link7050 link7051 link7052 link7053 link7054 link7055 link7056 link7057 link7058 link7059 link7060 link7061 link7062 link7063 link7064 link7065 link7066 link7067 link7068 link7069 link7070 link7071 link7072 link7073 link7074 link7075 link7076 link7077 link7078 link7079 link7080 link7081 link7082 link7083 link7084 link7085 link7086 link7087 link7088 link7089 link7090 link7091 link7092 link7093 link7094 link7095 link7096 link7097 link7098 link7099 link7100 link7101 link7102 link7103 link7104 link7105 link7106 link7107 link7108 link7109 link7110 link7111 link7112 link7113 link7114 link7115 link7116 link7117 link7118 link7119 link7120 link7121 link7122 link7123 link7124 link7125 link7126 link7127 link7128 link7129 link7130 link7131 link7132 link7133 link7134 link7135 link7136 link7137 link7138 link7139 link7140 link7141 link7142 link7143 link7144 link7145 link7146 link7147 link7148 link7149 link7150 link7151 link7152 link7153 link7154 link7155 link7156 link7157 link7158 link7159 link7160 link7161 link7162 link7163 link7164 link7165 link7166 link7167 link7168 link7169 link7170 link7171 link7172 link7173 link7174 link7175 link7176 link7177 link7178 link7179 link7180 link7181 link7182 link7183 link7184 link7185 link7186 link7187 link7188 link7189 link7190 link7191 link7192 link7193 link7194 link7195 link7196 link7197 link7198 link7199

Kurangnya Edukasi Serta Berbagai Gejala Kanker Pada Anak

kanker

kanker

Kurangnya edukasi tentang bahaya kanker pada anak-anak dapat menimbulkan pemikiran-pemikiran yang keliru yang dapat menghambat pergaulan anak-anak itu sendiri. Anggapan bahwa penyakit kanker itu penyakit yang menular serta tidak dapat diobati akan membuat mereka merasa seperti dikucilkan sehingga pemikiran-pemikiran seperti ini harus dihilangkan.

Anak-anak yang mengidap penyakit kanker tidak hanya dijauhi oleh teman-temannya. Malahan masih banyak orangtua yang melarang anaknya untuk bermain dengan anak-anak yang mengidap penyakit kanker.

Saat ini, masih banyak orang yang menganggap bahwa penyakit kanker merupakan sebuah penyakit yang menular serta berbahaya bagi masyarakat yang berada disekitar anak pengidap kanker. Anggapan seperti ini akan membawa dampak yang buruk.

Misalnya, dulu pada saat yayasan kanker anak YKAKI yang mulai didirikan pada tahun 2006 sempat mengalami hambatan dikarenakan anggapan-anggapan yang salah oleh warga sekitar. Warga sekitar bahkan banyak yang menolak kehadiran anak-anak yang mengidap kanker.

Ira Soelistyo, ketua YKAKI mengatakan bahwa kini pihak YKAKI memiliki program sosialisasi serta edukasi yang tujuannya untuk memberikan berbagai informasi pada para masyarakat tentang kanker pada anak-anak.

Program-program penyuluhan tersebut didukung oleh para dokter umum yang ada dipuskesmas, para penggerak posyandu serta para penggerak pembinaan kesejahteraan keluarga atau PKK.

Para dokter umum di puskesmas merupakan orang-orang yang berada digaris depan dalam hal menangani kesehatan masyarakat. Maka dari itu, para dokter umum di puskesmas perlu dinformasi yang baik tentang gejala kanker pada anak-anak.

Pengetahuan tentang gejala-gejala kanker merupakan hal yang sangat penting. Sebab deteksi dini penyakit kanker pada anak akan memperbesar peluang si anak untuk sembuh dari penyakit kanker yang dideritanya.

Tingkat kesembuhan kanker pada anak dapat mencapai 70% asalkan dapat terdeteksi sedini mungkin, diberi pengobatan yang konsisten serta dirawat dengan baik. Kesemua tahapan tersebut akan sangat menentukan dalam pengobatan anak yang mengalami kanker.

contoh kanker paru-paru

contoh kanker paru-paru

Selain itu, pihak YKAKI juga sering melakukan berbagai penyuluhan pada masyarakat. Masyarakat perlu mengetahui lebih jauh bahwa penyakit kanker pada anak itu berbeda sekali dengan penyakit kanker yang terjadi pada orang dewasa yang umumnya tingkat kematiannya sangat tinggi.

