Manfaat Memperbanyak Konsumsi Ikan

sup ikan kecap

sup ikan kecap

Kesehatan serta tumbuh kembang janin akan sangat dipengaruhi oleh asupan makanan yang dikonsumsi ibu selama masa kehamilan. Maka dari itu, ibu-ibu dalam masa kehamilan sudah seharusnya mengkonsumsi makanan yang bergizi, seperti sayur, buah serta ikan.

Pemerintah Amerika Serikat telah mengeluarkan rekomendasi untuk mengkonsumsi ikan bagi ibu-ibu yang sedang dalam masa kehamilan. Selain itu, pemerintah Amerika Serikat juga memberikan panduan jumlah minimal konsumsi ikan setiap minggunya bagi para ibu hamil disana.

Bahkan rekomendasi untuk mengkonsumsi ikan bukan hanya ditujukan kepada para ibu hamil saja. Rekomendasi untuk mengkonsumsi ikan juga berlaku pada ibu menyusui serta anak-anak. Bagi ibu menyusui serta anak-anak konsumsi ikan sebaiknya dilakukan sebanyak 2 sampai 3 kali dalam seminggu.

Jenis ikan yang disarankan untuk dikonsumsi merupakan ikan yang mengandung kadar merkuri yang rendah, seperti ikan cod, salmon, lele maupun udang. Sedangkan ikan yang lain, seperti mackarel, tilefish, hiu serta todak, tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi karena mengandung kadar merkuri yang terlalu tinggi.

Selama ini banyak para wanita yang menghindari asupan ikan selama masa kehamilan serta menyusui. Para ibu hamil umumnya merasa khawatir ketika memberikan ikan pada anak-anaknya yang masih kecil. Namun berbagai riset terbaru telah memyimpulkan bahwa menghindari konsumsi ikan justru akan membuat anak-anak mengalami kekurangan nutrisi penting yang baik untuk perkembangan anak itu sendiri.

Selain untuk tujuan menambah nutrisi bagi ibu hamil, ibu menyusui serta anak-anak, mengkonsumsi ikan juga akan memberikan manfaat yang lain. Ketika seseorang merasa badmood, umumnya dia akan lebih memilih mengkonsumsi cokelat. Padahal masih ada makanan lain yang dapat memperbaiki mood seseorang.

Ketika anda merasa badmood, cobalah untuk mengkonsumsi roti isi tuna. Karena, menurut sebuah riset telah ditemukan bahwa mengkonsumsi ikan juga dapat meringankan mood yanng sedang dalam keadaan buruk.

ikan laut

ikan laut

Bahkan menurut para peneliti dari penelitian tersebut, memasukkan menu makanan yang terbuat dari ikan minimal dua kali dalam seminggu akan dapat mengurangi resiko terserang depresi sebanyak 25%. Namun, dampak dari konsumsi ikan untuk memperbaiki mood ini hanya akan terlihat pada wanita saja.

Penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology tersebut menyebutkan, kemungkinan kandungan omega 3 yang tinggi pada ikan tuna yang akan bekerjasama dengan hormon estrogen serta progesteron.

Kerjasama antara omega 3 dengan hormon esterogen dan progesteron ini akan membentuk suatu kombinasi yang nantinya akan membuat fungsi dari organ otak menjadi lebih baik.

Tim peneliti dari Menzies Research Institute di Tasmania, Australia, melakukan analisis pada lebih dari 1400 orang pria dan wanita yang berumur 26 sampai 36 tahun. Analisis ini dilakukan dalam kurun waktu sekitar 5 tahun. Selama 5 tahun tersebut, para peserta diminta untuk mencatat pola makan mereka, termasuk konsumsi seafood, seperti udang, ikan serta kerang.

Para peneliti menemukan bahwa, merkipun telah ditambah dengan faktor gaya hidup, seperti kebiasaan merokok, olahraga, berat badan, konsumsi alkohol, status pendidik serta pekerjaan, konsumsi seafood tetap memiliki hubungan yang kuat terhadap turunnya resiko mengalami depresi.

