Kebutuhan Tidur Yang Sesuai Dengan Usia

tidur

tidur

Tidur sebenarnya merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi setiap manusia. Tidur yang cukup merupakan salah satu upaya untuk menjaga stamina serta kesehatan tubuh kita. Bagi anak-anak, kebutuhan tidur yang tercukupi dapat menunjang tumbuh kembang sert tingkat konsentrsinya saat sekolah. Maka dari itu, setiap orang harus memenuhi kebutuhan tidur yang waktunya harus disesuaikan tingkatan usianya.

Kebanyakan, pola tidur yang paling sering dilakukan oleh orang-orang adalah monophasic, yaitu pola tidur selama beberapa jam dalam datu waktu tertentu. Namun sebagian orang sering mengabaikan pola tidur seperti in serta memiliki kebiasan tidur yang disebut polyphasic yaitu pola tidur yang mirip seperti kucing. Kebiasaan tidur kapan saja dan di mana saja seperti ini dapat mempengaruhi pengaturan pola hidup sehari-hari.

Lembaga yang berfokus pada kebutuhan tidur yang bernama National Sleep Foundation, mengeluarkan data tentang berapa lama kebutuhan tidur seseorang yang sesuai dengan tingkatan umurnya. Kebutuhan tidur yang tercukupi sesuai dengan yang disarankan diharapkan mampu untuk menghasilkan komunitas masyarakat yang lebih baik.

Berikut ini adalah data kebutuhan tidur yang seusia dengan tingkatan usia, yaitu:

  • Dewasa diatas usia 18 tahun = 7 sampai 9 jam
  • Remaja usia 11 sampai 17 tahun = 8,5 sampai 9,5 jam
  • Anak-anak usia 5 sampai 10 tahun = 10 sampai 11 jam
  • Anak-anak prasekolah usia 3 sampai 5 tahun = 11 sampai 13 jam
  • Anak-anak usia 1 sampai 3 tahun = 12 sampai 14 jam
  • Bayi usia 3 sampai 11 bulan = 14 sampai 15 jam
  • Bayi yang baru lahir usia 0 sampai 2 bulan = 12 sampai 18 jam

Kisaran waktu lamanya untuk tidur seperti diatas, bukan berarti bahwa seseorang bisa memilih sendiri kebutuhan tidurnya. Kisaran diatas digunakan untuk memperkirakn kebutuhan dasar tidur atau basal sleep needs, sekaligus waktu utang tidur stau sleep debt setiap harinya.

Kebutuhan dasar tidur merujuk pada kebutuhan dasar untuk tidur. Angka yang ditunjukkan merupakan jumlah waktu tidur yang dibutuhkan oleh tubuh pada setiap malam. Bila kebutuhan tersebut dapat terpenuhi, maka dapat dipastikan bahwa orang tersebut telah beristirahat dengan baik.

Bila kebutuhan dasar tidur belum bisa dipenuhi maka segera pertimbangkan utang tidur. Utang tidur adalah jumlah jam tidur yang tidak bsa didapatkan oleh tubuh. Bila seseorang tidak tidur pada malam sebelumnya, maka dapat dipastikan konsentrsi serta energinya akan menurun sampai beberapa hari setelahnya.

kurang tidur

kurang tidur

Utang tidur bisa dibayar pada malam-malam setelahnya. Namun dampak buruk dari kurang tidur tidak dapat diperbaiki. Utang serta perbaikan akibat dari kurang tidur tentunya tidak akan sama. Utang tidur yang sedikit bisa saja diperbaiki, Namun bila utang tidur terlalu banyak, maka akan sulit untuk dipulihkan.

Dalam sebuah penelitian, kurang tidur dapat berdampak yang serius, seperti hilangnya sel otak bahkan akan beresiko menyebabkan kerusakan otak secara permanen.

Penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa kurang tidur selama berkepanjangan akan menyebabkan 25% sel otak tertentu menjadi mati. Menurut para ahli kesehatan di Amerika, pada manusia yang kurang tidur, dampak yang sama bisa saja terjadi walaupun manusia tersebut berusaha untuk mengganti waktu tidurnya maupun mengkonsumsi obat-obatan untuk melindungi otaknya.

Penelitian yang telah diterbitkan dalam The Journal of Neuroscience ini melakukan penelitian pada hewan tikus di laboratorium. Perilaku tikus-tikus tersebut disesuaikan dengan jenis-jenis kurang tidur seperti dalam kehidupan manusia modern, meliputi bekerja pada shift malam maupun menghabiskan waktu yang terlalu lama di kantor.

Para peneliti dari University of Pennsylania School pf Medicine mempelajari sel-sel otak tertentu yang ikut brperan dalam menjaga sistem peringatan pada bagian otak. Setelah beberapa hari menjalani berbagai pola hidup seperti manusia di malam hari tikus-tikus percobaan tersebut mengaami kehilangan sekitar 25% sel otaknya. Sel otak yang hilang dikenal dengan nama LC neuron atau locus coeruleus neuron. Pola kerja yang dilakukan tikus-tikus tersebut adalah 3 hari bekerja pada shift malam dengan waktu tidur hanya 4 sampai 5 jam saja dalam 24 jam.

Para peneliti menyatakan bahwa ini merupakan bukti yang pertama bahwa kurang tidur mampu menyebabkan hilangnya sel-sel otak. Namun mereka masih merasa perlu untuk mempelajari lebih anjut apakah orang-orang yang kehilangan waktu tidurnya juga akan mengalami resiko kerusakan otak secara permanen.

Para peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan cara menguji otak para pekerja shift malam setelah mendapatkan bukti hilangnya sel-sel otak yang dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanen pada tikus.

kurang tidur Tidak hanya kurang tidur saja yang bisa menyebabkan masalah kesehatan, terlalu banyak tidur juga bisa berakibat buruk pada kesehatan. Tidur yang terlalu sedikit maupun tidur yang terlalu banyak sama-sama dapat meningkatkan resiko depresi. Lamanya waktu tidur yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuh kita dapat mengaktifkan gen yang berhubungan dengan depresi.

Dalam sebuah studi yang melibatkan sekitar 1700 pasangan kembar dewasa membandingkan gejala depresi seseorang dengan kembarannya. Mereka yang mendapatkan cukup waktu tidur yaitu 7 sampai 0 jam perhari, hanya mengalami gejala depresi sebesar 27% saja.

Sebagian dari mereka yang kurang tidur yaitu tidur selama 5 jam saja pe hari, mengalami peningkatan resiko mengalami depresi 53%. Sedangkan sebagain lagi dari mereka yang tidur lebih lama yaitu sekitar 10 jam per hari mengalami peningkatan resiko depresi sebesar 49%.

Waktu tidur yang terlalu lama maupun terlalu singkat akan mengaktifkan gen yang berkaitan dengan gejala depresi. Maka dari itu, tidur selama waktu yang telah disesuaikan yaitu 7 sampai 9 jam merupakan cara yang paling baik untuk terapi depresi.

Tidur yang sehat atau tidur yang sesuai dengan waktu yang dibutuhkan oleh tubuh kita untuk beristirahat merupakan hal yang perlu kita lakukan untuk menjaga kesehatan kita, baik kesehatan secara fisik, kesehatan mental serta kesehatan emosi.