Umumnya, penyakit kanker yang paling sering ditemukan pada anak-anak adalah penyakit leukemia atau kanker darah, retinoblastoma atau kanker mata serta kanker otak.

Menurut data dari WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia, setiap tahun pengidap penyakit kanker di dunia mengalami peningkatan sebanyak 6,25 juta orang. 4% diantara para penderita kanker tersebut adalah anak-anak.

Sekitar 75 sampai 90% kasus kanker yang terjai pada anak masih belum diketahui lebih jelas apa penyebabnya. Di Indonesia sendiri, 150 orang dari 1 juta anak-anak mengidap penyakit kanker. Dan dalam setiap tahunnya ada 4.100 kasus baru kejadian kanker.

Berbeda dengan kanker yang terjadi pada orang dewasa, kanker anak cukup sulit untuk dideteksi sejak dini. Akibatnya, orangtua seringkali tidak menyadari bahw anak-anaknya mengalami penyakit kanker.

Namun, orangtua masih tetap bisa mengenali gejala kanker pada anak-anak. Penyakit kanker pada anak memang sulit untuk diketahui penyebabnya, dicegah maupun dideteksi secara dini. Namun orangtua tetap dapat mengenali tanda-tanda awal dan peluang kesembuhannya akan sangat besar bila diobati pada stadium dini.

Orangtua dapat mengenali adanya benjolan pada leher, mata, paru, perut, tangan, otak, kaki serta alat kelamin sebagai tanda-tanda awal dari penyakit kanker pada anak. Selain adanya benjolan, ada berbagai tanda lain dari penyakit kanker, seperti:

  • Mata

Jika mata anak terlihat seperti mata kucing, berwarna merah, juling serta muncul gangguan pada penglihatan. Umumnya orangtua akan memberikan obat tetes mata bila mata si anak berwarna kemerahan. Bila dalam 3 hari mata anak anda masih memerah, maka anda perlu membacanya ke puskesmas, rumah sakit atau pusat kesehatan lainnya. Warna kemerahan pada mata bisa saja merupakan gejala awal kanker mata atau retinoblastoma.

  • Leher

Bila leher anak anda mulai ada benjolan yang semakin membesar dalam waktu yang singkat, anda perlu waspada. Benjolan karena kanker berbeda dengan benjolan karena infeksi. Benjolan kanker umumnya tidak terasa sakit saat disentuh atau terasa panas saat diraba. Benjolan seperti ini harus segera diperiksa. Selain karena kanker, benjolan di leher bisa juga disebabkan oleh infeksi pada telinga maupun gigi.

  • Paru

Umumnya, bila anak-anak merasa sesak napas bisa jadi ada benjolan pada paru-paru. Tapi, bisa jadi benjolan pada bagian paru-paru anak bukanlah penyakit kanker karena tidak ada kanker paru pada anak. Kanker paru pada anak umumnya merupakan penyebaran dari jenis kanker yang lain, seperti kanker tulang.

  • Perut

Semua organ dalam bagian perut, meliputi hati, ginjal serta indung telur bisa terserang kanker. Bila ada benjolan pada bagian tersebut biasanya bisa langsung dikenali karena perut anak tampak membuncit. Kondisi seperti harus segera diperiksa ke dokter ahli serta jangan sering ditekan. Penekanan pada bagian perut yang membuncit dapat mempermudah penyebaran sel-sel kanker.

  • Alat kelamin

Benjolan kanker pada anak laki-laki sangat mudah dikenali. Orangtua dapat langsung melihatnya secara langsung bila ada tanda-tanda seperti adanya perbedaan ukuran pada testis kanan dengan testis kiri, organ yang terserang kanker menjadi lebih keras serta tidak disertai infeksi. Sama seperti kanker paru pada anak, kanker alat kelamin pada anak juga merupakan penyebaran kanker yang lain, misalnya leukemia.

  • Otak
gambaran kanker otak

gambaran kanker otak

Benjolan pada organ otak anak memang sulit untuk dilihat secara langsung. Namun, orangtua perlu tetap waspada dengan cara melihat dampak yang ditimbulkan. Dampak dari kanker otak pada anak biasanya dapat membuat anak-anak sering merasa pusing, muntah-muntah yang cenderung menyemprot, kelumpuhan serta gangguan pada keseimbangan anak.

  • Tangan dan kaki

Benjolan pada tangan dan kaki dapat dilihat secara langsung oleh orangtua. Sebagai orangtua kita harus selalu waspada bila ada benjolan baik pada bagian tangan maupun kaki yang disertai dengan adanya demam maupun nyeri.