Mengenal Lebih Dekat Tentang Penyakit Malaria

nyamuk penyebab malaria

nyamuk penyebab malaria

Banyak orang yang mengira bahwa penyakit malaria itu sama dengan penyakit demam berdarah, karena ada beberapa gejala yang serupa serta sama-sama ditularkan oleh nyamuk.

Malaria serta demam berdarah memang sama-sama ditularkan oleh nyamuk. Namun jenisnya berbeda. Malaria disebabkan oleh nyamuk anopheles yang membawa parasite plasmodium. Sedangkan demam berdarah disebabkan oleh nyamuk Aides Aegypti yang membawa virus Dengue.

Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh parasite plasmodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi oleh parasite tersebut. Di dalam tubuh manusia, parasite plasmodium berkembang biak dalam organ hati lalu menginfeksi sel darah merah yang kemudian akan menyebabkan pengidap malaria mengalami gejala seperti penyakit influenza. Bila tidak segera diobati, maka penyakitnya akan semakin parah serta dapat menyebabkan kematian.

Penyakit malaria paling banyak terjadi di daerah tropis serta subtropics, dimana parasite plasmodium dapat berkembang biak bersama dengan inangnya, yaitu nyamuk Anopheles. Daerah selatan Sahara di Afrika serta Papua Nugini, merupakan tempat yang memiliki angka kejadian malaria tertinggi.

Berdasarkan dari data di dunia, penyakit malaria membunuh satu anak setiap 30 detik. Sekitar 300 sampai 500 juta orang terinfeksi serta sekitar 1 juta orang dinyatakan meninggal karena penyakit malaria setiap tahunnya. 90% kasus kematian banyak terjadi di Afrika, khususnya pada anak-anak.

langkah pencegahan malaria

langkah pencegahan malaria

Resiko penyakit malaria dapat dikurangi dengan mencegah gigitan nyamuk seperti menggunakan kelambu serta menggunakan krim anti nyamuk. Selain itu bisa juga melakukan tindakan mengontrol nyamuk, seperti menyemprotkan insektisida serta menguras genangan air.

Gejala dari malaria umumnya mulai tampak pada hari ke 8 sampai hari ke 25 setelah terinfeksi. Namun ada juga kasus dimana gejalanya baru muncul setelah menggunakan obat antimalarial sebagai pencegahan.

Manifestasi dari penyakit malaria serupa dengan gejala penyakit flu. Namun ada juga gejala yang mirip dengan gastroenteritis, septicemia serta penyakit karena virus lainnya. Gejala malaria meliputi demam, menggigil, sakit kepala, muntah, nyeri sendi, anemia hemolitik, urin bercampur darah, penyakit kuning, kejang-kejang serta kerusakan pada retina.

Gejala malaria yang paling klasik adalah adanya perasaan dingin secara tiba-tiba diikuti dengan menggigil dan demam yang disertai dengan keringat. Bila kondisi seperti ini terjadi setiap dua hari, besar kemungkinan malaria tersebut disebabkan oleh plasmodium vivax serta plasmodium ovale. Bila terjadi setiap 3 hari, maka disebabkan oleh plasmodium malariae. Bila kondisi seperti ini terjadi secara berulang selama 36 sampai 48 atau bahkan demam yang terjadi secara terus menerus, kebanyakan disebabkan oleh infeksi plasmodium falciparum.

gejala malaria

gejala malaria

Penyakit malaria yang paling berat biasanya disebabkan oleh infeksi plasmodium falciparum atau biasa disebut malaria falciparum. Gejalanya muncul pada hari ke 9 sampai hari ke 30. Gejala dari infeksi plasmodium falciparum diikuti dengan gejala neurolohis, seperti sikap yang tidak normal, palsy, kejang, kegagalan mata dalam mengubah arah secara bersamaan atau konjugat tatapan bahkan ada juga yang disertai dengan koma.

Malaria juga bisa menyebabkan berbagai komplikasi yang serius. Seperti mampu menyebabkan gangguan pada system pernapasan, khususnya pada pengidap malaria falciparum tahap berat. Ada juga komplikasi sepereti pneumonia, edema paru noncardiogenic serta anemia berat.

Malaria juga bisa menyebabkan sindrom gangguan pernapasan akut, meskipun kondisi seperti ini jarang terjadi pada anak-anak. Gagal ginjal juga merupakan salah satu fitur dari demam blackwater, dimana hemoglobin akan mengalami kebocoran sehingga urin yang keluar bercampur dengan darah.

Infeksi plasmodium falciparum dapat menyebabkan malaria serebral, bentuk malaria berat yang melibatkan encephalopathy. Hal ini berkaitan dengan whitening retina, yang juga merupakan tanda klinis yang sangat berguna dalam membedakan malaria atau demam biasa. Splendomegali, sakit kepala parah, pembesaran hati atau hepatomegaly, hipoglikemia serta hemoglobinuria dengan gagal ginjal juga bisa terjadi. Komplikasi mencakup pendarahan secara spontan.

Malaria pada ibu hamil, merupakan penyebab dari kematian bayi, keguguran serta bayi yang lahir akan memiliki berat badan lahir yang rendah. Malaria pada ibu hamil biasanya disebabkan oleh plasmodium falciparum serta plasmodium vivax.

Beberapa obat telah tersedia untuk mencegah malaria bagi para turis di daerah yang banyak terjadi penyakit malaria. Pemberian obat sulfadoksin atau pirimetamin direkomendasikan pada bayi serta wanita hamil yang telah mencapai trimester pertama, khususnya didaerah yang memiliki tingkat malaria tertinggi.

Pengobatan yang dianjurkan untuk malaria adalah pemberian kina bersama dengan doxycycline, bisa juga dengan penggunaan kina dengan artemisinin. Hal seperti ini sudah menjadi rekomendasi di daerah yang umum kejadian malaria.

pemberian vaksin

Untuk suatu serangan dari malaria falciparum akut dengan parasite yang resisten terhadap pemberian klorokuin, dapat diganti dengan pemberian kuinin atau kuinidin secara suntik. Pada malaria lainnya jarang sekali terjadi resistensi terhadap klorokuin, maka cukup diberi klorokuin serta primakuin.

Meskipun dibutuhkan, belum ada vaksin untuk malaria yang efektif. Namun upaya untuk mengembangkan vaksin khusus malaria masih dalam tahap pengembangan.

Pada tanggal 18 Oktober 2011 tim peneliti melaporkan hasil percobaan untuk melawan plasmodium falciparum yang disebut dengan nama RTS, S/AS01. Vaksin malatia falciparum didanai oleh GlaxoSmithKline dan Malaria Vaccine Initiative PATH pada ribuan anak yang ada di Afrika.