Diabetes Bukan Hanya Disebabkan Oleh Makanan Manis

kondisi pengidap diabetesPenyakit diabetes atau kencing manis, telah diketahui sejak 1500 SM, namun sampai saat ini masih banyak orang yang belum paham tentang penyakit diabetes. Salah satu contohnya adalah anggapan bahwa terjadinya penyakit diabetes disebabkan oleh kebiasaan mengkonsumsi makanan yang manis-manis.

Penyakit diabetes merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah seseorang. Hal seperti ini terjadi karena tubuh orang tersebut mengalami kekurangan hormon insulin, yaitu suatu zat yang diproduksi oleh kelenjar pankreas yang sangat diperlukan untuk mengubah makanan yang masuk ke dalam tubuh menjadi energi.

Menurut para ahli kesehatan, gaya hidup yang kurang aktif dalam bergerak merupakan faktor utana dari munculnya penyakit diabetes. Kurang olahraga, terlalu banyak duduk serta pola makan yang salah merupakan penyebab utama dari munculnya penyakit diabetes.

Nafsu makan yang berlebihan serta kurangnya melakukan aktivitas fisik maupun olahraga nantinya akan menyebabkan seseorang mengalami kegemukan yang juga merupakan pemicu dari munculnya penyakit diabetes.

makanan manis

makanan manis

Meskipun makanan manis bukanlah penyebab dari munculnya penyakit diabetes, namun pengaturan asupan makanan merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam mengendalikan penyakit diabetes.

Seseorang yang mengidap penyakit diabetes seharusnya punya keinginan untuk belajar mengenali makanan apa saja yang dapat menyebabkan kadar gula darahnya menjadi naik serta harus bisa menghindari berbagai makanan tersebut.

Pengaturan asupan makanan dimaksudkan agar kita masih bisa mengkonsumsi berbagai macam makanan yang bervariasi untuk menyediakan berbagai nutrisi yang penting bagi tubuh kita, Namun jumlah kebutuhannya juga harus disesuaikan sehingga insulin yang ada di dalam tubuh tetap tercukupi.

Seseorang yang mengidap penyakit diabetes masih bisa mengkonsumsi makanan yang sama seperti orang lain yang sehat, namun harus tetap mengawasi jumlah asupannya. Bila kadar gula dalam darahnya sudah terlalu tinggi, maka bukan hanya makanan yang manis saja yang harus dihindari, namun juga makanan yang mengandung banyak lemak serta makanan yang mengandung garam.

Orang-orang yang mengidap penyakit diabetes, terutama diabetes tipe 2, mengalami masalah dalam hal metabolisme gula dalam tubuhnya. Maka dari itu, orang-orang yang mengidap penyakit diabetes tipe 2 sudah seharusnya mengatur pola makan serta menghindari berbagai macam makanan yang dapat menaikkan kadar gula dalam darahnya dengan cepat.

Berdasarkan aturan inilah yang membuat orang-orang yang mengidap penyakit diabetes dibiasakan untuk mengkonsumsi makanan dengan porsi kecil namun lebih sering yang dimaksudkan agar kadar gula dalam darahnya tetap stabil dan tidak melonjak secara cepat.

Namun, ada sebuah penelitian yang telah menemukan bahwa, makan dua porsi besar makanan per hari juga dapat membantu para pengidap diabetes dalam hal mengelola penyakit diabetes yang dialaminya.

Penelitian tersebut melibatkan sekitar 54 orang pengidap diabetes yang berusia 30 sampai 70 tahun. Para peneliti yang berasal dari Ceko tersebut kemudian memilih para peserta secara acak untuk mengikuti dua jenis pola makan yang berbeda.

Para peserta dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama diharuskan untuk makan sebanyak 2 kali dalam porsi besar dalam sehari. Sedangkan kelompok yang satu lagi diharuskan untuk makan sebanyak enam kali dalam porsi kecil dalam sehari.

