link6750 link6751 link6752 link6753 link6754 link6755 link6756 link6757 link6758 link6759 link6760 link6761 link6762 link6763 link6764 link6765 link6766 link6767 link6768 link6769 link6770 link6771 link6772 link6773 link6774 link6775 link6776 link6777 link6778 link6779 link6780 link6781 link6782 link6783 link6784 link6785 link6786 link6787 link6788 link6789 link6790 link6791 link6792 link6793 link6794 link6795 link6796 link6797 link6798 link6799 link6800 link6801 link6802 link6803 link6804 link6805 link6806 link6807 link6808 link6809 link6810 link6811 link6812 link6813 link6814 link6815 link6816 link6817 link6818 link6819 link6820 link6821 link6822 link6823 link6824 link6825 link6826 link6827 link6828 link6829 link6830 link6831 link6832 link6833 link6834 link6835 link6836 link6837 link6838 link6839 link6840 link6841 link6842 link6843 link6844 link6845 link6846 link6847 link6848 link6849 link6850 link6851 link6852 link6853 link6854 link6855 link6856 link6857 link6858 link6859 link6860 link6861 link6862 link6863 link6864 link6865 link6866 link6867 link6868 link6869 link6870 link6871 link6872 link6873 link6874 link6875 link6876 link6877 link6878 link6879 link6880 link6881 link6882 link6883 link6884 link6885 link6886 link6887 link6888 link6889 link6890 link6891 link6892 link6893 link6894 link6895 link6896 link6897 link6898 link6899

Kurang Tidur Dapat Sebabkan Berbagai Masalah Kesehatan

kurang tidur

kurang tidur

Bagi anda yang kurang tidur sebaiknya perlu berhati-hati, karena dalam sebuah penelitian kebiasaan buruk seperti kurang tidur dapat menimbulkan berbagai macam masalah pada kesehatan seperti diabetes, alzheimer serta kanker.

Kurang tidur dapat memperparah masalah kesehatan seperti diabetes. Kondisi seperti kurang tidur nantinya akan mengganggu kerja kelenjar adrenal dalam memproduksi dehidro-epiandosteron atau DHEA yang merupakan sebuah senyawa yang berfungsi untuk merangsang tidur nyenyak.

Kondisi seperti ini justru menyebabkan tubuh kita lebih banyak menghasilkan kortisol yang dapat meningkatkan stres. Kurang tidur akan menyebabkan sistem respon tubuh seseorang mengalami kekacauan dalam memproduksi hormon insulin yang berfungsi untuk mengantar gula darah ke seluruh tubuh.

Bila kondisi seperti ini terjadi secara terus menerus, maka akan menyebabkan gangguan pada kesehatan yaitu gejala diabetes tipe — 2 yang tidak tergantung dengan injeksi insulin.

ngantuk karena kurang tidur

ngantuk karena kurang tidur

Pasokan gula dalam tubuh menjadi terbatas karena adanya beban kerja yang tinggi atau karena terlambat untuk makan sehingga memicu rendahnya kadar gula dalam darah atau hipoglikemia yang akan semakin memperparah penyakit diabetes yang dialaminya.

Selain itu, kurang tidur juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan yaitu munculnya penyakit alzheimer.

Profesor Kevin Morgan seorang Direktur Unit Penelitian Kesehatan di Loughborough University, mengatakan bahwa orang yang kurang tidur akan mengalami gangguan kesehatan seperti menurunnya sistem imunitas tubuh.

Sedangkan Dr Yo-El Ju, menyatakan bahwa orang yang memiliki lebih banyak waktu untuk terjaga dalam tidurnya akan mengalami penumpukan atau plak dalam pembuluh darah di dalam tubuhnya. Plak ini nantinya akan menumpuk di pembuluh otak yang nantinya dapat menyebabkan adanya kerusakan sel otak. Inilah yang menyebabkan munculnya penyakit Alzheimer.

Tidur yang berkualitas bukan terletak pada lamanya waktu tidur seseorang melainkan tidur serta bangun pada jam yang sama secara rutin setiap hari. Waktu tidur yang paling baik adalah saat seseorang mulai menunjukkan atau merasakan sinyal seperti rasa kantuk yang sangat besar.

Selain memperparah diabetes serta menyebabkan alzheimer, kurang tidur juga bisa menyebabkan kanker.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Maryland, Amerika Serikat yang diikuti oleh 6000 responden wanita telah menyatakan bahwa orang yang tidurnya kurang dari 7 jam pada malam hari, memiliki resiko sebanyak 47% terserang penyakit kanker jika dibandingkan dengan orang yang tidur malamnya lebih dari 7 jam.

kurang tidur 3Banyak sekali ahli kesehatan yang menyatakan bahwa kurang tidur sangat erat kaitannya dengan berbagai gangguan kesehatan kronis, seperti hipertensi, diabetes, obesitas serta kanker.

Peneliti kesehatan bernama James McClain, dari National Cancer Institute menyebutkan bahwa fakta dari kurang tidur menyebabkan berbagai masalah kesehatan masih belum begitu jelas. Namun, seseorang yang melakukan aktivitas fisik yang cukup serta dapat mengatur jam tidur yang baik selama 6 sampai 7 jam memang berhubungan dengan performa kesehatannya.

Sejak tahun 1985 sampai tahun 2006 ada trend tentang meningkatnya orang-orang yang tidurnya kurang dari 6 sampai 7 jam dalam setiap malamnya. Hal seperti ini masih bisa dimaklumi karena berbagai macam alasan yang berhubungan dengan kondisi kehidupan modern seperti jam bisnis yang panjang, tuntutan dari pekerjaan maupun karena tingginya stres pada seseorang.

Dalam sebuah jurnal penelitian yang terbit pada tahun 2008, menyatakan bahwa ada penelitian yang meneliti beberapa orang responden yang terbagi dalam 2 bagian yaitu kelompok muda dan kelompok tua. Ketika kedua kelompok tersebut diminta untuk tidur selama 16 jam dalam keadaan gelap setiap harinya, diketahui bahwa peserta dalam kelompok tua membutuhkan waktu 7,5 jam untuk tidur.

Kelompok muda justru membutuhkan waktu tidur yang lebih lama yaitu selama sekitar 9 jam. Dari penelitian ini telah terungkap bahwa kebutuhan tidur orang-orang yang berusia muda lebih banyak karena lebih padatnya aktivitas sehari-hari dibandingkan dengan orang-orang yang sudah tua.

Sedangkan anak-anak pra sekolah membutuhkan waktu tidur selama 11 jam dalam setiap harinya. Untuk anak-anak usia sekolah membutuhkan waktu tidur selama 10 jam dan untuk remaja akan memerlukan waktu untuk tidur selama 9 jam.

Bila anda ingin agar tubuh anda selalu dalam keadaan sehat serta selalu prima dalam melakukan berbagai aktivitas, maka tidak ada salahnya untuk mencoba menerapkan cara seperti ini. Ditambah dengan makan makanan yang bergisi dan seimbang, rutin berolahraga serta mengkonsumsi Nectura agar tubuh tetap dalam keadaan sehat.