Dampak Buruk Dari Konsumsi Obat-obatan

obat-obatan

obat-obatan

Kepatuhan untuk minum obat pada para pasien yang mengidap penyakit kronis, nantinya akan berpengaruh terhadap hasil dari metode pengobatan yang maksimal atau justru dapat memperburuk penyakit yang diderita.

Namun sayangnya, kepatuhan pasien untuk minum obat dalam jangka panjang masih cukup rendah. Salah satu alasan mengapa masih banyak pasien yang tidak patuh untuk minum obat dalam jangka panjang adalah rasa takut bila obat yang dikonsumsi nantinya akan merusak ginjal.

Hal yang seperti ini hanyalah mitos belaka. Menurut Dr. Ihksan Mokoagow, Sp.PD, pasien yag mengalami penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi maupun penyakit jantung, justru akan membuat penyakitnya semakin parah bila tidak patuh untuk minum obat.

Orang-orang yang mengalami penyakit hipertensi, pembuluh darahnya akan semakin cepat rusak bila tidak patuh untuk minum obat. Ada banyak sekali pembuluh darah kecil pada organ ginjal. Bila ginjalnya dibuka, akan banyak sekali pembuluh darah kecil yang mengalami kerusakan. Oleh sebab itu, bila tekanan darah tidak terkontrol, maka organ yang lebih dulu mengalami kerusakan adalah organ ginjal.

Sekarang, masyarakat tidak perlu risau dengan dampak buruk dari pengobatan pada organ ginjal. Hanya dengan minum obat yang dosisnya kecil, maka anda akan terhindar dari kerusakan yang terjadi pada organ ginjal.

minum obat

minum obat

Lagipula, setiap obat yang beredar dipasaran telah diuji secara klinis selama puluhan tahun serta tetap diawasi efek samping yang muncul meski obat tersebut telah beredar di pasaran. Maka bisa dikatakan bahwa obat yang sudah beredar di pasaran merupakan obat yang sudah dianggap aman oleh para ahli kesehatan. Selain itu, dokter juga tidak akan memberikan obat dalam dosis yang terlalu tinggi.

Seperti yang kita ketahui, penyakit kronis merupakan penyakit yang disebabkan oleh berbagai macam faktor serta memiliki dampak buruk yang dapat merusak berbagai organ tubuh kita. Contohnya, diabetes serta hipertensi yang nantinya dapat meningkatkan resiko munculnya penyakit jantung.

Banyak dokter yang merasa khawatir bila pasiennya tidak patuh untuk minum obat. Sebab, kerusakan yang terjadi akibat penyakit kronis justru akan semakin cepat terjadi.

Memang ada beberapa jenis obat tertentu yang dapat menurunkan fungsi organ ginjal, seperti obat antinyeri. Maka dari itu, sebaiknya para pengidap penyakit kronis melakukan konsultasi pada dokter untuk mengobati penyakit yang dialaminya. Dengan berkonsultasi pada dokter yang ahli, maka dokter dapat memberikan dosis obat yang tepat serta dapat memantau berbagai efek samping yang muncul.

Selain mengkonsumsi obat secara teratur, seorang pengidap penyakit kronis dianjurkan untuk tetap berkonsultasi ke dokter secara berkala untuk memantau hasil dari metode pengobatan.

Sayangnya, obat-obatan farmasi sering kali sering dibanding-bandingkan dengan obat-obatan herbal dalam segi keamanan. Ratusan tahun yang lalu, semua obat yang diresepkan oleh dokter memang berasal dari bahan-bahan herbal.

Saat ini, dunia pengobatan herbal sudah semakin maju sehingga banyak obat-obatan herbal yang sudah sesuai dengan standar sehingga para dokter bisa memantau efek samping dari pemberian obat-obatan herbal.

macam-macam obat

macam-macam obat

Misalnya, ada dokter yang menganjurkan pasiennya yang mengalami gangguan liver agar mengkonsumsi obat-obatan herbal yang mengandung temulawak atau kurkuma. Karena obat tersebut sudah sesuai dengan standar serta telah diuji secara klinis.

Pada beberapa kasus penyakit kronis, kombinasi berbagai obat-obatan terkdang sangat diperlukan. Namun, kombinasi obat-obatan yang keliru justru akan brdampak sangat buruk pada kesehatan seseorang.

Dibawah ini adalah beberapa kombinasi obat-obatan yang berdampak buruk sekali karena dapat menyebabkan racun yang justru dapat memperparah penyakit yang dialami oleh seseorang.

  • Opioids + SSRIS

Opioids adalah jenis obat pereda nyeri. Sedangkan SSRIS merupaka obat antidepresi. SSRIS berfungsi untuk meningkatkan kadar serotonin atau hormon yang memberikan rasa bahagia pada organ otak. Sebagian obat opioids juga memberikan efek yang sama yaitu meningkatkan serotonin. Akibat seseorang yang mengkonsumsi kombinasi kedua obat tersebut akan merasa terlalu bahagia. Hal seperti ini akan menyebabkan seeorang hilang kesadaran, detak jantung sert napas semakin meningkan dan suhu tubuh juga ikut meningkat.

  • Benzodiazepine + Opioids

Benzodiazepine merupakan obat anti cemas untuk menekan rasa cemas dan depresi yang berlebihan. Jika obat benzodiazepine dikombinasikan dengan opioids, maka detak jantung serta menjadi tidak teratur. Kadang meningkat kadang justru semakin menurun.

  • Fluconazole + Statin

Statin merupakan obat wajib untuk menurunkan kolesterol. Fluconazole sediri merupakan obat generik yang berfungsi sebagai antijamur untuk orang-orang yang mengalami infeksi jamur. Jika kedua obat ini dikombinasikan atau diminum secara bersamaan, maka akan menyebabkan kelemahan otot serta kerusakan yang serius pada organ ginjal.

  • Carisoprodol + Benzodiazepine + Opioids

Carisoprodol merupakan jenis obat yang berfungsi untuk melemaskan otot. Kombinasi opioids dengan benzodiazepine dapat menyebabkan detak jantung tidak beraturan ditambah dengan fungsi carisoprodol yang dapat melemaskan otot. Kombinasi ketiga obat ini dapat merusak dan bahkan bisa menyebabkan kematian pada seseorang.