Kerugian dan Keuntungan Memasak Dengan Mikrowave

mikrowave

mikrowave

Mikrowave pada dasarnya dibuat untuk meringankan pekerjaan manusia, khususnya dalam hal memasak. Cara menggunakan mikrowave juga relatif mudah serta fungsinya juga banyak, mulai memasak sampai menghangatkan makanan.

Sebenarnya, mikrowave memiliki cara kerja yang tidak jauh beda dengan oven biasa. Perbedaan yang paling mendasar antara mikrowave dengan oven biasa adalah penggunaan sumber panasnya. Mikrowave lebih menggunakan gelombang mikro sebagai sumber panasnya, sedangkan oven kebanyakan menggunakan api sebagai sumber panas.

Gelombang mikro yang digunakan sebagai sumber panas dari mikrowave merupakan gelombang radio frekuensi tinggi yang dihasilkan dari tabung elektronik yang biasa disebut magnetron. Dari magnetron inilah gelombang mikro yang dihasilkan nantinya akan memasuki area pemasakan melalui celah-celah yang terbuka pada bagian atas mikrowave.

Mikrowave juga dilengkapi dengan baling-baling khusus yang fungsinya untuk menyebarkan gelombang mikro secara merata agar makanan yang dimasak dapat matang secara merata dan sempurna.

Gelombang mikro yang terdapat di dalam mikrowave memiliki dua karakteristik yang berbeda. Karakteristik yang pertama, gelombang mikro akan dipantulkan oleh logam maupun metal serta tidak melalui wadah yang terbuat dari logam untuk memanaskan makanan. Maka dari itu, ketika kita menghangatkan makanan dengan cara seperti ini kita tidak perlu menggunakan wadah dari logam. Wadah untuk memasak yang terbuat dari gelas, kayu maupun porselen akan sangat baik dengan cara seperti ini.

Sedangkan karakteristik kedua, gelombang mikro dalam mikrowave mudah sekali untuk diserap oleh air. Maka dari itu, untuk mempercepat proses pemasakan dengan menggunakan mikrowave, sebaiknya gunakan air sebagai media dalam memasak.

Namun, dibalik praktisnya memasak dengan mikrowave, banyak peneliti yang menunjukkan bahwa memasak dengan menggunakan cara yang modern seperti ini ternyata dapat mengurangi banyak sekali komponen gizi yang terdapat dalam makanan yang dimasak.

Penelitian yang hasilnya telah dipublikasikan dalam The Journal of The ience of Food and Agriculture pada tahun 2003 telah menunjukkan bahwa, brokoli yang dimasak dengan menggunakan mikrowave akan kehilangan komponen flavonoidnya sebanyak 97%, sinapic sebanyak 74% serta menurunnya senyawa caffeoyl-quinic sebanyak 87%. Padahal ketiga komponen tersebut sangat penting sekali bagi tubuh kita karena ikut berperan sebagai agen antioksidan yang terkandung dalam brokoli.

Sedangkan brokoli yang dimasak dengan cara dikukus akan menyebabkan berkurangnya senyawa flavonoid sebanyak 11%, sinapic sebanyak 0% serta caffeoyl-quinic berkurang sebanyak 8% saja.

Penelitian lain yang dilakukan pada tahun 1992 yang dimuat dalam the Journal Pediatric juga menunjukkan bahwa, ASI yang dipanaskan dengan menggunakan mikrowave mengalami kerusakan. Beberapa enzim yang penting dalam ASI seperti enzim lisozim yang funginya untuk melaan infeksi bakteri mengalami kerusakan. Yang terjadi, ASI yang dihangatkan dengan mikrowave jutru banyak mengandung bakteri Echerichia coli atau e-coli yang dapat menyebabkan diare pada anak.

Penelitian lain tentang mikrowave yang juga di terbitkan dalam The Lancet Medical Journal pada tahun 1982 menganjurkan agar makanan bayi yang banyak mengandung protein sebaiknya tidak dimasak dengan mikrowave karena dapat merubah bentuk asam amino L-prolin menjadi suatu senyawa yang berpotensi dapat melemahkan fungi jaringan saraf serta ginjal.

Bahkan beberapa peneliti yang berasal dari Ruia yang melakukan penelitian pada tahun 1950an juga menunjukkan bahwa bahan makanan yang kaya akan protein yang dimasak dengan mikrowave akan merubah bentuk asam amino menjadi senyawa yang bersifat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker.

Maka dari itu, sebaiknya hindari bahaya yang timbul dari memasak makanan dengan mikrowave. Sebaiknya kurangi memasak makanan yang kaya akan protein seperti daging serta susu dengan menggunakan mikrowave.

woman-looking-in-microwaveKetika anda memasak atau melelehkan potongan daging yang besar dengan mikrowave, patikan agar bagian daging yang tipis maupun mengandung lemak sudah dibungkus dengan menggunakan alumunium foil. Sebab potongan daging yang tipis maupun berlemak akan mudah sekali terbakar dalam mikrowave.

