Makanan Untuk Mempercepat Proses Penyembuhan Cedera Maupun Luka

cedera pada tangan

cedera pada tangan

Cedera maupun luka merupakan suatu kerusakan pada struktur maupun fungsi tubuh karena adanya suatu paksaan atau kenanan baik secara fisik maupun kimiawi.

Ketika tubuh kita mengalami cedera maupun luka, maka jaringan di tubuh kita mengalami gangguan. Dalam kondisi seperti ini, maka kita sangat membutuhkan nutrisi yang baik untuk memperbaiki kerusakan pada jaringan di tubuh kita.

Siapapun dia, baik pria maupun wanita, muda maupun tua bahkan anak-anak pasti pernah mengalami cedera maupun luka. Cedera maupun luka sekecil apapun bisa menjadi masalah yang besar jika tidak segera ditangani dengan baik. Penyakit tetanus merupakan salah satu jenis penyakit berbahaya yang bisa terjadi ketika kita sedang mengalami luka.

Cedera maupun luka yang berlangsung terlalu lama, akan memberikan rasa sakit serta rasa yang tidak nyaman, bahkan dapat memperburuk penampilan seseorang sehingga orang tersebut nantinya akan menjadi minder.

Asupan gizi bagi seseorang yang sedang mengalami cedera maupun luka atau setelah menjalani operasi, merupakan dasar untuk mempercepat proses penyembuhan. Nutrisi yang baik akan mempercepat proses penyembuhan, menghambat pertumbuhan luka serta dapat menghindari terjadinya malnutrisi.

Nutrisi yang baik akan sangat penting untuk perawatan pasien. Namun, kebutuhan nutrisi untuk seseorang akan sangat berbeda dengan orang yang lainnya. Maka dari itu, pengaturan makanan atau diet merupakan hal yang penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi pasien.

Jadi, diet atau pengaturan makanan pada seseorang yang mengalami cedera maupun luka adalah dengan mencukupi kebutuhan karbohidrat sebanyak 50 sampai 60% total kalori, protein sebanyak 20 sampai 25% total kalori, lemak sebanyak 20 sampai 25% total kalori, cukup vitamin serta cukup mineral.

Dari prinsip diatas, untuk mempercepat proses penyembuhan cedera maupun luka, maka seseorang memerlukan karbohidrat, protein, lemak, vitamin serta mineral.

Jenis makanan yang dapat mempercepat proses penyembuhan cedera maupun luka, meliputi:

  • Karbohidrat
karbohidrat

karbohidrat

Ketika seseorang mengalami cedera maupun luka, maka ada tahapan hipermetabolik. Dalam tahapan ini, seseorang yang mengalami cedera maupun luka membutuhkan lebih banyak karbohidrat.

Karbohidrat yang masuk akan membentuk ATP atau adenosine triposfat yang berasal dari glukosa untuk menyediakan energy yang lebih banyak sebagai respon terjadinya inflamasi.

Maka dari itu, untuk memperbaiki hipoalbuminemia, orang tersebut memerlukan karbohidrat dan protein. Hipoalbuminemia merupakan suatu kondisi dimana rendahnya kadar albumin dalam darah karena suatu hal yang tidak wajar. Bila asupan karbohidrat berkurang nantinya tubuh akan memecah protein menjadi kalori. Bila sampai hal seperti ini terjadi nantinya akan mengganggu fungsi utama dari protein sebagai pembentuk jaringan baru pada luka.

  • Protein

Fungsi protein adalah untuk membentuk jaringan yang baru karena adanya luka. Selain itu, protein juga diperlukan untuk mencegah terjadinya atau munculnya penyakit bagi tubuh kita. Senyawa whey merupakan senyawa yang dihasilkan dari gabungan antara protein dengan asam amino.

Whey protein merupakan dasar dari pembentukan kulit baru serta untuk memperbaiki sel –sel atau jaringan yang rusak. Whey protein sering diproduksi dalam bentuk suplemen untuk memacu pembentukan otot serta mempercepat proses penyembuhan. Selain itu anda juga bisa mengkonsumsi makanan, seperti keju serta kacang-kacang untuk menambah asupan protein.

Albumin, merupakan protein yang paling banyak terdapat dalam plasma atau darah. kondisi hipoalbumin sering ditemukan pada orang-orang yang sedang dalam masa penyembuhan karena cedera, luka maupun setelah menjalani operasi. Untuk memperbaiki kondisi hipoalbumin, sebaiknya konsumsi makanan, seperti putih telur serta ikan, khususnya ikan gabus.

  • Lemak

Lemak juga diperlukan dalam proses mempercepat penyembuhan cedera maupun luka. Lemak diperlukan untuk melarutkan beberapa vitamin, seperti vitamin A, D, E serta K. Selain itu, lemak juga diperlukan dalam pembentukan struktur membrane sel serta untuk proses sintesis sel-sel tubuh yang baru.

Linolenac serta linoleic atau asam lemak omega 3 dan omega 6 merupakan asam lemak esensial yang baik bagi kesehatan. Beberapa jenis makanan yang mengandung lemak baik, seperti alpukat, biji bunga matahari, ikan salmon, tuna, minyak canola serta minyak zaitun.

  • Vitamin
makanan yang mengandung vitamin B

makanan yang mengandung vitamin B

Berbagai vitamin ikut berperan dalam mempercepat proses penyembuhan. Vitamin A sangat dibutuhkan untuk proses pembentukan kolagen serta proliferasi sel epitel.

Vitamin B kompleks bertindak sebagai co enzim atau enzim tambahan dalam berbagai fungsi metabolism yang diperlukan dalam proses penyembuhan luka, khususnya dalam proses pembentukan energy serta pengendalian metabolism karbohidrat.

Vitamin C diperlukan dalam proses pembentukan kolagen, pembentukan serat untuk mengikat sel kolagen, meningkatkan daya tahan tubuh serta menstabilkan kondisi tubuh. Ada begitu banyak bukti yang menunjukkan bahwa kebutuhan vitamin C semakin meningkat ketika seseorang mengalami cedera, stress maupun sepsis. Namun, pemberian vitamin C selama proses penyembuhan tidak perlu dalam dosis yang terlalu tinggi.

Vitamin K terlibat dalam proses penyembuhan karena ikut berperan dalam proses pembentukan thrombin. Dengan adanya luka maka tubuh akan mengalami kekurangan thrombin. Kekurangan thrombin akan menyebabkan hematoma, yaitu suatu kondisi dimana sekelompok sel darah mmengalami ekstravasasi, sehingga darah menjadi menggumpal.

  • Mineral

Mineral seperti seng atau zinc diperlukan untuk sintesis protein serta penunjang reaksi enzimatik dalam tubuh. Selain itu seng juga diperlukan untuk menghambat pertumbuhan bakteri serta dalam proses respon imunitas tubuh. Jenis makanan yang banyak mengandung seng, meliputi ikan laut, daging merah, susu serta kacang-kacangan.

Zat besi juga diperlukan untuk proses sitesis kolagen. Kekurangan zat besi juga dapat berpengaruh pada penundaan penyembuhan luka sehingga luka akan membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh. Selain itu mineral tembaga juga diperlukan dalam proses sintesis kolagen. Jenis makanan yang kata zat besi, meliputi daging merah, telur, kacang-kacangan. Untuk mempercepat proses penyerapan zat besi san tembaga, sebaiknya kurangi asupan zat tannin serta cafein.