Berbagai Penyebab Dari Pingsan

kondisi pingsan

kondisi pingsan

Pingsan merupakan suatu kondisi tubuh yang disebabkan oleh hilangnya kesadaran secara tiba-tiba karena berkurangnya aliran darah ke organ otak. Jadi bisa dikatakan bahwa pingsan merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh alami.

Pingsan terjadi karena rendahnya pasokan udara serta oksigen ke organ otak. Maka dari itu, fungsi dari organ otak menjadi terhambat serta mempengaruhi organ-organ tubuh yang lainnya.

Biasanya, pingsan terjadi ketika seseorang mengalami kelemahan dan disertai dengan hilangnya kesadaran.

Pada bagian pada batang otak yang dikenal sebagai system pengaktif retikuler. Area system pengaktif retikuler pada batang otak ini harus tetap dalam keadaan hidup, agar tubuh dapat tetap dalam keadaan sadar. Selain itu paling tidak satu bagian dari belahan otak juga harus tetap berfungsi.

Kondisi pingsan terjadi ketika system pengaktifan retikuler maupun kedua belahan otak mengalami kekurangan pasokan darah, oksigen maupun glukosa.

Ada berbagai macam penyebab dari pingsan, meliputi:

  • Reaksi dari saraf vagus

Kebanyakan kasus pingsan dipicu oleh saraf vagus, yaitu suatu saraf yang menghubungkan system pencernaan ke otak. Saraf vagus bertugas untuk mengelola aliran darah ke organ otak serta usus. Ketika kita sedang makan, saraf vagus memompa lebih banyak darah ke usus sehingga mengurangi jumlah darah ke jaringan tubuh lainnya.

Sayangnya, saraf vagus terkadang bekerja terlalu keras sehingga menarik darah dari otak dalam jumlah yang berlebihan. Organ otak mengalami kekurangan pasokan darah dan oksigen. Inilah yang menyebabkan pingsan.

Bila saraf vagus mengalami overstimulasi maka ikut memperlambat denyut jantung sehingga menurunkan tekanan darah. Dengan turunnya tekanan darah, maka semakin berkuranglah asupan darah yang menuju ke otak sehingga menyebakan yang dinamakan dengan pingsan.

  • Perubahan pada tekanan darah
gejala pingsan

gejala pingsan

Perubahan tekanan darah juga mampu menyebabkan pingsan. Terkadang jantung serta pembuluh darah tidak mampu bereaksi dengan cepat ketika kebutuhan oksigen dalam tubuh kita berubah.

Umumnya kondisi seperti ini sering terjadi pada orang tua serta orang-orang yang mengidap penyakit tertentu, seperti diabetes. Pingsan bisa terjadi ketika anda berdiri terlalu lama atau bekerja terlalu keras yang melebihi kemampuan anda.

  • Anemia

Anemia merupakan masalah kesehatan dimana tubuh mengalami kekurangan jumlah sel darah merah. Anemia dapat menyababkan terjadinya pingsan karena kurangnya sel darah merah untuk memasok oksigen ke organ otak.

Anemia bisa terjadi karena kurangnya asupan zat besi, penyakit tertentu maupun pendarahan yang berlebihan. Pendarahan berlebihan sendiri bisa karena luka, kecelakaan atau menstruasi yang berlebihan.

  • Dehidrasi

Dehidrasi atau kekurangan cairan juga dapat menyebabkan terjadinya pingsan. Dehidrasi dapat disebabkan karena diare, demam, muntah-muntah, luka bakar, berkeringat maupun kurang minum.

Penyakit diabetes juga dapat menyebabkan dehidrasi karena penyakit diabetes dapat menyebabkan seseorang sering buang air kecil dalam jumlah yang lebih banyak daripada orang normal. Kondisi diare serta muntah-muntah dapat merangsang saraf vagus sehingga efek seperti pingsan bisa terjadi kapan saja.

  • Shock

Shock merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan rendahnya tekanan darah yang dapat menyebabkan hilangnya kesadaran. Shock sebenarnya merupakan salah satu keadaan darurat yang sangat berbahaya yang umumnya berasal dari pendarah. Namun, bisa juga berasal dari alergi yang parah atau dalam ilmu kedokteran disebut anafilaksis maupun karena infeksi yang parah. Korban shock umumnya menunjukkan gejala seperti kebingungan dan kondisinya akan semakin memburuk menjadi pingsan.

  • Obat-obatan tertentu

Obat-obatan tertentu seperti obat untuk mengendalikan tekanan darah tinggi. Obat tekanan darah tinggi berfungsi untuk menurunkan tekanan darah. Parahnya, turunnya tekanan darah tidak bisa diperkirakan sehingga bisa saja turunnya tekanan darah menjadi melebihi batas normal.

Selain itu obat-obatan lains eperti obat jenis stimulant maupun obat jenis opiate juga mampu memicu pingsan. Obat stimulant bekerja untuk menaikkan suhu tubuh, sedangkan obat opiate bekerja untuk menurunkan tekanan darah dan memperlambat pernapasan.

Sebaiknya anda berkonsultasi dulu pada dokter jika anda pernah pingsan. Bisa saja pingsan tersebut terjadi karena obat-obatan yang anda konsumsi.

  • Hipoglikemia
pingsan

pingsan

Hipoglikemia adalah kurangnya gula darah. Kondisi hipoglikemia juga dapat menyebabkan pingsan pada seseorang. Kondisi hipoglikemia tidak saja disebabkan penyakit tertentu.

Bisa saja hipoglikemia terjadi karena anda tidak makan dalam waktu yang lama. Contohnya, orang-orang yang sedang berpuasa. Pingsan pada orang-orang yangs edang berpuasa kebanyakan disebabkan karena hipoglikemia.

  • Keadaan psikologis

Keadaan psikologis tertentu, seperti depresi, kecemasan, stress, panic atau efek psikologis seperti melihat darah juga dapat menyebabkan pingsan. Keadaan seperti diatas dapat merangsang saraf vagus sehingga menyebakan pingsan.

  • Alcohol

Alokohol menyebabkan seseorang mengalami kehilangan kesadaran. Alcohol memiliki efek menenangkan atau sedative, namun alcohol juga memicu seseorang menjadi lebih sering buang air kecil sehingga memicu dehidrasi. Alcohol juga mampu melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah menjadi semakin menurun.

  • Gangguan detak jantung

Organ jantung berfungsi untuk memompa darah melalui pembuluh darah serta arteri. Untuk mempertahankan aliran darah, jantung membutuhkan tekanan tertentu. Bila ada gangguan pada detak jantung maka berimbas juga ke tekanan darah.

Bila jantung berdetak terlalu cepat atau terlalu lambat akan membuat tekanan darah menjadi tidak stabil, sehingga aliran darah yang menuju ke organ otak menjadi terganggu dan terjadilah pingsan. Denyut jantung dikatakan terlalu cepat bila lebih dari 150 denyut per menit, sedangkan denyut jantung yang lambat adalah 50 denyut per menit.