Cara Mencegah Obesitas Pada Anak

anak obesitas

Mempunyai anak yang bertubuh gemuk memang menjadi sangat menyenangkan bagi para orang tua.

Namun, kondisi seperti ini sebenarnya justru akan membuat si anak menjadi tidak dapat tumbuh dengan sehat.

Mayoritas orang tua melakukan kesalah serta kekeliruan dalam hal berasumsi, kebanyak mereka berasumsi bahwa obesitas hanya akan terjadi pada orang dewasa atau orang tua saja. Padahal, obesitas yang terjadi pada anak-anak akan sangat beresiko sekali terhadap pertumbuhannya kelak.

Salah satu faktor penyebab dari obesitas yang menyerang anak-anak adalah faktor makanan. Saat ini, begitu banyak tempat-tempat yang menjual makanan cepat saji serta junk food bak jamur di musim hujan, sehingga memicu munculnya obesitas pada anak-anak.

Dalam hal ini, obesitas pada anak akan berdampak :

  • Gangguan pada psikososial. Anak-anak obesitas akan merasa rendah diri, depresi serta cenderung menarik diri dari lingkungannya. Hal ini disebabkan karena si anak sering menjadi bahan ejekan atau olok-olok teman mainnya serta teman di sekolahnya. Selain itu juga bisa membuat si anak menjadi tidak mampu dalam melaksanakan tugas atau kegiatan seperti olahraga akibat dari adanya hambatan saat bergerak karena kegemukan.
  • Pertumbuhan fisik yang lebih cepat serta usia tulangnya dapat dikatakan lebih tua dibandingkan dengan umur biologis si anak tersebut.
  • Berbagai macam masalah pada tulang termasuk masalah pertumbuhan tulang sebagai akibat dari beban tubuh yang terlalu berat, seperti slipped capital femoral epiphysis yaitu pemisahan dalam tulang paha atau femur pada piring pertumbuhannya di persendian pinggul. Umumnya terbentuk pada remaja yang obesitas, biasanya cenderung menyerang laki-laki dan tidak diketahui penyebabnya. Namun gangguan tersebut dihasilkan dari adanya penebalan pada bagian tulang dimana pertumbuhannya terjadi karena perubahan kadar hormon dalam darah, yang normal terjadi saat masa puber. Pemisahan tersebut akan menyebabkan bagian tas tulang paha akan kehilangan suplai darah, membusuk serta hancur.
  • Gangguan pada saluran pernapasan, seperti infeksi pada saluran napas, mendengkur, sering sekali merasa ngantuk saat siang hari walaupun jam istirahat telah tercukupi.
  • Ganguan sistem endokrin yang merupakan sekumpulan organ serta kelenjar yang memproduksi serta mengatur hormon dalam aliran darah untuk mengontrol fungsi tubuh. Sistem ini bertanggung jawab atas metabolisme, pertumbuhan serta perkembangan seksual. Anak perempuan yang mengalami obesitas akan mengalami menarche atau menstruasi yang pertama lebih cepat dibandingkan dengan anak perempuan yang berat badannya normal.

Cara untuk mengetahui apakah anak anda mengalami obesitas atau tidak adalah dengan jalan mengukur dengan pengukuran obesitas yang sering dipakai untuk mengukur antropometri seperti IMT atau Indeks Massa Tubuh serta berat badan menurut tinggi badan.

anak yang suka makan

Terkadang orang tua sering keliru saat ingin menurunkan berat badan anaknya dengan cara mengurangi asupan makanan yang dikonsumi oleh anaknya.

Cara seperti ini justru salah, yang benar adalah tetap memberikan asupan makanan dalam jumlah yang sama tanpa dikurangi hanya yang perlu diatur adalah asupan gizinya dengan cara memberikan pilihan makanan sehat.

Selain dari faktor makanan, faktor genetik juga membawa pengaruh pada anak. Maka dari itu, biasakan menjejali anak dengan menu-menu makanan yang menyehatkan seperti buah, sayur dan ikan.

Ada begitu banyak cara untuk mencegah terjadinya obesitas pada anak yaitu dengan cara memberikan konsumsi makanan yang sehat, berolahraga serta membiarkan anak-anak bermain dan melakukan segala aktifitas fisik yang menuntut si anak agar terus bergerak agar kalori yang ada dalam tubuhnya terbuang.

Membantu anak agar tetap memiliki tubuh yang proporsional tidaklah terlalu sulit. Anda hanya perlu tiga langkah yang cukup sederhana.

Dalam sebuah studi pada lebih dari 8.000 anak preschool telah ditemukan bahwa duduk untuk makan malam secara teratus, membatasi waktu untuk menonton tv serta tidur yang cukup, dapat mengurangi kegemukan pada anak secara dramatis.

Para peneliti menemukan bahwa anak- anak yang menjalani tiga cara diatas secara rutin mengalami 40 % lebih rendah terhadap resiko obesitas jika dibandingkan dengan anak-anak yang tidak melakukan kegiatan seperti diatas.

Sebuah badan yang bergerak di bidang kesehatan di Amerika Serikat memperkirakan bahwa sekitar lebih dari 17 % anak dan remaja usia 2 hingga 19 tahun mengalami obesitas pada saat mereka dewasa nantinya.