Makanan-makanan yang mengandung bahan seperti susu cair, saus, sereal maupun selai sebaiknya dimasak dengan menggunakan wadah kaca yang cukup besar dalam mikrowave. Sebab, ketika kita memasak makanan seperti itu nantinya akan mengembang menjadi lebih besar lagi di dalam mikrowave dibandingkan bila dimasak dengan cara biasa. Wadah yang besar akan membuat isinya tidak mudah meluap dan tumpah membasahi bagian dalam mikrowave.

Selain itu perhatikan juga bumbu dan rempah-rempah ketika kita memasak dengan mikrowave. Memasak dengan mikrowave membutuhkan jumlah bumbu maupun rempah-rempah yang lebih sedikit daripada cara memasak biasa. Sebab memasak dengan mikrowave hanya membutuhkan aktu yang singkat yang nantinya akan menyebabkan aroma bumbu maupun rempah-rempah akan tetap tertinggal lebih lama dalam masakan.

Yang perlu diingat lagi, jangan pernah memasak makanan yang membutuhkan waktu yang lama dalam memasak. Makanan-makanan seperti kari maupun balado perlu waktu lama dalam memasak. Kemungkinan besar bumbu-bumbunya tidak dapat terserap dengan sempurna yang nantinya akan membuat rasa masakan menjadi hambar jika dimasak dengan mikrowave.

Pada umumnya, mikrowave dapat digunakan untuk memasak hampir semua jenis masakan. Namun, hal yang perlu untuk diperhatikan adalah cara memasaknya. Cara memasak yang benar dengan mikrowave akan menghasilkan makanan yang matang dengan sempurna, cita rasa yang baik, tekstur yang bagus serta zat gizi yang tidak berkurang.

  • Bila anda hendak memasak atau menghangatkan makanan yang banyak mengandung cairan dengan mikrowave, seperti sup, saus atau pudding, sebaiknya gunakan posisi high saat memasak.
  • Bila anda memasak makanan seperti cake, pie, makanan beku dengan mikrowave, sebaiknya gunakan posisi medium
  • Bahan makanan seperti telur, roti, keju, steak daging ukuran besar maupun cokelat sebaiknya dimasak dengan mikrowave dalam posisi low.
  • memasak dengan mikrowave

    memasak dengan mikrowave

    Selain itu perhatikan juga lamanya memasak. Makanan maupun minuman yang kita masak dengan mikrowave akan tetap mengalami pemanasan sesaat setelah keluar dari mikrowave. Maka dari itu pastikan agar tidak terlalu matang.

  • Umumnya, ketika kita memasak dengan mikrowave, bagian luar makanan akan lebih cepat matang. Maka dari itu, sebaiknya aturlah agar bagian yang paling tebal terletak di bagian luar wadah ketika memasak. Bila memungkinkan, aduklah atau bolak-baliklah makanan tersebut sebanyak satu sampai empat kali selama proses pemasakan. Semakin sering diaduk, maka matangnya akan semakin merata.
  • Selain itu, sering-seringlah memutar wadah makanan jika anda memasak makanan dengan mikrowave dalam poisi high. Cara seperti ini akan membuat masakan anda matang dengan merata.
  • Tutuplah makanan yang hendak dimasak dalam mikrowave. Cara ini untuk mencegah terjadinya percikan bahwan makanan yang dimasak dalam mikrowave, sehingga bagian dalam mikrowave akan tetap bersih.
  • Penutup wadah untuk memasak dalam mikrowave ada bermacam-macam. Kertas toel mampu menyerap air, sehingga cocok untuk bahwan makanan yang hendak dikeringkan serta bebas dari uap air. Kertas waxed atau kerta berlilin digunakan untuk menahan panas serta menjaga panas uap air didekat bahwan makanan tanpa mengikat uap air. Kertas waxed cocok tuntuk memasak roti maupun cake dengan mikrowave.
  • Untuk memasak sayuran atau sup sebaiknya gunakan tutup gelas biasa agar uap airnya tidak keluar serta sayuran jadi cepat panas. Jangan tutup terlalu rapat. Hal ini mencegah terjadinya letusan ketika memasak dengan mikrowave.
  • Untuk makanan kaleng, sebaiknya pindahkan terlebih dahulu ke dalam piring. Kaleng, mengandung unsur logam yang membuat kerja gelombang mikro dalam mikrowave menjadi tidak optimal.

Umumnya, mikrowave sering digunakan untuk menghangatkan makanan hingga berulang-ulang kali. Kebiasaan seperti ini sebaiknya dihindari karena proses penghangatan yang terjadi berulang-ulang kali akan menyebabkan kandungan zat gizi dalam makanan tersebut akan menurun, meskipun memang tampak sangat praktis. Selain itu, nantinya akan berpotensi menimbulkan senyawa yang bersifat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker.

Makanan untuk bayi maupun ASI serta susu formula sebaiknya jangan dipanaskan dengan mikrowave. Sebab daya tahan tubuh bayi masih sangat rentan dan masih sangat sensitif. elain itu, perhatikan juga kebersihan mikrowave.

Tutuplah makanan yang hendak dimasak dalam mikrowave. Dan tidak lupa untuk selalu membersihkan bagian dalam mikrowave. Cara seperti ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi kotoran maupun bakrteri yang nantinya akan dapat menyebabkan masalah pada kesehatan.