link600 link601 link602 link603 link604 link605 link606 link607 link608 link609 link610 link611 link612 link613 link614 link615 link616 link617 link618 link619 link620 link621 link622 link623 link624 link625 link626 link627 link628 link629 link630 link631 link632 link633 link634 link635 link636 link637 link638 link639 link640 link641 link642 link643 link644 link645 link646 link647 link648 link649 link650 link651 link652 link653 link654 link655 link656 link657 link658 link659 link660 link661 link662 link663 link664 link665 link666 link667 link668 link669 link670 link671 link672 link673 link674 link675 link676 link677 link678 link679 link680 link681 link682 link683 link684 link685 link686 link687 link688 link689 link690 link691 link692 link693 link694 link695 link696 link697 link698 link699 link700 link701 link702 link703 link704 link705 link706 link707 link708 link709 link710 link711 link712 link713 link714 link715 link716 link717 link718 link719 link720 link721 link722 link723 link724 link725 link726 link727 link728 link729 link730 link731 link732 link733 link734 link735 link736 link737 link738 link739 link740 link741 link742 link743 link744 link745 link746 link747 link748 link749

Mencegah Ulkus Dekubitus Dengan Nectura Antioksidan

ulkus dekubitus

ulkus dekubitus

Ulkus dekubitus atau luka akibat penekanan atau disebut juga ulkus kulit merupakan kerusakan kulit yang terjadi akibat adanya penekanan secara terus menerus pada suatu area kulit, sehingga area tersebut akan mengalami gangguan aliran darah dan iritasi pada kulit tersebut.

Umumnya tekanan dapat berasal dari tempat tidur, kursi roda, gips, pembidaian atau penyangga maupun benda keras lainnya dalam jangka panjang.

Ulkus dekubitus juga dapat terjadi karena paparan kelembaban dalam jangka panjang karena keringat, air seni maupun tinja, gesekan pada lapisan kulit paling luar akibat baju terlalu besar atau sempit, kerutan pada sprei maupun karena sepatu.

Bagian tubuh yang paling sering mengalami ulkus dekubitus adalah bagian dimana terdapat penonjolan tulang yaitu di siku, tumit, pinggul, pergelangan kaki, bahu, punggung serta kepala bagian belakang.

Pada awalnya kulit akan tampak merah dan meradang , muncul gelembung berisi cairan lalu membentuk luka terbuka atau ulkus. Kerusakan syaraf yang menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk merasakan nyeri.

Resiko tinggi terjadinya ulkus dekubitus ditemukan pada:

  • Orang-orang yang tidak dapat bergerak
  • Orang-orang tua terutama yang mengidap penyakit alzheimer
  • Orang-orang yang tidak memiliki cukup lapisan lemak sebagai pelindung atau akibat dari malnutrisi

Saran Untuk Mencegah Ulkus Dekubitus

Pada stadium awal, ulkus biasanya membaik dengan sendirinya setelah tekanan dihilangkan. Menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi protein dan kalori tambahan bisa mempercepat proses penyembuhan. Agar tidak melekat pada luka, gunakan perban yang dilapisi dengan teflon atau mengandung jeli minyak. Untuk ulkus yang lebih dalam, gunakan perban yang mengandung gelatin yang bisa membantu pertumbuhan kulit yang baru.

Gejala Ulkus Dekubitus

  • Rasa nyeri dan gatal-gatal, Namun jika terdapat gangguan pada indera perasa, ulkus yang dalam pun tidak akan menimbulkan rasa nyeri.
  • Bila kulit terluka atau robek maka akan timbul masalah baru, yaitu infeksi. Infeksi memperlambat penyembuhan ulkus yang dangkal serta dapat berakibat fatal terhadap ulkus yang lebih dalam.

Cara Mencegah Ulkus Dekubitus Dengan Nectura Antioksidan

 

nectura juice

nectura juice

Nectura antioksidan akan meringankan munculnya peradangan serta meminimalkan munculnya luka.

Di samping itu, Nectura juga akan membantu mengeringkan luka dengan cara mempercepat proses regenerasi sel yang rusak.

Nectura juga akan membantu memaksimalkan penyerapan nutrisi serta membantu memperbaiki kualitas cairan dalam tubuh.

  • 1 sampai 2 sendok makan setelah makan pagi
  • 1 sampai 2 sendok makan sebelum tidur
  • Tambahkan 1 sendok makan Nectura setiap 3 jam sekali untuk mempercepat proses penyembuhan
  • Dapat dikombinasikan denan suplemen lain yang sesuai dengan resep dokter