Jenis Osteoporosis

struktur tulang yang terserang osteoporosis

Osteoporosis merupakan suatu penyakit pada bagian tulang yang memiliki sifat yang khas berupa berkurangnya massa tulang disertai dengan adanya mikro arsitektur tulang serta menurunnya kualitas jaringan tulang yang akhirnya dapat mengakibatkan kerapuhan pada tulang.

Osteoporosis dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Osteoporosis primer.

Umumnya menyerang wanita setelah masa menopause serta dapat juga terjadi pada pria yang telah berusia lanjut dengan penyebab yang masih belum dapat diketahui.

Osteoporosis sekunder.

Osteoporosis sekunder umumnya disebabkan karena adanya penyakit yang berhubungan dengan:

  • Hyperthyroidism.
  • Hyperparathyrodism.
  • Cushing’s desease.
  • Hypogonadism.
  • Kelainan hepar.
  • Gagal ginjal bersifat kronis.
  • Kurang melakukan aktivitas.
  • Kebiasaan konsumsi minuman beralkohol.
  • Pemakaian obat-obatan seperti kortikosteroid.
  • Kafein yang berlebihan.
  • Kebiasaan merokok.

Sedangkan penyakit osteoporosis yang menyerang pada anak-anak disebut dengan istilah kedokteran juvenile idiopathic osteoporosis.

Osteoporosis postmenopausal atau osteoporosis pada wanita setelah menopause umumnya terjadi karena berkurangnya estrogen atau hormon utama pada wanita yang dapat membantu dalam proses pengaturan dalam hal pengangkutan kalsium ke dalam tubuh wanita.

foto osteoporosis

Umumnya gejala osteoporosis akan timbul pada wanita yang telah berusia diantara 51 hingga 75 tahun. Namun terkadang gejalanya dapat muncul lebih lambat maupun lebih cepat.

Tidak semua wanita mengalami resiko osteoporosis yang sama. Wanita ras kulit putih serta daerah timur cenderung lebih mudah mengidap penyakit ini jika dibandingkan dengan wanita ras kulit hitam.

Sedangkan osteoporosis senilis terjadi karena kurangnya kalsium yang berkaitan dengan umur serta ketidakseimbangan di antara proses kecepatan rusaknya tulang dengan proses pembentukan tulang yang baru.

Senilis berarti bahwa keadaan seperti ini terjadi pada saat usia lanjut. Penyakit seperti ini umumnya terjadi pada usia 70 tahun ke atas serta pada wanita memiliki resiko dua kali lebih sering terserang penyakit ini.

Sehingga dengan keadaan seperti ini dapat dikatakan wanita seringkali terserang osteoporosis postmenopausal serta osteoporosis senilis.

osteoporosis 2

Sekitar kurang dari 5% pengidap osteoporosis juga mengalami osteoporosis sekunder yang dapat disebabkan karena kondisi medis lainnya atau karena efek sampingan dari metode pengobatan.

Osteoporosis juga bisa disebabkan karena gagal ginjal kronis serta kelainan hormonal terutama tirois, paratiroid serta adrenal. Serta obat-obatan seperti kortikosteroid, barbiturat, antikejang, serta kelebihan hormon tiroid.

Konsumsi alkohol secara berlebihan serta kebiasaan merokok juga dapat memperburuk keadaan penyakit ini.

Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan suatu jenis osteoporosis yang masih belum dapat diketahui apa penyebabnya. Umumnya terjadi pada anak-anak serta para remaja yang memiliki kadar serta fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal serta tidak memiliki penyebab-penyebab yang jelas dari kerapuhan tulang.