Mengenal Lebih Dekat Tentang Konstipasi

sembelit

sembelit

Konstipasi atau yang lebih dikenal dengan sebutan sembelit, merupakan kelainan pada sistem pencernaan di mana seseorang manusia atau bisa juga seekor hewan mengalami pengerasan tinja secara berlebihan, sehingga sulit sekali untuk dibuang atau dikeluarkan serta dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat pada penderitanya.

Konstipasi atau sembelit yang hebat umumnya lebih dikenal dengan istilah obstipasi. Sedangkan obstipasi yang relatif parah dapat menyebabkan munculnya kanker usus yang akibatnya sangat fatal bagi orang yang mengidapnya.

Berbagai cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya konstipasi atau sebelit, meliputi:

  • Hindari jajan di sembarang tempat.
  • Hindari konsumsi makanan yang banyak mengandung gula maupun makanan yang kaya lemak.
  • Perbanyak minum air putih paling tidak 1,5 sampai 2 liter air atau kira-kita sekitar 8 gelas perhari serta cairan lainnya setiap hari.
  • Berolahraga. Olahraga seperti jogging atau jalan kaki bisa anda lakukan untuk mencegah munculnya konstipasi. Selain itu anda juga bisa melakukan olahraga yang lainnya.
  • Membiasakan diri untuk buang air besar secara teratur serta jangan suka mengahan rasa ingin buang air besar terlalu lama. Namun sebaiknya, jangan terlalu memaksakan diri untuk buang air besar setiap hari bila anda memang tidak merasa ingin buang air besar, sebab suklis pencernaan antara orang satu dengan orang yang lainnya juga berbeda-beda.
  • makanan yang kaya akan serat

    makanan yang kaya akan serat

    Konsumsi makanan yang kaya akan serat secukupnya saja. Berbagai makanan yang kaya akan serat umumnya buah-buahan serta sayuran.

  • Istirahat atau tidur paling tidak 4 jam dalam sehari.
  • Tambahkan bumbu-bumbu herbal kedalam setiap makanan anda. Namun sebaiknya kurangi pemakaian cabai.
  • Jangan lakukan diet secara berlebihan
  • Perbanyak mengkonsumsi makanan yang bersifat antiinflamasi, seperti apel, alpikat maupun kelapa.

Masalah kontipasi atau sembelit merupakan keluhan pada sistem pencernaan yang paling umum serta banyak ditemukan pada masyarakat luas. Diperkirakan ada sekitar 80% manusia yang pernah mengalami konstipasi atau sembelit.

Berbagai penyebab terjadinya masalah pencernaan seperti konstipasi atau sembelit, meliputi:

  • Kurangnya cairan dalam tubuh atu yang biasa kita kenal dengan sebutan dehidrasi.
  • Mengalami masalah seperti penyakit panas dalam.
  • Depresi atau stres serta aktivitas yang terlalu padat.
  • Pengaruh dari hormon dalam tubuh, misalnya seperti pada masa kehamilan maupun masa menstruasi.sembelit
  • Berkurangnya elastisitas usus, umumnya hal seperti ini terjadi pada masa kehamilan maupun karena usia lanjut.
  • Adanya kelainan anatomis pada sistem pencernaan.
  • Gaya hidup serta pola makan yang buruk.
  • Efek samping dari metode pengobatan yang mengandung banyak kalsium maupun almunium, seperti obat-obatan antidiare, antasida maupun analgesik.
  • Kurangnya konsumsi vitamin C.
  • Kurangnya konsumsi makanan berserat.
  • Gejala dari penyakit tertentu seperti hernia atau tifus.
  • Terlalu sering menahan rasa ingin buang air besr dalam jangka waktu yang lama.
  • Emosi. Orang-orang yang emosi maupun kecemasan akan mengalami kejang usus, sehingga gerak peristaltik usus terhenti serta usus besar menyerap kebali cairan pada tinja. Akibatnya tinja menjadi mengeras.
  • Jarang atau bahkan tidak pernah berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya.
  • Kelebihan konsumsi serat.
  • Konsumsi daging secara berlebihan, khususnya daging merah karena sulit untuk dicerna serta memiliki banyak zat besi. Besi merupakan zat yang dapat membuat tinja menjadi keras serta berwarna lebih gelap.
  • Karena penyalahgunaan obat-obatan, seperti obat laksatif. Pemakaian obat laksatif berfungsi utuk memperlancar gerak peristaltik usus. Lama kelamaan usus menjadi terbiasa serta tergantung pada pemakaian obat tersebut sehingga membuat reaksi usus mennjadi lamban serta menghambat gerak peristaltik alami dari usus tersebut.
  • Konsumsi makanan beku. Makanan beku memiliki serat yang rendah serta bahan pengawet yang dapat mengganggu gerak usus. Makanan beku seperti es krim hampir tidak mengandung serat sama sekali sehingga tidak dapat membantu dalam mengatur pergerakan usus. Apalagi es krim mengandung gula serta susu yang dapat mengeraskan tinja.
  • Mengkonsumsi buah atau sayuran tertentu yang dapat membuat kotoran menjadi lebih padat secara berlebihan. Contoh dari jenis makanan yang dapat memadatkan tinja secar alami, seperti pisang.