Berbagai Penyebab Lain Dari Terjadinya Obesitas

ibu dan anak obesitas

ibu dan anak obesitas

Obesitas menjadi kunci perhatian bagi dunia, karena merupakan sumber penyebab dari berbagai penyakit degenerative, seperti diabetes, penyakit jantung, kanker maupun stroke yang sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian.

Penyakit-penyakit tersebut sangat berbahaya karena akan berakibat kematian, baik secara perlahan-lahan maupun secara langsung.

Dengan semakin meningkatkan resiko berbagai penyakit berbahaya, tentunya obesitas akan meningkatkan beban kesehatan negara karena banyaknya anggaran yang digunakan untuk mengatasi penyakit kronis yang disebabkan oleh obesitas.

Harus ada upaya untuk menekan peningkatan angka kejadian obesitas, baik secara kuratif maupun dengan cara memeprluas edukasi tentang berbagai bahaya dari obesitas. Pemahaman secara komprehensif perlu dilakukan untuk mengurangi jumlah pengidap obesitas.

Ada begitu banyak factor yang mempengaruhi seseorang untuk mengalami obesitas. Berbagai factor tersebut bisa saja disebabkan oleh factor fisik maupun factor psikologis.

konsumsi junkfood

konsumsi junkfood

Banyak orang yang berpikiran bahwa obesitas merupakan suatu kondisi yang “hanya” dialami oleh orang-orang tingkat ekonomi menengah ke atas, karena kondisi obesitas sering berkaitan dengan kelebihan gizi. Padahal, obesitas juga bisa terjadi pada orang-orang yang tingkat ekonominya rendah.

Orang-orang tingkat ekonomi rendah bisa saja mengalami obesitas karena mereka tidak mampu membeli makanan dengan gizi yang lengkap serta seimbang. Makanan yang harganya murah biasanya berupa makanan instan yang lagi-lagi tinggi karbohidrat dan lemak.

Memerangi obesitas tidak hanya dengan cara mengurangi lemak saja, namun juga harus memperhatikan kandungan nutrisi dari makanan agar dapat dikonsumsi dalam takaran yang lengkap serta seimbang. Junk food sering menjadi kambing hitam dari menikatnya kasus obesitas.

Namun, konsumsi junkfood lebih banyak terjadi di negara barat, khususnya di Amerika. Tingginya kasus obesitas di Indonesia, lebih disebabkan oleh kebiasaan ngemil maupun kebiasaan sering makan.

Kebiasaan mengkonsumsi junkfood dalam jumlah banyak serta frekuensi tinggi jarang sekali terjadi di Indonesia. Namun, orang-orang di Indonesia memiliki kebiasaan mengkonsumsi camilan yang mengandung tepung serta tinggi kalori.

ngemilOrang-orang di Indonesia makan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak, namun justru terlalu sering ngemil makanan kaya kalori.

Kebiasaan seperti ini akhirnya menjadi semacam budaya, seperti adanya cemilan pada saat ada pertemuan. Sedangkan budaya di barat, saat ada pertemuan secangkir kopi saja sudah cukup.

Selain itu, kebiasaan menyuguhkan cemilan sudah menjadi bentuk dari rasa hormat maupun bentuk dari rasa kasih sayang pada sesame yang hanya terjadi di Indonesia. Nah, pemikiran seperti ini yang seharusnya perlu untuk dirubah.

Secara ilmiah, obesitas terjadi bila ada asupan kalori dalam jumlah yang lebih banyak dari yang bisa dibakar oleh tubuh kita.

Namun ternyata ada beberapa factor lain yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas, yaitu:

  • Kalori yang tidak seimbang

obesitasAda seorang pakar kesehatan dibidang obesitas yang menyatakan bahwa banyak orang yang makan secara berlebihan karena makanan tersebut memiliki rasa yang lezat.

Kondisi seperti ini pastinya akan membuat berat badan semakin bertambah. Selain dari makanan, kalori juga ada di dalam minuman. Bahkan kalori yang terdapat dalam minuman bisa saja lebih berbahaya karena berasal dari fruktosa yang merupakan jenis gula yang mudah diubah oleh tubuh kita menjadi lemak.