Anak yang mengalami obesitas akan memiliki kecenderungan menjadi obesitas ketika dewasa. Epidemi yang berkembang telah menyebabkan lebih banyak anak yang menderita penyakit-penyakit yang umumnya diderita oleh orang dewasa, seperti diabetes tipe 2, kolesterol, serta hipertensi.

Sebuah studi di Universitas Ohio menemukan bahwa anak-anak usia prasekolah cenderung kurang dalam mengalami kemungkinan akan obesitas bila mereka makan malam dengan keluarga lebih dari lima kali dalam seminggu, tidur sedikitnya 10,5 jam pada setiap malamnya, serta menonton tv kurang dari dua jam perhari pada hari kerja.

Seorang meneliti mengatakan, cukup melakukan salah satu cara dari tiga cara diatas secara rutin sudah dapat dikatakan cukup untuk mengurangi resiko obesitas pada anak.

obesitas pada anak-anak

Namun, bagi keluarga yang memiliki kebiasaan melakukan ketiga cara tersebut, maka anak-anaknya cenderung lebih rendah kemungkinannya dengan masalah berat badan, terlepas pada faktor wilayah geografis.

Selain melakukan cara-cara seperti diatas, ada baiknya bagi anda untuk berkonsultasi pada dokter yang ahli sebelum memulai program penurunan berat badan yang ekstensif.

Anda juga memerlukan nasihat-nasihat dari seorang ahli gizi berkenaan tentang upaya penurunan berat badan anak.

Terkadang anak-anak yang mengalami obesitas juga membutuhkan bantuan dari seorang Psikiater, terutama bila si anak sudah remaja serta terganggu oleh perasaan-perasaan bersalah, putus asa, serta perasaan seperti tak berharga.

Perawatan secara kejiwaan mampu membantu menghilangkan perasaan-perasaan seperti itu sehingga obesitas tersebut dapat ditangani secara benar dengan bantuan medis.

Langkah awal adalah diet yang sehat dan dapat menghentikan penambahan berat badan anak. Caranya adalah dengan mengurangi asupan kalori dalam makanan.

Jika anak anda membutuhkan kalori sebanyak 3000 kalori dalam sehari maka, anda cukup memberinya 2000 kalori perhari, untuk mengurangi sekitar 0,9 kg berat badannya per minggu.

Biasanya menurunkan berat badan dengan cepat dapat membahayakan si anak sendiri.

Makanan dalam diet harus seimbang, makanan harus menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan dalam jumlah yang cukup.

Masih belum ada bukti bahwa diet yang terlalu ekstrem seperti metode rendah karbohidrat, rendah protein serta metode diet berdasarkan pada satu jenis makanan, memiliki benyak keuntungan jika dibandingkan dengan diet sehat seimbang.

Metode diet yang baik adalah menurunkan berat badan juga harus memiliki rasa yang baik serta mudah dibeli serta mudah untuk disajikan.

Seseorang yang akan menurunkan berat badan haruslah mempelajari daftar julmah kalori yang terkandung dalam berbagai jenis makanan.

Banyak orang yang percaya bahwa jenis makanan tertentu seperti roti bakar serta kentang bakar memiliki kalori yang lebih banyak jika dibandingkan dengan roti dan kentang biasa atau tidak dibakar.

bayi obesitas

Pembagian kalori antara makanan utama dengan makanan ringan tergantung pada masing-masing individunya.

Beberapa orang tidak begitu merasa lapar jika mereka membagi kebutuhan kalori mereka dengan cara ngemil.

Namun ada juga yang dapat mengikuti cara makan yang biasa seperti makan tiga kali perhari tanpa ditambah asupan makanan ringan.

Individu yang menjalani diet untuk menurunkan berat badan harus lebih banyak melakukan latihan fisik. Namun, seorang pengidap obesitas dilarang melakukan aktifitas fisik yang berat secara tiba-tiba. Karena hal ini akan sangat berbahaya bagi jantung.

Program latihan harus dikembangkan dan dilakukan secara bertahap. Salah satu cara terbaik untuk memulai, adalah dengan cara berjalan kaki setiap hari, dengan menambah lamanya waktu dalam latihan.

Tambahan latihan diperlukan untuk orang yang lebih langsing. Seseorang diharuskan untuk melakukan 5 hingga 6 jam latihan setiap minggunya.

Pada pria dewasa yang berusia diatas 40 tahun, wanita berumur 50 tahun keatas, serta seseorang yang memiliki faktor resiko maupun gejala penyakit jantung atau paru-paru harus dikonsultasikan dulu dengan dokter sebelum memulai program latihan yang serius.

Sedangkan individu yang luar biasa gemuk sehingga dapat mengancam hidupnya serta mereka yang gagal dalam melakukan diet harus melakukan operasi yang bertujuan untuk mengecilkan ukuran lambung.

Dalam sebuah operasi tertentu yang biasa dinamakan gastroplasti atau dengan prosedur penjepitan lambung. Dokter akan menggunakan peralatan penjepit yang besar untuk menutupi sebagian besar lambung si pasien.

Pasca operasi gastroplasti, si pasien hanya diperbolehkan makan dalam jumlah kecil. Sebab, makanan dalam jumlah kecil saja sudah dapat membuatnya merasa kenyang.