Berbagai Penyebab Sakit Tenggorokan

sakit tenggorokan

sakit tenggorokan

Sakit tenggorokan dapat menyebabkan adanya rasa nyeri serta rasa tidak nyaman pada bagian tenggorokan. Sakit tenggorokan bisa dialami oleh segala usia, baik anak-anak sampai orang-orang dewasa.

Menelan adalah suatu hal yang biasa kita lakukan. Bahkan kita bisa menelan ludah sampai puluhan kali dalam hitungan menit. Namun, apabila kita mengalami sakit tenggorokan, menelan apapun akan menimbulkan rasa nyeri.

Sakit tenggorokan merupakan salah satu penyakit yang umum. Sakit tenggorokan dapat berubah menjadi akut, muncul secara tiba-tiba serta berlangsung sampai beberapa hari, bahkan ada yang sampai beberapa bulan.

Tanpa kita sadari, sakit tenggorokan bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Bila gejala sakit tenggorokan yang anda alami tidak sembuh atau bahkan semakin parah, sebaiknya segeralah untuk berkonsultasi pada dokter ahli.

Berbagai penyebab sakit tenggorokan, meliputi:

  • Pilek

Umumnya, infeksi saluran pernapasan atas seperti pilek disebabkan oleh virus. Umumnya pilek diawali dengan iritasi tenggorokan maupun hidung tersumbat. Kemudian disusul dengan adanya gejala lain, seperti batuk, bersin serta hidung meler.

Beberapa virus yang masuk dapat langsung menyerang tenggorokan serta menyebabkan munculnya luka kecil yang terjadi di lapisan halus faring yang letaknya di amandel.Luka inilah yang menyebabkan munculnya sensasi seperti terbakar yang berkelanjutan pada bagian tenggorokan.

Luka atau iritasi pada tenggorokan juga bisa terjadi karena membuang dahak atau batuk yang terlalu keras. Namun, biasanya iritasi yang terjadi karena batuk hanya akan menyebabkan rasa sakit saat menelan saja.

  • Flu

Sebenarnya, sakit tenggorokan bukanlah gejala dari sakit flu. Sakit tenggorokan bisa dikatakan sebagai efek lanjutan dari sakit flu. Sama seperti salesma, batuk juga akan menyebabkan munculnya iritasi pada bagian tenggorokan yang akhirnya menyebabkan sakit pada tenggorokan.

Salesma berbeda dengan flu. Salesma umumnya terjadi secara bertahap, sedangkan flu umumnya terjadi secara tiba-tiba.

Bila anda mengalami salesma maupun flu, anda akan merasakan sakit tenggorokan. Namun, sakit tenggorokan yang muncul bersamaan dengan flu akan menyebabkan sakit yang lebih parah pada bagian tenggorokan. Selain sakit tenggorokan, anda mungkin juga akan merasakan nyeri pada seluruh tubuh, cepat lelah serta demam tinggi.

  • Bakteri
gambaran bakteri

gambaran bakteri

Bakteri juga bisa menyebabkan sakit tenggorokan. Radang tenggorokan atau tonsillitis umumnya terjadi karena serangan bakteri. Radang tenggorokan berbeda dengan salesma maupun flu. Anda tidak akan mengalami hidung mampet, bersin, maupun batuk.

Radang tenggorokan akan menyebabkan anda mengalami sakit tenggorokan yang muncul dengan cepat serta menyebabkan rasa sakit yang luar biasa saat menelan. Anda juga akan mengalami bau mulut, pembengkakan di bagian leher serta demam.

Bila anda mulai merasa demam, sebaiknya segera periksakan diri anda ke dokter. Penggunaan antibiotic dalam dosis tertentu mampu untuk melawan serta membunuh bakteri penyebab infeksi.

  • Mononucleosis

Mononucleosis ditularkan lewat air liur. Penyakit ini disebabkan oleh adanya virus Epstein-Barr dan sering terjadi pada orang yang masih muda. Mononucleosis cukup sulit untuk didiagnosa, karena datang dengan cepat namun adanya juga yang muncul secara bertahap.

Gejala umum dari mononucleosis, adalah sakit tenggorokan, cepat lelah, pembengkakan pada bagian leher dan ketiak serta demam. Gejala yang dapat timbul sampai beberapa minggu bahkan sampai beberapa bulan.

Terkadang gejala mononucleosis hampir mirip seperti radang tenggorokan. Mononucleosis baru bisa dideteksi dengan melakukan tes monospot. Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit mononucleosis. Umumnya penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya, namun butuh waktu yang relative lama untuk sembuh sendiri.

Terkadnag dokter akan memberikan steroid yang bertujuan untuk mengurangi peradangan serta rasa sakit yang muncul,sehingga anda lebih mudah untuk menelan makanan.

  • Rhinitis alergi

Rhinitis alergi atau hay fever umumnya ditandai dengan gejala, seperti mata berair, bersin, serta hidung meler. Kondisi seperti ini akan muncul dengans endirinya setelah anda menghirup allergen atau zat penyebab alergi, seperti debu, serbuk sari maupun bulu yang juga dapat menyebabkan munculnya rasa tidak nyaman dan sakit tenggorokan.