Kalori dalam bentuk cair justru lebih berbahaya dibandingkan kalori dari makanan karena lebih mudah masuk ke perut. Penumpukan kalori yang tidak terbakar dengan sempurna nantinya akan menjadi lemak sehingga membuat kita mudah mengalami obesitas meskipun kita melakukan diet ketat.

  • Gula dan karbohidrat

Menurut Gary Taubes, seorang jurnalis sains menyatakan, obesitas juga bisa terjadi karena pola makan yang salah,seperti terlalu banyak mengkonsumsi gula serta karbohidrat sederhana.

Karbohidrat sederhana, seperti nasi juga mengandung gula yang mudah diuraikan dalam tubuh kita sebagai bahan baku energy.

Konsumsi terlalu banyak gula dan karbohidrat sederhana akan memicu produksi hormone insulin dalam jumlah berlebihan yang nantinya akan memicu rasa lapar. Semakin banyak makanan yang buruk bagi kesehatan masuk ke dalam tubuh akan disimpan menjadi lemak, bukan energy.

  • Peningkatan produksi pangan

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya seperti pada tahun 1970-an, saat ini kita lebih mudah untuk mendapatkan berbagai macam model makanan. Hal seperti ini terjadi karena adanya peningkatan produksi pangan.

Jika kita mengkonsumsi makanan yang menyehatkan, maka tubuh kita akan menjadi sehat. Namun dengan adanya peningkatan produksi pangan, ada banyak jenis makanan yang dijual di pasaran yang kebanyakan tidak menyehatkan.

Banyak makanan tinggi kalori yang beredar dipasaran. Mereka yang mengalami obesitas kebanyakan adalah orang-orang yang mengkonsumsi makanan berkalori tinggi.

  • Kecanduan makanan
kebiasaan ngemil

kebiasaan ngemil

Percaya atau tidak, makanan juga bisa menyebabkan kecanduan. Ada banyak alasan mengapa seseorang bisa makan begitu banyak makanan. Ada sebuah riset yang “hanya” mengumpulkan bungkus makanan yang dibuang di sebuah lapangan parker di Cile. Hasil dari riset tersebut adalah banyak sekali bungkus makanan ringan yang kaya kalori.

Makanan ringan yang mengandung banyak kalori bisa menyebabkan kecanduan makanan. Seseorang menjadi merasa hanya ingin makan yang itu-itu saja, padahal makanan tersebut belum tentu menyehatkan. Makanan kaya kalori dijual bebas di pasaran sehingga bisa dimakan oleh siapapun.

Para produsen makanan banyak menciptakan makanan yang kaya rasa sehingga membuat kita hanya berpikir tentang rasanya, namun tidak berpikir tentang manfaatnya bagi tubuh kita. Makanan seperti ini membuat kita ingin terus makan sehingga pada akhirnya menyebabkan kita makan terlalu banyak.

  • Racun dalam makanan

Seorang pakar biologi bernama Bruce Blumberg sedang melakukan penelitian tentang obesogen. Obesogen merupakan suatu zat yang ada dalam makanan, bungkus makanan maupun minuman, perlengkapan mandi, cat, furniture serta berbgai perabot rumah tangga yang dapat mempengaruhi hormone dalam tubuh kita dan bahkan dapat meningkatkan berat badan.

Beliau sendiri belum bisa mengetahui seberapa besar pengaruh obesogen terhadap obesitas. Namun studi yang terdahulu telah menunjukkan bahwa racun juga dapat menyebabkan munculnya obesitas. Tikus-tikus yang diberi TBT atau tributilin yang sebenarnya merupakan racun, mengalami kegemukan meskipun tikus tersebut makan makanan biasa. Tributilin banyak terdapat di dalam cat, popok bayi serta vinyl.

Masih belum ada kaitan antara manusia dengan tributilin, namun disinyalir ada dua jenis obat diabetes yang sifatnya sama seperti tributilin. Kedua jenis obat diabetes tersebut mengandung gen yang dapat menyimpan lemak dalam tubuh kita yang nantinya justru akan meningkatkan berat badan.

Zat-zat kimia lain yang terdapat dalam pelembab, parfum, peralatan mandi, alat-alat masak berlapis teflon maupun popcorn instan, juga dapat menyebabkan hal yang sama pada manusia.