Meskipun kedua pola makan tersebut berbeda, namun jumlah total kalori dalam makanan tersebut tetaplah sama. Setelah menjalani uji coba tersebut selama 12 minggu, kedua kelompok tersebut saling bertukar pola makan selama 12 minggu.

Penelitian yang telah dipublikasikan dalam Diabetologia ini telah menemukan bahawa, mereka yang melakukan sarapan dan makan siang akan mengalami penurunan berat badan jika dibandingkan dengan mereka yang makan sampai enam kali dalam sehari.

diabetes tipe 2

diabetes tipe 2

Selain itu, dengan cara makan dua kali dalam porsi besar juga ikut membantu dalam memperbaiki kadar gula darah puasa, penurunan kadar lemak hati serta dapat memperbaiki sensitivitas hormon insulin.

Hana Kahleova, ketua peneliti dari Insitute for Clinical and Experimental Medicine di Prague mengatakan, penelitian ini tidak saja membuktikan tentang hal ini, namun banyak penelitian lain yang juga menunjukkan bahwa sarapan serta makan siang dengan makan malam dalam porsi kecil akan memberikan lebih banyak manfaat.

Diabetes merupakan salah satu penyakit epidemi saat ini. WHO atau organisasi kesehatan dunia telah memperkirakan bahwa saati ini terdapat 346 juta orang yang mengidap penyakit diabetes. Di Indonesia sendiri, diperkirakan pada tahun 2020 nanti akan ada sekitar 12 juta orang yang mengidap penyakit diabetes.

Semakin banyaknya jumlah pengidap penyakit diabetes ini lebih dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti gaya hidup yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tinggi lemak, garam, gula serta kurangnya konsumsi serat sehingga menyebabkan terjadinya obesitas.

Bahkan saat ini, penyakit diabetes tipe 2 bukan hanya dialami oleh orang-orang dewasa saja. Padahal 20 tahun yang lalu, jarang sekali orang-orang yang masih muda mengalami penyakir diabetes.

Masih banyak orang yang menganggap bahwa penyakit diabetes merupakan menyakit yang remeh, padahal penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan, penyakit ginjal bahkan dapat menyebabkan kematian secara mendadak. Bahkan, pengidap penyakit diabetes akan mengalami penyakit stroke lima kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mengidap penyakit diabetes.

Namun, anda tidak perlu terlalu khawatir, sebab penyakit diabetes, khususnya diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan hanya melakukan perubahan haya hidup. beberapa penelitian menyimpulkan bahwa ada 5 kebiasaan sehat yang dapat mengurangi resiko terserang penyakit diabetes tipe 2 bahkan sampai 80%.

Perubahan gaya hidup yang dapat anda lakukan untuk mencegah resiko serangan penyakit diabetes tipe 2, meliputi:

  • Ganti pola makan kaya lemak ke pola makan yang sehat dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran.
  • Lakukan olahraga secara rutin atau minimal 3 kali dalam satu minggu selama 20 sampai 30 menit.
  • Jaga berat badan tetap normal dan stabil
  • Menghindari rokok
  • Menghindari alkohol

Namun, para ahli kesehatan berpendapat bahwa satu faktor yang paling penting untuk diperhatikan adalah menjaga berat badan tetap normal dan stabil. Pria yang memiliki berat badan yang terap normal dan stabil resikonya 70% lebih rendah untuk mengalami penyakit diabetes jika dibandingkan dengan pria yang mengalami obesitas. Sedangkan wanita yang berat badannya tetap normal dan stabil resiko mengalami diabetes sekitar 78 % lebih rendah

Selain itu, lakukanlah deteksi dini atau memeriksa kadar gula darah secara rutin. Bila kondisi pradiabetes atau kadar gula darah yang tinggi namun masih belum termasuk diabetes telah diketahui, maka lakukan perubahan gaya hidup untuk mencegah anda agar tidak mengalami diabetes.