Biasanya rasa sakit tenggorokan yang muncul disertai dengan rasa menggelitik di tenggorokan. Selain karena menghirup allergen, makanan juga bisa menyebabkan munculnya rhinitis alergi. Selain sakit tenggorokan, terkadang juga muncul iritasi pada tenggorokan, gatal-gatal, masalah dengan perut seperti diare maupun kram perut.

Bila anda merasakan gejala-gejala seperti diatas setelah and amengkonsumsi makanan tertentu, seperti makanan laut, jeruk, kacang-kacangan, biji-bijian maupun susu, sebaiknya anda segera berkonsultasi pada dokter serta melakukan tes alergi. Alergi makanan bisa terjadi pada siapa saja, baik itu pada anak-anak maupun pada orang dewasa.

  • Laryngopharyngeal Reflux

Laryngopharyngeal reflux, atau LPR, hampir mirip dengan penyakit GERD atau gastroesophageal reflux. Namun, seperti namanya, laryngopharyngeal reflux terjadi serta mampu mempengaruhi tenggorokan. Penyakit ini disebut juga dengan nama “silent reflux’ karena tidak menimbulkan gejala seperti mulas serta peningkatan asam lambung seperti GERD.

LPR terjadi karena asam lambung atau cairan pencernaan naik ke kerongkongan serta tenggorokan, sehingga menyebabkan iritasi pada jaringan halus di bagian tenggorokan. Perut serta kerongkongan memiliki system yang mampu melindungi terjadinya iritasi karena asam lambung, sedangkan tenggorokan tidak memiliki system perlindungan terhadap asam lambung.

Asam lambung sangat berbahaya bagi tenggorokan. Sejumlah kecil asam lambung yang masuk ke tenggorokan langsung dapat menyebabkan iritasi. Seseorang yang mengalami LPR akan mengalami sakit tenggorokan serta suara menjadi serak, terlebih lagi saat dipagi hari. Anda juga akan merasa seperti ada benjolan atau sepotong makanan yang sangat menganggu di tenggorokan.

Sebaiknya anda segera memeriksakan pH maupun jumlah enzim pencernaan dalam tenggorokan anda. LPR dapat diobati dengan penggunaan antasida atau obat untuk mengurangi asam lambung. Mengkonsumsi makanan rendha lemak, mengurangi konsumsi makanan pedas, menghindari alcohol serta kafein dapat membantu mengurangi rasa sakit di tenggorokan karena LPR.

  • Udara Kering

Udara yang kering saat musim kemarau maupun musim dingin juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan. Pemanas udara yang digunakan saat musim dingin juga mampu menyebabkan kelembaban udara menjadi berkurang sehingga ikut menyebabkan sakit tenggorokan.

Bila anda bernapas dengan mulut, maka udara kering akan langsung masuk melalui tenggorokan yang nantinya akan menyebabkan tenggorokan anda mengalami iritasi dan membuat tenggorokan anda menjadi semakin kering.

Kondisi seperti ini biasanya menyebabkan tenggorokan terasa gatal serta kasar, khususnya ketika sanda bangun tidur. Cara untuk mengobatinya sangat mudah, yaitu dengan minum air putih. Cara seperti ini akan membantu lapisan mulut serta tenggorokan tetap dalam kondisi lembab saat tidur.

  • Ketegangan Otot

Mungkin anda pernah mengalami kehilangan suara setelah anda berteriak saat menonton bola maupun melakukan kegiatan yang lain. Hal seperti ini biasanya terjadi karena adanya ketegangan otot khususnya otot-otot pada bagian tenggorokan.

Seseorang yang diharuskan untuk berbicara terus-menerus maupun berteriak dengan kencang sepanjang hari juga bisa mengalami sakit tenggorokan. Hal-hal seperti ini dapat menyebabkan otot tenggorokan menjadi tegang. Bila kondisi seperti ini terjadi dalam waktu yang lama, maka akan menyebabkan sakit tenggorokan kronis.

  • Kanker tenggorokan
minum minuman beralkohol

minum minuman beralkohol

Setiap orang memiliki resiko mengalami kanker tenggorokan. Kanker tenggorokan biasanya sangat erat kaitannya dengan kebiasaan buruk seperti merokok serta mengkonsumsi minuman beralkohol.

Kanker tenggorokan umumnya akan menimbulkan gejala, seperti sakit maupun nyeri pada bagian tenggorokan, suara serak yang tak kunjung membaik selama 2 minggu, sulit untuk menelan makanan maupun air liur, turunnya berat badan, kesulitan untuk bernapas serta batuk darah.

Biasanya sakit tenggorokan karena kanker tenggorokan terjadi secara bertahap dan dimulai dari gejala-gejala ringan. Anda bisa melakukan CT scan maupun memeriksakan kondisi telinga, hidung serta tenggorokan anda.

Cara lain untuk mendiagnosa ada tidaknya kanker tenggorokan adalah dengan menjalani tes laringoskopi. Caranya dengan memasukkan kamera kecil melalui hidung, sehingga dokter mengetahui letak kanker dalam tenggorokan anda secara tepat. Cara seperti ini lebih efektif serta lebih ekonomis dibandingkan dengan penggunaan CT scan.