Masalah Kesehatan Yang Terjadi Saat Berpuasa Dan Solusinya

Puasa

Puasa

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, begitu banyak manfaat puasa bagi kesehatan tubuh kita. Namun, terkadang puasa juga bisa menimbulkan berbagai gangguan maupun masalah pada kesehatan kita.

Beberapa masalah kesehatan yang sering terjadi saat kita berpuasa, umumnya terjadi karena tubuh belum terbiasa atau belum beradaptasi dengan baik dengan kondisi saat berpuasa.

Umumnya, selama berpuasa ada perubahan pada kehidupan dalam sehari-hari mulai dari aktivitas sehari-hari, waktu beristirahat serta perubahan pola makan. Dengan adanya perbuahan seperti ini, maka tubuh kita membutuhkan proses adaptasi. Kemampuan seseorang untuk beradaptasi juga sangat tergantung pada kesiapan serta kondisi fisik seseorang.

Ada baiknya untuk mengetahui beberapa masalah kesehatan yang terjadi saat kita berpuasa. Dan semoga semua masalah tersebut tidak mengganggu ibadah puasa kita di bulan Ramadham yang penuh berkah ini.

Berikut ini adalah beberapa masalah kesehatan yang sering muncul saat kita berpuasa, yaitu:

  • Kekurangan cairan.

Kekurangan cairan atau dehidrasi umumnya terjadi karena karena keluarnya cairan tubuh secara terus menerus saat berpuasa. Cara untuk menghindari kekurangan cairan adalah dengan minum air secukupnya saat makan sahur serta saat berbuka puasa. Ada baiknya jika anda menambahkan buah-buahan pada menu makan sahur anda untuk menambah asupan cairan dalam tubuh.

  • Rasa panas pada bagian dada.

Hal seperti ini umumnya terjadi karena proses naiknya asam lambung kesaluran pencernaan bagian atas yaitu kerongkongan. Ketika berpuasa, otak menstimulasi organ lambung untuk memproduksi asam lambung lebih banyak bila mencium aroma makan sehingga mengakibatkan rasa panas seperti terbakar pada bagian dada. Upaya pencegahannya adalah dengan mengkonsumsi obat penetralisir asam lambung sebelum makan sahur serta hindari jenis makanan yang berminyak dan makanan yang terlalu pedas.

  • Sakit kepala.
sakit kepala

sakit kepala

Umumnya, sakit kepala yang terjadi saat berpuasa disebabkan karena kurang cairan, kurang istirahat serta rasa lapar saat berpuasa sehingga mengakibatkan turunnya tekanan darah atau hipotensi orthostatic.

Cara pencegahannya adalah dengan minum air secukupnya saat makan sahur . Jika perlu, minumlah obat jenis paracetamol sesaat setelah berbuka puasa. Sakit kepala juga bisa dihindari dengan cara tidak berada dibawah sinar matahari secara langsung. Gunakan topi maupun payung saat bepergian.

  • Halitosis.

Halitosis atau biasa disebut dengan bau mulut, umumnya disebabkan karena penurunan produksi air liur sebagai akibat dari penurunan proses mengunyah makanan serta kurangnya asupan cairan ketika kita berpuasa. Selain dari dua faktor tersebut, umumnya yang menyebabkan halitosis adalah adanya infeksi pada bagian mulut serta gigi, infeksi amandel, karena mengkonsumsi makanan yang memiliki aroma tajam, karena kebiasaan buruk seperti jarang menggosok gigi, serta karena adanya penyakit lain, seperti diabetes, infeksi sinus kronis, infeksi saluran pernafasan, maupun gangguan ginjal.

  • Gangguan pada pencernaan.

Gangguan pencernaan seperti nyeri pada ulu hati, mual, sembelit serta perut berangin juga suatu masalah kesehatan yang sering muncul pada saat kita berpuasa. Hal seperti ini terjadi karena adanya peningkatan asam lambung sebagai bentuk respon tubuh. Bagi orang-orang yang memiliki masalah kesehatan pada bagian lambungnya atau sakit maag, maka hal seperti ini akan menyebabkan kekambuhan.

Disamping itu, kurangnya cairan dalam tubuh, kurang konsumsi makanan berserat, mengkonsumsi makanan yang menghasilkan gas terlalu banyak, konsumsi gorengan dan makanan yang kaya akan bumbu ketika makan sahur serta saat berbuka puasa, juga dapat menyebabkan berbagai gangguan pencernaan seperti diatas.

  • Penurunan kadar gula darah.

Turunnya kadar gula dalam darah ketika berpuasa lebih disebabkan karena terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat serta gula ketika makan sahur. Hal seperti ini membuat tubuh kita semakin aktif untuk memproduksi hormon insulin untuk menekan tingginya kadar gula dalam darah, maupun karena jarak atau waktu jeda makan yang terlalu jauh.

Gejala awal yang sering muncul ketika adanya penurunan kadar gula darah adalah, gelisah, lemas, keluar keringat dingin, jantung berdebar-debar, gemetar, mual-mual, muntah, perut terasa tidak nyaman serta sakit kepala tiba-tiba.

Dengan munculnya berbagai masalah kesehatan yang muncul pada saat kita berpuasa, tentunya ada cara-cara untuk mengatasi semuanya.

Berikut ini adalah cara-cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah berbagai masalah kesehatan yang terjadi saat kita berpuasa:

  • Mengkonsumsi makanan yang sehat dan seimbang.
  • Makan secara rutin dan teratur saat berbuka puasa dan di saat makan sahur.
  • Mengunyah makanan lebih lama agar lebih mudah dicerna.
  • Minum air yang cukup.
  • Mengkonsumsi buah dan sayuran saat berbuka puasa dan saat sahur.
  • Mengkonsumsi yoghurt untuk menjaga kesehatan organ pencernaan.
  • Istirahat sejenak setelah makan, berilah waktu pada tubh kita untuk mencerna makanan dengan baik.
  • Jangan makan terlalu banyak saat berbuka puasa maupun saat makan sahur.
  • Minum Nectura setelah berbuka puasa, sebelum tidur dan setelah makan sahur untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh.