Manfaat Dan Makanan Yang Mengandung Mineral Molibdenum

kacang-kacangan

kacang-kacangan

Molibdenum merupakan salah satu mineral yang penting bagi kesehatan. Namun, mineral molybdenum dibutuhkan hanya dalam jumlah yang sangat kecil pada hampir semua bentuk kehidupan. Dalam tubuh manusia, molybdenum banyak ditemukan dalam hati, ginjal serta tulang.

Pentingnya mineral molybdenum bagi kesehatan tubuh manusia telah diteliti selama 20 tahun lebih. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa mineral molybdenum dibutuhkan oleh tubuh manusia untuk mendapatkan kesehatan yang optimal. Kekurangan mineral molybdenum dapat menyebabkan terjadinya masalah kesehatan yang serius.

Mineral molybdenum berperan dalam beberapa proses bio-kimia yang penting dalam tubuh manusia, seperti pengolahan limbah dan racun dalam ginjal, perkembangan system saraf, serta aktivasi enzim-enzim yang terlibat dalam memecahkan dan metabolism makanan untuk dijadikan energy bagi tubuh manusia.

Mineral molybdenum juga telah diuji dalam hal pengobatan penyakit kanker. Dalam beberapa test terhadap hewan, telah ditemukan bahwa mineral molybdenum mampu mengurangi efek samping dari obat-obatan untuk jenis kanker tertentu yang bisa berdampak burup pada organ paru-paru maupun jantung.

kanker ginjal

kanker ginjal

Dalam sebuah penelitian kecil terhadap pasien pengidap kanker ginjal, telah ditemukan bahwa mineral molybdenum mampu memperlambat pertumbuhan sel kanker. Molibdenum mampu memperlambat pertumbuhan sel kanker dengan cara menguras kandungan tembaga dalam tubuh yang diperlukan untuk pembentukan pembuluh darah baru.

Maka dari itu, para peneliti percaya bahwa mineral molybdenum dapat membantu pengobatan penyakit tumor maupun kanker dengan cara yang sama.

Manusia bisa mendapatkan mineral molybdenum dari makanan yang tumbuh dari tanah yang subur. Karena molybdenum dibutuhkan hanya dalam jumlah yang kecil, maka suplemen molybdenum umumnya tidak begitu diperlukan.

Jarang sekali terjadi kekurangan mineral molybdenum dalam tubuh, kecuali jika memang seseorang mengidap masalah genetic tertentu yang mencegah tubuhnya untuk bisa menyerap mineral molybdenum dalam makanan yang ia konsumsi. Bisa juga karena masalah lain, seperti pemberian infus dalam waktu berkepanjangan.

Mereka yang sering mengkonsumsi makanan, khususnya makanan olahan serta makanan instan, juga bisa mengalami kekurangan mineral molybdenum. Asupan makanan yang mengandung sulfur secara berlebihan juga mampu mengurangi kadar molybdenum dalam tubuh.

Ada beberapa gejala dari kekurangan mineral molybdenum, seperti:

  • Peningkatan laju pernapasa
  • Peningkatan laju detak jantung
  • Rabun senja
  • Gangguan pada gusi dan mulut
  • Impotensi
  • Peningkatan efektivitas sulfit, karena kurangnya kadar molybdenum untuk proses detoks sulfur.

Manfaat lain dari mineral molybdenum, meliputi:

  • Katalisator enzim

Mineral molybdenum membantu dalam hal meningkatkan 4 enzim penting dalam tubuh manusia. Selain itu molybdenum juga bekerja sebagai kofaktor oksidasi sulfit, yang sangat diperlukan untuk metabolism asam amino yang mengandung sulfur; oksidasi xantin, yang ikut berkontribusi dalam pembentukan antioksidan dalam darah; aldehid oksidase, yang nantinya akan berkerja sama dengan xantin oksidase dalam metabolism racun dan obat; serta amidoksim, yaitu suatu komponen untuk mengurangi mitokondria dan mempercepat penghapusan zat-zat beracun tertentu dalam tubuh.

  • Mengurangi inflamasi

Tetrathiomolybdate, salah satu bentuk molybdenum yang mengandung empat atom belerang, mampu menurunkan kadar tembaga dalam tubuh, yang nantinya akan sangat efektif dalam mengobati fibrosis, inflamasi maupun penyakit autoimun. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “Journal of Biochemistry Anorganic” pada bulan Mei 2006 telah mencatat bahwa percobaan tetrathiomolybdate pada hewan mampu menghambat fibrosis paru maupun hati, membantu mencegah kerusakan pada organ hati dari acetaminophen serta mengurangi kerusakan jantung dari doxorubicin yang merupakan bakteri antibiotic. Tetrathiomolybdate juga menunjukkan efek yang baik terhadap sebagian diabetes.

molibdenum thumbMengkonsumsi mineral molibdenum secara berlebihan dapat menyebabkan kekurangan mineral tembaga. Sebaiknya seseorang yang mengidap penyakit ginjal serius harus berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter ahli sebelum menggunakan suplemen molybdenum maupun suplemen lainnya.

Nilai molybdenum harian yang telah ditetapkan oleh US Food and Drug Administration adalah sebanyak 75 mikrogram berdasarkan diet 2000 kalori per hari.

Molybdenum umumnya banyak ditemukan pada jenis makanan, seperti kacang tanah, kacang polong, kacang lentil, biji-bijian, hati, sereal, daging tanpa lemak, cokelat, telurm kacang kedelai, buah-buahan dan sayuran. Air mineral kemungkinan juga mengandung mineral molybdenum.

Jarang sekali ada kejadian keracunan molybdenum. Namun, mengkonsumsi makanan yang mengandung molybdenum terlalu berlebihan dapat menyebabkan masalah,sseperti asam urat. Kelebihan molybdenum juga berkaitan dengan terjadinya peningkatakn ekskresi tembaga, yang nantinya dapat menyebabkan hilangnya warna rambut.