12 bulan. Setelah itu keluhannya mulai membaik ketika anak sudha berusia 5 sampai 7 tahun.

Gangguan muntah akan semakin hebat bila disertai dengan adanya infeksi pada saluran nafas maupun infeksi virus. Umumnya juga disertai dengan keluhan, seperti demam, sakit kepala, nyeri tenggorokan, batuk serta pilek. Makanan juga bisa menyebabkan muntah, namun dalam bentuk ringan serta dapat berkurang dengan sendirinya. Pengidap alergi dengan masalah GERD umumnya juga disertai dengan alergi pada bagian hidung, kulit serta saluran pernapasan.

  • Stenosis pylorus

Stenosis Pylorus merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan adanya penyempitan pada sfingter pylorus. Sfingter pylorus merupakan salah satu bagian otot yang terdapat di bawah lambung yang dapat mencegah makanan masuk ke dalam usus halus.

Kondisi seperti merupakan penyebab penyumbatan usus yang sering terjadi pada bayi. Terjadinya penebalan pada otot pylorus bisa disebabkan karena penggunaan eritromisin, yaitu obat jenis antibiotic. Karena makanan tidak dapat masuk ke usus halus, maka makanan akan naik kembali ke mulut menjadi muntah.

  • Obstruksi usus

Ostruksi usus merupakan suatu kerusakan secara parsial maupun komplit pada bagian usus. Mayoritas terjadi pada bagian ileum pada usus halus. Bisa juga karena adanya rintangan yang mengganggu aliran usus maupun karena adanya rangsangan saraf yang mengganggu proses peristaltic atau gerak usus.

  • Makan terlalu banyak

Makan dalam jumlah terlalu banyak akan membebani dan memenuhi usus maupun lambung. Sehingga makanan yang masuk secara berlebihan akan keluar melalui mulut.

  • Peritonitis
kondisi peritonitis

kondisi peritonitis

Peritonitis merupakan peradangan yang umumnya disebabkan oleh infeksi pada selaput rongga perut atau peritoneum.

Peradangan seperti ini merupakan suatu komplikasi yang berbahaya yang umumnya disebabkan oleh penyebaran infeksi dari organ abdomen, seperti appendisitis, salpingitis, periforasi ulkus gastroduodenal, rupture saluran cerna, komplikasi setelah operasi, iritasi kimia maupun luka yang tembus ke abdomen.

  • Ileus

Ileus merupakan penyumbatan pada sebagian maupun pada keseluruhan usus, karena isi dari usus tidak mampu melewati usus.

Ada banyak hal yang menyebabkan ileus, seperti ketidakseimbangan elektrolit, gastroenteritis atau radang pada lambung maupun usus, appendicitis, serta pankreasitis.

Ileus terjadi ketika otot-otot usus tidak aktif, sehingga memperlambat gerak peristaltic yang mengakibatkan adanya penyumbatan fungsional organ usus.

  • Berbagai penyakit dalam system pencernaan

Kolesistitis merupakan peradangan pada kantung empedu. Penyakit ini jarang ditemukan pada anak-anak dan umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri maupun karena parasite seperti cacing askaris. Gejala dari kolesistitis, meliputi mual, muntah serta demam.

Pankreatitis merupakan peradangan pada kelenjar pankreas. Sedangkan appendicitis merupakan infeksi pada umbai cacing. Dalam tahap ringan, appendicitis dapat sembuh dengan sendirinya, namun banyak juga yang memerlukan operasi untuk menyingkirkan umbai cacing yang telah terinfeksi.

  • Keracunan makanan

Keracunan makanan merupakan kasusyang paling sering terjadi. Keracunan makanan akan menimbulkan gejala mual, muntah, demam, sakit kepala serta diare.

  • Gangguan system sensor serta otak

Gerakan-gerakan tertentu atau overstimulasi pada otak serta labirin kanal telinga, juga dapat menyebabkan mual serta muntah tanpa kita sadari. Biasanya, hal seperti ini terjadi ketika kita melakukan perjalan yang biasa disebut mabuk dalam perjalanan.

Gangguan lain seperti gegar otak, perdarahan, migraine maupun tumor otak juga dapat menyebabkan kerusakan kemoreseptor. Gangguan pada organ otak akan mengganggu semua system dalam tubuh.

  • Gangguan metabolis

Gangguan metabolism tubuh dapat menggangu perut serta bagian otak yang menstimulasi muntah. Keadaan lain seperti hipercalcemia atau kelebihan kalsium, uremia atau penumpukan urea karena gagal ginjal, adrenal insufisiensi, hipoglikemia serta hiperglikemia juga dapat merangsang terjadinya muntah.

  • Gangguan pada masa kehamilan
morning sickness

morning sickness

Karena adanya perubahan hormonal pada masa kehamilan akan menyebabkan rasa mual dan muntah. Mual dan muntah sering muncul pada pagi hari sehingga sering disebut dengan istilah Morning Sickness.

  • Reaksi tertentu

Reaksi dari obat-obatan dapat menstimulasi sensasi mual yang menyebabkan muntah. Reaksi dari alcohol juga dapat menyebabkan mual dan muntah.

Banyak obat-obat kemoterapi serta beberapa entheogens dapat menganggu dan mengacaukan system dalam tubuh, sehingga menyebabkan mual dan muntah.

  • Gangguan makan

Penyakit gangguan makan seperti anoreksia nervosa maupun bulimia nervosa juga dapat menyebabkan muntah.

  • Aktivitas fisik

Melakukan aktivitas fisik setelah makan akan menganggu system pencernaan. Gerakan-gerakan yang dilakukan dapat mengganggu gerak usus sehingga menyebabkan muntah.

  • Kondisi tertentu

Penyakit seperti asma juga dapat menyebabkan muntah. Kondisi lain seperti cegukan maupun batuk yang terlalu keras akan merangsang makanan naik kembali ke mulut sehingga menyebabkan muntah.

  • Trauma

Trauma seperti pukulan benda keras pada bagian perut akan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa sehingga menyebabkan muntah.