Bagi peserta wanita, menambahkan sajian menu ikan akan mengurangi resiko depresi sebanyak 6%. Sedangkan wanita yang rutin mengkonsumsi sajian menu ikan lebih dari dua kali dalam satu minggu memiliki resiko mengalami depresi sebanyak 26% lebih rendah jika dibandingkan dengan wanita yang mengkonsumsi ikan kurang dari dua sajian setiap minggunya.

Karena dampak berkurangnya resiko depresi hanya tampak pada wanita saja, pada para peneliti menyimpulkan bahwa, kombinasi dari asam lemak omega 3 yang terkandung dalam ikan serta hormon estrogen dan progesteron lah yang menyebabkan munculnya dampak yang baik ini. Meskipun kesimpulan seperti ini memang masih belum dapat dipastikan.

Seorang ahli pangan yang bernama Richard Marsh, mengatakan bahwa, bagian dari organ otak dibentuk dari asam lemak omega 3 rantai panjang yang dapat ditemukan pada ikan berlemak. Ada beberapa penelitian lain yang dilakukan sebelumnya yang telah menemukan hubungan antara konsumsi omega 3 dengan perbaikan mood pada seseorang.

Meskipun dampak pengurangan resiko depresi tidak tampak pada pria, namun mengkomsumsi ikan berlemak juga akan memberikan manfaat yang lain bagi kesehatan kita, yaitu mengurangi resiko penyakit jantung.

Penyakit jantung merupakan pembunuh nomer satu di dunia saat ini. Namun, penyakit jantung sesungguhnya masih dapat dicegah, yaitu dengan cara melakukan pola makan sehat tertentu.

ikan salmon

ikan salmon

Menurut para peneliti di Harvard University di Amerika, mengkonsumsi ikan tuna dan salmon sebanyak dua kali dalam seminggu akan dapat mengurangi resiko kematian akibat dari penyakit jantung. Para peneliti menemukan bahwa kandungan omega 3 dalam ikan tuna dan salmon dapat melindungi dari detak jantung yang tidak menentu yang cenderung berakibat fatal dan mematikan. Asam lemak omega 3 juga berhubungan dengan tekanan darah serta laju detak jantung yang menjadi lebih stabil.

“Dalam penelitian ini mengkaji tentang kadar omega 3 dalam darah yang berkaitan dengan pola makan dan bukan menkaji tentang efek dari minyak ikan” kata dr Dariush Mozaffarian, peneliti yang juga seorang profesor epidemologi di Harvard.

Menurut dr Dariush Mozaffarian, kadar omega 3 dalam darah berkaitan dengan rendahnya resiko kematian, khususnya yang disebabkan oleh masalah kardiovaskular. Sementara itu, hasil yang sama juga ditemukan oleh tim peneliti dari Washington University terhadap para lansia di Amerika.

Para peneliti menemukan bahwa, ada 50% penurunan resiko kematian akibat penyakit jantung pada orang-orang yang mengkonsumsi ikan sebanyak tiga kali dalam seminggu dibandingkan dengan orang-orang yang kurang mengkonsumsi ikan dalam seminggu.

Bahkan para peneliti juga menemukan bahwa orang-orang yang memiliki kadar asam lemak omega 3 dalam darahnya tinggi rata-rata hidup 2 tahun lebih lama jika dibandingkan dengan orang-orang yang kadar asam lemak omega 3 dalam darahnya lebih rendah.

Namun, manfaat seperti ini baru bisa didapatkan pada ikan yang diolah dengan cara dipanggang maupun dibakar. Sedangkan ikan yang digoreng tidak memberikan efek yang baik seperti ini.

Menurut para ahli gizi, mengkonsumsi ikan yang mengandung omega 3 seperti ikan tuna dan salmon terhadap penyakit jantung bukanlah suatu hubungan sebab-akibat. Omega 3 belum tentu secara langsung bertanggung jawab dalam hal menekan resiko kematian maupun sebagai indikator dari gaya hidup sehat. Namun, seseorang yang rutin mengkonsumsi ikan umumnya juga suka mengkonsumsi sayur dan buah, sehingga tubuhnya menjadi lebih sehat.